
Xiao Ling memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Tan Yu Ji, "Maaf, aku … tidak bisa melakukannya sedikit lebih rapi. Aku harap saja, ramuannya sudah bekerja dengan baik dan sempurna!" ujar Xiao Ling malu.
Ia merasa jika Tan Yu Ji merasa aneh dengan jahitan yang dilakukan olehnya, "Aku, tidak pernah melakukannya … baru kali ini.
"Aku begitu cemas melihat kau terluka," lanjut Xiao Ling, ia menatap Tan Yu Ji yang langsung menurunkan tangan menatap Xiao Ling.
"Oh, ini … sangat luar biasa, Nona. Anda hebat sekali! Um, kalau boleh tahu, siapakah nama Nona?" tanya Tan Yu Ji, ia ingin tahu.
"Aku berharap suatu saat nanti aku akan menolong dan membalas Budi baik, Nona!" ujar Tan Yu Ji, ia tak ingin berhutang pada seseorang.
"Saya berhutang nyawa pada Anda. Suatu saat nanti saya akan membalasnya," janji Tan Yu Ji.
"Um, tidak perlu, Jendral. Hm, panggil saja aku … Xiao Ling si Wanita Iblis!" balas Xiao Ling, ia hanya diam.
'Apakah ada hutang budi diantara keluarga?' benak Xiao Ling bingung.
Kini, Xiao Ling merasa jika sudah dua orang yang telah mengetahui nama aslinya yaitu : Liu Bei dan Tan Yu Ji.
Xiao Ling berharap jika Tan Yu Ji pun akan memegang teguh janjinya untuk tidak mencari tahu dirinya terlalu jauh.
"Oh, baiklah Nona Xiao Ling," balas Tan Yu Ji, ia mengedarkan pandangan ke seluruh gua yang sangat kecil.
Melihat banyaknya tulang belulang binatang dan sarang burung. Ia termangu, ia tak menduga jika pendekar wanita itu berhasil membawa dirinya sejauh itu dari penginapan.
"Nona, kalau boleh tahu … apakah kita berhasil kabur dari pertempuran itu?" tanya Tan Yu Ji, ia begitu penasaran dengan banyak hal.
"Ya, begitulah! Um, mereka sangat hebat! Jika kita terus bertahan di sana, itu hanya bunuh diri. Sangat bodoh sekali!" ujar Xiao Ling, ia tak ingin mengorbankan diri hanya untuk sesuatu yang tak pasti arah dan tujuan yang sedang dilakukan olehnya.
"Jendral Tan … sebenarnya, ke mana arah kepergianmu?" tanya Xiao Ling, ia penasaran.
Deg!
Jantung Tan Yu Ji, ia tidak menyangka jika pendekar tersebut malah mengenal dirinya.
"Aku melihat plakat di balik pinggangmu, um … itu dari kaisar Liu Bang, bukan?" tanya Xiao Ling, ia memiliki plakat yang sama.
__ADS_1
Walaupun ia berusaha untuk menyimpan sejauh mungkin di dalam saku miliknya agar tidak pernah diketahui lelah siapa pun. Tan Yu Ji menatap kepada wanita bercadar yang masih saja berbaring di seutas tali dengan nyaman.
"Ya, Anda benar sekali!" lirih Tan Yu Ji, ia beruntung karena plakat itu masih berada di sana.
'Wanita ini adalah orang yang baik dan jujur, jika orang lain sudah menggunakan plakat ini untuk tujuan pribadi,' benak Tan Yu Ji.
"Jenderal Tan, ke manakah arah tujuanmu sebenarnya?" ulang Xiao Ling, ia melihat Tan Yu Ji terdiam.
"Saya ingin … ke lembah Ru Yi," balas Tan Yu Ji.
"Oh, apa yang Anda cari di sana? Apakah Anda ingin mengutip upeti juga, begitu?" sindir Xiao ling, ia tahu karena Tan Yu Ji adalah pengawal pribadi Liu Fei.
'Apakah benar, jika Liu Fei adalah dalang di balik semua kerusuhan yang sedang terjadi?' batinnya curiga.
"Bukan. Aku hanya … ingin mengunjungi makam Kakakku. Walaupun … aku tahu … kemungkinan Liu Bei tidak akan pernah mau menunjukkan makam Kakakku.
"Aku ingin tahu, sebuah kebenaran … apa benar Kakakku telah tewas dan dibunuh oleh Xu Zhu Ping?" jawab Tan Yu Ji, ia tersenyum.
"Makanlah! Aku tahu kamu lapar!" tawar Xiao Ling, ia sudah berada di hadapan Tan Yu Ji memberikan sebungkus ikan bakar.
Tan Yu Ji merasa perutnya keroncongan dan butuh asupan nutrisi, ia langsung melahap ikan tersebut dengan diam.
"Um, aku mendengar jika jendral Jia Li sudah tewas … apakah kamu tidak mempercayai pangeran kedua Liu Bei?" sindir Xiao Ling, ia duduk tidak jauh dari Tan Yu Ji.
"Eh, bukan begitu! Aku merasa … sudahlah! Aku akan pergi esok hari ke Lembah Ru Yi," balas Tan Yu Ji, ia tidak ingin memberikan informasi tentang kepergiannya kali ini atas permintaan putra mahkota Liu Fei yang sudah jatuh cinta setengah mati kepada kakaknya.
"Baiklah, kalau begitu!" balas Xiao Ling, ia tidak ingin memaksakan kehendaknya.
***
Sementara di perbatasan Luoyang dan Limen Utara, pertempuran baru saja terjadi di mana Liu Bei telah memenangkan pertempuran bersama bawahannya termasuk anggota Jia Li.
Mereka berhasil mengusir pemberontak, Liu Bei sendiri masih bingung siapa sebenarnya lawan mereka.
'Aku harap Jia Li, melihat kemenangan kami,' benaknya, 'mau sampai kapankah kamu harus kabur Jia Li?' lanjut batin Liu Bei miris.
__ADS_1
Liu Bei merasa kehilangan kala Tan Jia Li pergi dari kehidupan yang selama ini dijalani sang jendral tersebut. Liu Bei ingin bertemu dengan gadis yang unik itu.
Namun, ia tidak tahu harus mencari ke mana. Liu Bei merasa jika selama ini Jia Li selalu menghindar darinya. Sehingga mereka tak pernah bertemu, sandiwara kematian Jia Li sudah memasuki bulan ketiga.
'Jia Li sepertinya tahu arah dan gerakanku. Setiap aku mengejar dirinya dan semakin dekat, Jia Li sudah memutar arah yang berlawanan denganku.
'Apakah dirinya tidak merindukanku?' batin Liu Bei, ia merasa hadir Jia Li begitu berarti.
'Cinta … tidak harus memiliki … omong kosong!' benaknya marah, 'itu hanya ungkapan orang yang patah hati dan tak ingin berjuang!' lanjut batinnya galau.
"Salam Yang Mulia," ujar Lie Feng, ia berlutut sambil mengangkat kedua tangan mengangsurkan sesuatu.
"Bangunlah!" ujar Liu Bei, ia membuka gulungan kertas.
"Apa? Bajingan mana yang memerintahkan semua ini?" ketus Liu Bei, ia tak percaya jika kekaisaran memerintahkan untuk menangkap hidup-hidup pendekar wanita iblis.
"Lie Feng! Dari mana kamu mendapatkan semua ini?" tanya Liu Bei, ia penasaran.
Apalagi, gulungan kertas kedua berasal dari ketua sekte hitam sebagai ketua sekte pendekar aliran sesat yang bernama Qin Chin Kun.
"Bagaimana mungkin Qin Chin Kun mengeluarkan maklumat ini? Apalagi berbarengan dengan titah kaisar? Apa yang sudah dilakukan oleh pendekar wanita iblis ini?" selidik Liu Bei, ia penasaran.
"Maaf Yang Mulia, saya mendengar rumor jika …," Lie Feng langsung menceritakan apa yang didengar dan melihat sisa pertempuran yang luar biasa di sekitar penginapan di kota Luoyang.
"Pendekar wanita iblis ini berhasil menyelamatkan salah seorang pengunjung penginapan di mana teman si pria sudah tewas.
"Aku merasa orang-orang yang tewas adalah prajurit Han di bawah komando Jendral Tan Yu Ji," balas Lie Feng.
"Apa?!" pekik Liu Bei, ia tak menduga jika Tan Yu Ji malah sudah di luar istana.
'Apakah Liu Fei sedang meminta Yu Ji untuk mengamati kejadian di luar istana?' benaknya curiga, 'wanita iblis … aku sangat yakin, itu adalah Jia Li,' batinnya.
Liu Bei masih menatap kedua lukisan tersebut, "Lie Feng, bawalah Lin Wei untuk pergi menyelidiki apa yang sedang dilakukan oleh Yu Ji di penginapan Luoyang?
"Laporkan secepatnya padaku! Jika Tan Yu Ji terluka cari dan temukan dia! Kita harus mengetahui semua kebenaran yang sedang terjadi di sana," ujar Liu Bei.
__ADS_1
Bayangan wajah jendral Jia Li yang menatap dan tertawa juga tersenyum kembali mengusik dirinya, 'Di manakah dirimu, Jia Li? aku merindukanmu,' lirih batin Liu Bei.