Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Tak sudi


__ADS_3

Tan Yu Ji menatap kepada Xiao Ling, ia tersenyum manis membuat Liu Fei mengerutkan dahi dan merasa keduanya memiliki kedekatan secara ikatan emosional.


"Sepertinya mereka semua selamat, hanya saja, jendral Jia Li tidak terlihat batang hidungnya," balas Tan Yu Ji, 'ke-20 orang anak buah Jia Li utuh mereka sangat hebat.


"Tapi, Jia Li yang tak terlihat. Apakah prajurit yang menyamar menjadi pria ini adalah Kak Jia Li?' batin Tan Yu Ji penasaran.


Tan Yu Ji masih terus memandang sang kakak yang hanya diam membeku, 'Sialan! Bagaimana aku bisa membongkar kedokku nantinya?


'Aduh, Liu Bei … kamu berhutang penjelasan kepadaku!' geram Xiao Ling, "maaf, Yang Mulia Jendral dan Yang Mulia Putra Mahkota, bisakah saya kembali menemui semua sahabat saya di perbatasan Donglai?


"Saya ingin bertanya mengenai jendral Tan Jia Li, saya merasa kewajiban saya untuk menyelidiki dan mencari di mana beliau berada," ujar Xiao Ling, ia membungkuk meminta persetujuan.


"Bangulanlah! Um, jangan khawatir Xiao'er … aku rasa kita bertiga akan ke sana malam ini," ujar Liu Fei, ia merasa ada yang sedang disembunyikan oleh Xiao'er sehingga ia ingin mengetahui apa yang sedang dipermainkan prajurit rendahan tersebut.


'Aku ingin tahu, siapa engkau sebenarnya? Tidak mungkin seorang bawahan dan prajurit rendahan berani mengatakan banyak hal dan memiliki wawasan yang sangat luar biasa!' batin Liu Fei, ia tersenyum melihat Xiao'er membeku di tempatnya berdiri.


"Baiklah, Yang Mulia!" balas Xiao Ling pada akhirnya, ia tak lagi memiliki kesempatan dan peluang untuk menolak juga alasan yang tepat yang ingin diutarakannya kepada Liu Fei.


'Sialan! Bagaimana ini? Bagaimana jika ada salah satu bawahanku yang bisa mengenaliku? Mampuslah, aku!


'Apa yang harus aku katakan? Hadeh, bisa-bisa Liu Fei akan menghukum diriku. Ck, memusingkan?! Hadeh,' benak Xiao Ling semakin pusing memikirkan solusi akan permasalahan yang sedang dihadapinya.


***


Malam harinya ketiganya melesat menyusup dengan memakai pakaian rakyat jelata pergi ke sebuah penginapan di pinggir kota Donglai di perbatasan.


"Salam Yang Mulia!" sapa Liu Bei kepada kakaknya.


"Hm, bangunlah! Tidak perlu berbasa-basi. Bagaimana perjalananan kamu kemari? Aku mendengar jika kamu tersesat di lembah Orkhon bersama Jia Li, benarkah?" tanya Liu Fei, ia tak ingin bertele-tele.


"Ya, Yang Mulia itu benar sekali!" balas Liu Bei, ia melirik kepada Xiao Ling yang masih membeku mengawasinya dengan pandangan kesal.


"Salam Yang Mulia Pangeran kedua Liu Bei," ujar Xiao Ling, ia masih ingin menjalankan perannya.


"Hm, bagaimana keadaanmu Xiao'er?" tanya Liu Bei, ia sekedar berbasa-basi.

__ADS_1


Liu Bei ingin tertawa menatap wajah Xiao Ling yang disangkanya adalah Jia Li yang sedikit cemberut dengan pandangan marah kepadanya.


'Rasain kamu! Um, apakah Jia Li tidak bahagia berada di samping calon suaminya, begitu? Bukankah itu yang diinginkannya selama ini?" benak Liu Bei, ia merasa keputusannya untuk menjatuhkan Jia Li ke pangkuan Liu Fei sebagai pengawal pribadinya tidak menemukan kebahagian di wajah Jia Li.


'Apakah Jia Li sedang berpura-pura tidak bahagia bertemu dengan Liu Fei atau semua itu hanyalah sandiwara saja?' batin Liu Bei penasaran.


Liu Fei melihat ke arah Liu Bei dan Xiao'er yang hanya saling memandang dengan penuh rahasia. Liu Fei menyadari ada sesuatu yang sedang terjadi di antara keduanya.


"Liu Bei … di mana Jendral Jia Li? Aku ingin bertemu dengan calon istriku!" ujarnya, ia mencari di antara semua prajurit di bawah komando Jendral Jia Li dan Liu Bei yang masih berbaris menatap kepada mereka semua.


"Maaf, Yang Mulia. Kami terpisah saat di lembah Orkhon, jendral Jia Li bertarung dengan pendekar Zhu Tong dan menghilang ntah ke mana," balas Liu Bei, ia memberi alasan seakan ia dan Jia Li tidak bertemu selepas dari lembah Orkhon.


"Oh," balas Liu Fei, ia memandang Liu Bei dan Xiao'er bergantian.


"Maaf Yang Mulia, bolehkah saya kembali ke barisan saya?" tanya Xiao Ling, ia ingin kabur secepatnya dari sana.


Xiao Ling tidak ingin terperangkap di dalam semua masalah yang sedang terjadi. Ia tak ingin jika Liu Fei dan Liu Bei akan bertempur hanya karena kekacauan yang sedang mereka lakukan.


'Hadeh, ada-ada saja!' batin Xiao Ling.


"Terima kasih, Yang Mulia!" balas Xiao Ling, ia sedikit membungkuk.


"Tunggu dulu!" ujar Liu Fei, di kala Xiao Ling ingin pergi meninggalkan mereka.


"Saya Yang Mulia!" balas Xiao Ling, ia penasaran.


"Um, saya ingin tahu di mana Jia Li berada. Jika kamu bertemu dengannya aku meminta agar kamu mengatakan kepadanya jika saya ingin bertemu dengannya.


"Andaipun Jia Li menolak, ia tidak bisa begitu saja melanggar titah dari penguasa kekaisaran Han. Apakah dia ingin mengorbankan seluruh keluarganya hanya karena keegoisannya?" pesan Liu Fei, ia tersenyum penuh makna dan keputusan yang bulat jika dirinya tidak bisa ditolak.


Xiao Ling terdiam menatap kepada Liu Fei yang memiliki keegoisan dan sifat tirani, "Baiklah, Yang Mulia! Saya akan menyampaikan titah Yang Mulia kepada Jendral Jia Li," balas Xiao Ling, ia berusaha untuk meredam amarah dan kebenciannya kepada penguasa nomor dua di kekaisaran Han.


'Bajingan nih, orang! Berani sekali kau memerintahku untuk mengikuti semua inginnya, memang kau siapa?!' benak Xiao Ling kesal dan penuh kebencian yang sulit untuk dikatakan dengan apa pun.


Xiao Ling berjalan dengan cepat seakan Riska menginjak ke tanah, Liu Bei dan Liu Fei menatap kepada Xiao Ling yang menjauh.

__ADS_1


"Aku ingin tahu apakah komandan mereka pun lebih dingin dari prajurit di bawah komandonya?" tanya Liu Fei, ia seakan berbicara pada dirinya sendiri.


"Bagaimana menurutmu mengenai Jendral Jia Li?" tanya Liu Fei kepada adiknya yang tercekat tidak menduga mendapatkan pertanyaan demikian.


"Jendral Jia Li … dia, sangat kompeten dan bisa diandalkan, teguh dengan pendirian, tidak menyukai kemewahan, kata-katanya penuh dengan sarkasme.


"Hm, dia sana berbeda dengan kebanyakan wanita bangsawan terutama semua selir Yang Mulia," balas Liu Bei apa adanya.


'Hah, tapi, Jia Li memiliki senyum dan kepribadian yang sangat manis,' benak Liu Bei, ia mengenang tawa dan senyuman Jia Li yang telah menawan hatinya.


"Sepertinya kau lebih mengenalnya, Liu Bei. Apakah kau tertarik kepadanya?" tanya Liu Fei, ia menyipitkan mata melihat kepada adiknya.


"Apa?! Aku? Um," ujar Liu Bei, ia bingung dan masih berpikir lama.


"Liu Bei, aku tahu kamu bukanlah pria seperti itu. Aku hanya tidak mengerti bagaimana kau tidak begitu tertarik dengan wanita? Apakah karena kau sudah ditunangkan dengan putri perdana Mentri Chu Tian Wu?


"Chu Zhuzhu sangat cantik, ayahanda ingin engkau menikah sepulang dari benteng Suchang," ujar Liu Fei, ia membawa berita yang tak ingin didengar oleh Liu Bei.


Liu Bei hanya menganggap Chu Zhuzhu hanya sebagai seorang adik tak lebih, "Um, aku rasa pemberontakan Win semakin merajalela.


"Aku belum ingin menikah jika Kekaisaran Han tidak damai. Selain itu, aku merasa para petani begitu menderita di sepanjang pemukiman penduduk di Suchang dan Liang Utara juga perbatasan Shandong," ucap Liu Bei, ia ingin menolak perjodohan tersebut.


Liu Fei memandang kepada Liu Bei, ia merasa iri dengan kehidupan Liu Bei yang sangat bebas dan tidak tertekan seperti dirinya.


***


Sementara Xiao Ling sudah kembali ke barisannya, "Yang Mulia Jendral-" ujar Zhaozhao.


"Zhaozhao! Apa kabar bagaimana keadaan kalian? Maaf, aku tidak bertemu dengan Jendral Jia Li!" sela Xiao Ling, ia tak ingin Zhaozhao dan yang lainnya melakukan penghormatan kepadanya.


Sehingga semua rahasia penyamarannya akan terbongkar dan Xiao Ling tak ingin jika Liu Fei akan meminta dirinya untuk menemani calon kaisar masa depan yang angkuh dan tak tahu malu itu ke mana pun.


'Aku tak ingin harus selalu siaga menemani Liu Fei dan Sarnai. Enak aja!' benak Xiao Ling, ia tak Sudi harus berbagi cinta dan kasih sayang di Harem milik kekaisaran.


'Siapa yang mau bersaing dengan gadis mana pun hanya demi sebuah cinta yang sebenarnya,' benak Xiao Ling.

__ADS_1


__ADS_2