Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Terpaut dengan gadis yang sama


__ADS_3

Glek! Deg! Deg!


Xiao Ling berulang kali menelan ludah dan meredam setiap getaran yang membahana di dada, ia tak menyangka akan merasakan kegugupan kala ketiga pria tampan tersebut memperhatikan setiap gerakan dan langkahnya.


Berulang kali Xiao Ling berusaha menyeimbangkan setiap langkah kaki yang gemetar agar tidak membuat dirinya hampir jatuh tersungkur dan mempermalukan dirinya.


'Sangat tidak lucu jika seorang jendral hebat pada masanya harus jatuh tersungkur hanya karena diperhatikan ketiga pria tampan. Apalagi, salah satunya hanyalah adikku sendiri,' batin Xiao Ling berperang dengan pikiran dan perasaannya sendiri.


Xiao Ling merasa ngeri jika itu akan menimbulkan gosip bertahun-tahun kemudian. Ia melirik kepada Liu Bei yang terus memperhatikan dirinya dengan tajam.


'Apalagi, Liu Bei ada di sana … dia akan sangat senang mengolok-olok diriku ke depannya,' dengus benak Xiao Ling, ia merasa kesal karena Liu Bei pun ikut-ikutan seakan tak mengenali dirinya.


'Padahal, dia sudah beberapa kali mencium bibirku. Sialan! Mengapa aku harus mengingat ciuman itu sih?' benak Xiao Ling kesal.


'Dasar, Bajingan! Jika bukan karena tanggung jawabku untuk menggantikan Jia Li saat ini, aku malas menghadapi ketiga pria ini! Aduh, Mak … rasanya aku mau pipis aja." Xiao Ling terus membatin, ia sama sekali tidak membayangkan kekacauan yang akan ditimbulkan olehnya.


'Ck, sialan! Andaikan ini ruang pengadilan aku tidak akan segugup ini. Tapi, ini … aku harus menghadapi manusia zaman sejarah? Ya ampun! Apa mungkin aku menjadi bagian dari kisah ini?


'Tidak! Tidak! Tidak ada namanya Xiao Ling yang ada hanya … Jia Li …,' benak Xiao Ling, ia berusaha untuk mengingat setiap masa lalu dari semua bacaan sejarah yang pernah dibaca olehnya.


'Aduh, Jia Li kamu ke mana sih? Bisa-bisanya kamu malah menjauh begitu saja?' benak Xiao Ling kacau balau dan berusaha untuk menguasai keadaan.


Xiao Ling ingin menyalahkan kepada Jia Li dan Liu Bei di zamannya yang membuat dirinya harus terlempar ke masa silam.


'Bagaimana aku harus bersikap ya? Aduh, aku lupa bertanya kepada Lin Wei dan Zhaozhao,' benak Xiao Ling, ia terus melangkah dengan gagah dan gemulai yang luar biasa bak seorang peragawati di atas catwalk dengan dandanan ala prajurit tempo dulu.

__ADS_1


Setiap langkah kakinya membuat Liu Bei dan Liu Fei merasakan debar indah di sanubari mereka mengikuti setiap langkah kaki gemulai sang pujaan hati yang entah sejak kapan menempati relung jiwa mereka.


"Salam Yang Mulia Putra Mahkota Liu Fei dan Putra kedua Liu Bei dan … Tan Yu Ji …," sapa Xiao Ling, ia merasa jiwanya masih saja bergetar setiap menatap adiknya.


Xiao Ling tidak tahu apa arti getaran yang dirasakan oleh Jia Li, ia merasa jika tubuh Jia Li pun merespon jika ia merindukan keluarga yang berusaha untuk ditepis atau sebaliknya.


"Selamat datang Jendral Jia Li!" ujar Liu Fei, ia tersenyum memperhatikan wajah Jia Li ia terkesima.


"Kau?! Bukankah kau … gadis yang aku tolong kala di ibu kota Donglai?" tanya Liu Fei, ia merasa begitu bahagia dan tolol karena tak menyangka jika gadis yang diselamatkan olehnya adalah gadis yang sangat hebat dan salah satu kepercayaan ayahandanya sendiri untuk menjaga perbatasan.


"Maafkan saya Yang Mulia! Saya …," ujar Xiao Ling, 'siapa yang mengenalimu? PD banget sih, dirimu!' batin Xiao Ling, ia ingin mengatakan hal itu.


Namun, ia tahu jika ia mengatakan semua itu sama saja ia mencari masalah pada dirinya dan keluarga yang mungkin sangat disayangi oleh Jia Li. Sehingga Xiao Ling mengurungkan niatnya untuk berkata apa pun lagi.


"Mari, silakan masuk Jia Li! Apakah kamu bertemu dengan Xiao'er?" tanya Liu Fei, ia menjadi begitu ramah membuat Liu Bei dan Tan Yu Ji saling pandang dan memperhatikan perubahan Liu Fei di dalam menghadapi Jia Li.


Xiao Ling mengikuti langkah kaki Liu Fei yang mengajaknya masuk ke sebuah rumah di pinggir perbatasan.


Xiao Ling melirik kepada Liu Bei yang masih menatap kepadanya dengan diam dan tatapan dingin.


'Sialan! Apa yang sedang dipikirkan Liu Bei? Ck, semua ini gara-gara usulnya … hadeh! Apakah dia menyalahkan diriku?


'Enak saja! Emang dikiranya aku tidak kesulitan dan ini bukanlah mauku, aku tidak ingin dan tidak harus menemani putra mahkota ini? Phih! Andaikan bisa kabur aku sudah kabur,' benak Xiao Ling terdiam.


"Bagaimana pengembaraanmu di lembah Orkhon dan selama menjaga perbatasan Jendral?" tanya Liu Fei, ia menatap sekilas kepada Jia Li.

__ADS_1


Liu Fei merasa detak di jantungnya semakin tak karuan, ia hampir saja merasa jika lidahnya kelu untuk bicara banyak hal. Akan tetapi, ia tak ingin kehilangan momen di mana bisa bicara dan menatap lama wajah cantik yang sudah dirindukan olehnya siang dan malam.


"Yang Mulia … menjaga perbatasan kekaisaran Han adalah kewajiban saya. Jujur saja, saya sangat senang berada di sana ….


"Saya sangat berharap agar Yang Mulia Kaisar Liu Bang dan Putra Mahkota sendiri membiarkan dan mengizinkan saya untuk terus berada di perbatasan," ujar Xiao Ling.


Xiao Ling ingin meminta hak tersebut sebagai kompensasi perjuangannya selama ini di dalam menjaga perbatasan hingga maut memisahkannya dari raga.


"Apa?! Apa maksudmu? Apakah kamu tidak tahu, jika Ayahanda Kaisar telah mengeluarkan dekrit pernikahan untuk kita? Apakah Kamu sengaja menolak pernikahan itu?


"Apakah kamu sudah memikirkan konsekuensinya, Jia Li?" tegas Liu Fei, ia merasa harga dirinya direndahkan oleh seorang jendral miliknya.


"Kamu harus tahu, apa pun yang berada di kekaisaran dan di bawah naungan perlindungan kekaisaran Han adalah milik mutlak dari kaisar. Termasuk dirimu, Jia Li.


"Kamu tidak di dalam posisi untuk mengadakan tawar menawar denganku!" ujar Liu Fei dengan murka dan kemarahan yang berusaha untuk ditahan olehnya.


Deg!


Jantung Xiao Ling tercekat, ia merasakan gelora kemarahan membara di jiwa Jia Li, Xiao Ling merasakan tubuhnya gemetar hebat ingin marah.


Syut!


Sebuah anak panah melesat ingin menembus tubuh Jia Li jika tidak secepat kilat gerakan refleks tangan Jia Li yang langsung menangkap panah beracun tersebut.


"Bajingan! Pengawal!" teriak Liu Bei, ia tak menyangka jika ada yang ingin membunuh Jia Li dan Putra Mahkota Liu Fei.

__ADS_1


Liu Bei dan Tan Yu Ji langsung menarik pedang, "Lindungi jenderal Tan Jia Li dan Putra Mahkota Liu Fei?? Bentuk formasi pertahanan?!" terima Tan Yu Ji.


Semua prajurit langsung mengeluarkan pedang untuk menghalau anak panah yang melesat bertubi-tubi ke arah mereka.


__ADS_2