Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Jatuh cinta di pandangan pertama


__ADS_3

"Hei, tunggu!" teriak Liu Fei, ia ingin bertanya mengenai siapa nama gadis yang tanpa kata langsung kabur meninggalkan dirinya.


Liu Bei menatap tangannya yang masih melambai ingin memanggil Xiao Ling kembali tetapi, ia sudah lenyap dari pandangan mata.


"Apakah aku begitu menakutkan?" gumam Liu Fei, ia merasa untuk pertama kalinya ada seorang wanita yang langsung kabur meninggalkan dirinya.


"Biasanya para wanita langsung ingin dekat denganku. Mengapa dia tidak?" lirih Liu Fei, ia penasaran dan tidak tahu mengapa demikian.


Namun, Xiao Ling sudah kabur sejauh mungkin, ia merasa ngeri membayangkan wajah Liu Fei yang dipenuhi dengan hasrat liar yang membara yang jelas terlihat di pancaran matanya.


'Siapa nama gadis liar itu? Aku tidak pernah bertemu dengan gadis yang begitu cantik dan luar biasa,' benak Liu Fei, ia hanya memandang kepergian Xiao Ling dengan perasaan yang ikut terbawa.


Bayangan tatapan mata terkejut yang diperlihatkan gadis liar tersebut membuat Liu Fei termangu berdiri di atas atap rumah penduduk. Pancaran mata jernih dan jujur itu memiliki sejuta rahasia yang sulit terungkap dengan kata.


"Yang Mulia! Apakah Anda baik-baik saja?" tanya Tan Yu Ji dari bawah, ia adalah panglima keamanan kekaisaran Han yang tak lain adalah adik Tan Jia Li lain ibu.


"Tidak apa-apa, Jendral Tan Yu Ji!" balas Liu Fei, ia langsung melesat turun ke bawah berdiri menghadap ke arah Tan Yu Ji.


"Apakah Yang Mulia mengenal siapa gadis tersebut?" tanya Tan Yu Ji, ia sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan kakaknya Tan Jia Li, yang tak pernah ingin kembali ke Chang An terutama ke rumah besar mereka.


Tan Yu Ji sangat ingin bertemu dengan kakaknya tetapi ia tak pernah bertemu sejak Jia Li remaja meninggalkan rumah mereka karena kakaknya yaitu : jendral Tan Jia Li selalu bagaikan bayang-bayang di kekaisaran.


Tan Jia Li selalu bepergian dari benteng ke benteng di setiap perbatasan kekaisaran Han dengan 20 orang prajuritnya bagaikan bayangan kematian yang selalu menjaga perbatasan.


Ayah mereka Tan Xi Kin selaku mengirim surat dan utusan untuk meminta Jia Li pulang tetapi tak pernah diindahkan dengan alasan tak pernah bertemu dan kehilangan jejak. Jia Li seakan ingin menghapus masa lalunya.


"Tidak! Sepertinya dia hanya gadis liar dari pedesaan atau … ntahlah, dia seperti dari Padang rumput lembah Orkhon," balas Liu Fei, ia masih terbayang wajah cantik yang terkejut kala dirinya menyelamatkan gadis tersebut.


'Andaikan aku bisa menemuinya lagi …,' benak Liu Fei, ia sangat berharap akan bertemu dengan gadis liar yang telah memporak-porandakan hatinya.


"Apakah selir Sarnai tidak apa-apa?" tanya Liu Fei, ia tak ingin jika selir kesayangannya akan terluka.

__ADS_1


"Tidak Yang Mulia, selir Sarnai baik-baik saja!" balas Tan Yu Ji, ia sedikit membungkuk memberikan penghormatan kala Liu Fei berjalan menaiki tandu kereta Kekaisaran.


"Ada apa Yang Mulia? Siapa gadis itu?" tanya Sarnai, ia langsung menyelipkan tangan ke selipan lengan dan menghapus keringat di dahi Liu Fei.


"Um, aku tidak mengenalnya. Gadis itu langsung kabur tanpa mengucapkan kata terima kasih," balas Liu Fei, 'sepertinya gadis itu memiliki seni beladiri yang liar biasa.


'Bodoh sekali aku menolongnya tapi, wajah itu …,' benak Liu Fei, ia termenung.


"Dasar, gadis yang tidak memiliki sopan santun! Seharusnya dia beruntung telah ditolong oleh seorang putra mahkota kekaisaran Han.


"Sayang … ada apa?" tanya Sarnai, ia merasa jika Liu Fei terlalu banyak merenung dan terdiam sejak menolong gadis tersebut.


'Apakah Liu Fei telah jatuh cinta dengan gadis tersebut? Phih! Wanita mana yang bisa menggetarkan hatinya selain diriku?' benak Sarnai, ia merasa tak ada seorang pun yang akan bisa menggeser kecantikan yang dimilikinya.


"Sayang … ada apa? Apa yang membuat hatimu begitu gundah?" ulang Sarnai, ia bersikap manja.


"Tidak ada, Sayang … sepertinya sebentar lagi kita akan tiba di istana Donglai!" balas Liu Fei, ia menyibak tirai jendela kereta yang melaju perlahan.


Liu Fei ingin menghilangkan bayang wajah cantik tersebut, ia merasa gadis itu begitu murni berbeda dengan kebanyakan putri bangsawan yang akan rela merangkak melakukan apa saja demi dirinya dan tahta.


***


Sementara Xiao Ling langsung melesat meninggalkan Liu Fei, ia merasa tidak ingin berdekatan dengan putra mahkota yang tak lain adalah tunangan si pemilik tubuh yang disemayaminya.


"Jadi, pria itu yang akan menikahi Jia Li dan menjadi penerus kaisar Liu Bang selanjutnya? Ya, ampun … ck, pria mesum seperti itu? Cih, seperti tidak ada pria lain saja! Pantas saja, Jia Li tidak mau menikahinya?


"Tapi, sepertinya Liu Fei tidak mengenali Jia Li. Apakah benar jika Jia Li tidak pernah pulang?" gumamnya, ia duduk di sebuah dahan pohon persik.


'Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ada rahasia kelam yang ingin dikubur Jia Li? Ya, ampun repot banget hidup jendral hebat ini.


'Hidupnya penuh dengan teka-teki! Hadeh, ck … jauh-jauh terdampar di sini hanya untuk memecahkan misteri ini," batinnya galau, ia termenung sejenak.

__ADS_1


"Wah, ini kebun persik?" ujarnya sumringah, ia memperhatikan sekitarnya dan langsung memetik dan memakan buah persik, "um, ini manis sekali!" ujarnya.


"Apakah kamu cukup puas telah menggoda calon suamimu?" sindir Liu Bei, ia sendiri tidak tahu mengapa ia berkata demikian sinis.


Liu Bei sudah berdiri di salah satu dahan kecil dengan keringanan tubuh yang sangat luar biasa. Xiao Ling hanya melirik sekilas, kini Xiao Ling bisa mencium aroma tubuh Liu Bei yang wangi kayu manis bercampur pohon pinus di hutan lindung Boston.


'Pria ini terlalu maskulin … berbeda dengan Liu Fei," benaknya, ia mulai menebak-nebak.


"Woy, apa yang sedang kamu pikirkan?" desak Liu Bei, ia ingin tahu apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan oleh jendral cantik tersebut.


Hal itu membuat Liu Bei seakan ingin membelah isi otak dan hati gadis cantik dingin dan sukar ditebak itu, ia ingin tahu tanggapan Jia Li tentang putra mahkota yang tak lain adalah abangnya.


"Heh?!" cibir Xiao Ling, ia melihat sekilas Liu Bei yang memeluk pedang di dada yang masih mengawasi dengan tatapan penuh cemburu.


Xiao Ling menatap ke arah Liu Bei, Xiao Ling merasa geli dan entah mengapa ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa di jantung dan hatinya. Xiao Ling merasa bahagia kala Liu Bei cemburu kepadanya.


"Apakah kamu cemburu padaku, Yang Mulia Pangeran Liu Bei?" sindir Xiao Ling, ia sengaja menebaknya.


"Apa?!" 


Bruk!


Liu Bei terlonjak kaget mendengar ucapan Jia Li yang terlalu berani dan sembrono, hingga ia tak kuasa menahan keseimbangan tubuhnya hingga terjatuh ke tanah.


"Hahaha!" tawa nyaring Xiao Ling terdengar bahagia melihat rasa kikuk yang diperlihatkan pangeran dingin tersebut.


"Phih! Tidak ada di kamusku kata cemburu!" balas Liu Bei, ia sendiri tidak yakin dan tidak mengerti dengan perasaannya.


"Oh, ya …?" goda Xiao Ling, ia melesat mendekat ke arah Liu Bei.


Xiao Ling mencondongkan tubuh ke arah wajah Liu Bei, yang masih duduk di rerumputan di bawah pohon persik.

__ADS_1


"Wei, menjauhlah …!" pinta Liu Bei, ia merasa resah dengan debar di jantungnya.


"Hahaha, ck, kejujuran itu lebih penting dari apa pun, Pangeran!" balas Xiao Ling, ia merasa jika para pria dari zaman ke zaman tetap selalu saja sama dengan semua pesona dan intrik yang mereka miliki.


__ADS_2