
"Baik, Yang Mulia!" jawab keduanya langsung undur diri.
Liu Bei memandang kepergian prajuritnya dan bawahan Jia Li dengan penuh pengharapan, "Semoga saja, mereka secepatnya menemukan Jia Li dan Tan Yu Ji.
"Mengapa kekaisaran mencari dan mengeluarkan emas yang begitu banyak hanya demi mencari Wanita Iblis?" lirih Liu Bei, ia penasaran.
Liu Bei ingin pulang ke istana kekaisaran di Chang An dengan segera tetapi, ia masih memiliki tanggung jawab untuk mengamankan perbatasan menggantikan Jia Li.
'Jia Li, andaikan kamu tidak pergi … semua ini tidak mungkin terjadi. Aku tidak mengerti apa sebenarnya yang kamu inginkan?
'Semua gadis pasti menginginkan kehidupan yang bahagia dan cemerlang bukan sepertimu. Dasar gadis aneh!' umpat benak Liu Bei, ia ke luar dari ruangannya berjalan ke tengah benteng pagar gerbang masuk perbatasan berdiri di tengah pintu gerbang di bagian atas menatap malam sepi.
Liu Bei menatap lurus ke depan di mana di depan adalah Limen Utara bagian dari kekaisaran Han. Akan tetapi, pemberontakan masih saja terus berkecamuk di sana membuat Liu Bei, harus hati-hati setiap waktu karena penyerangan yang dilakukan pemberontak tidak mengenal waktu.
"Terlalu damai," benak Liu Bei, ia menatap langit malam yang dipenuhi gemintang tanpa rembulan. Pekat malam menghipnotis orang untuk tidur. Berbeda dengan para prajurit di perbatasan yang selalu berusaha untuk berjaga mengamankan segala hal.
Suit! Suit!
Liu Bei melihat kilau senjata diantara gelapnya pepohonan, ia langsung bersiul untuk membangunkan para penjaga dan prajurit untuk bersiap jika ada serangan mendadak.
"Bersiagalah! Ada penyusup!" ujar Liu Bei, ia langsung menatap lurus ke depan.
Baju zirah yang dikenakannya hampir tidak pernah lepas dari tubuh, ia mengingat Jia Li yang selalu nyaman dengan baju zirah yang dikenakan sejak awal pertemuan.
'Pantas saja Jia Li terlalu nyaman memakai baju zirah miliknya karena hampir tidak pernah lepas dari tubuh. Jia Li yang malang …." Liu Bei membayangkan baju zirah Jia Li yang masih tergantung di ruangan kamarnya.
Liu Bei selalu membawa baju zirah tersebut jika ia rindu pada si pemilik maka, ia selalu memakainya. Liu Bei merasa harum tubuh Jia Li masih berada di sana. Memberi semangat dirinya dan terus mengatakan, "Aku masih di sini di dunia ini bersamamu."
'Andaikan Ayahanda tahu jika yang diburunya adalah jendral kesayangannya, apa yang akan dilakukannya?
'Apakah Ayahanda akan menarik kembali titahnya? Lagian, apa yang sudah dilakukan oleh Jia Li?' batin Liu Bei bingung, ia tak habis pikir.
Kilauan pedang menjauh dan tak mendekat, Liu Bei sedikit lega. Namun demikian,ia masih terus berjaga dan tak ingin melonggarkan penjagaan.
Liu Bei hampir kehilangan kontak dengan dunia di kekaisaran dan kota-kota besar, ia hanya terus berlari dari satu benteng ke benteng perbatasan lain di mana tindak kejahatan sering terjadi.
__ADS_1
'Aku tak ingin jika semua itu hanyalah sebuah jebakan!" benaknya, ia tidak ingin tertipu dan terjerat akan jebakan musuh yang selalu memiliki seribu satu macam cara untuk menyerang dan menghancurkan perbatasan.
'Raja Liang Wu, sudah mengatakan,' Jika perbatasan Limen pun sering diserang sehingga ia meminta kekaisaran untuk berjaga.' ini sungguh ironis.
'Mengapa seluruh Han menjadi kacau-balau? Mengapa penyerangan tidak bisa terdeteksi? Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini? Apakah ada orang dalam di kekaisaran?
'Sehingga apa yang dilakukan selalu saja tidak membuahkan hasil. Hanya Jia Li yang tidak mampu mereka prediksi karena ia tak pernah kembali dari perbatasan, ia hanya berurusan dengan Ayahanda saja.'
Liu Bei terus berpikir akan segala kemungkinan, ia mencoba untuk mencari cara menjebak musuh. Tetapi, ia sama sekali belum memiliki orang yang dicurigai selain Sarnai si selir Liu Fei.
'Selir Sarnai … apakah mungkin?' benaknya, ia pernah melihat sepak terjang Sarnai di lembah Orkhon.
Namun, kala ia pulang ke istana kekaisaran ia melihat jika Sarnai begitu gemulai dan lembut bahkan sudah berulang kali Liu Bei berusaha untuk menguji kekuatan Sarnai selalu saja tidak membuahkan hasil.
'Jika benar Sarnai adalah perempuan di lembah Orkhon itu maka, ia benar-benar pintar bersandiwara untuk mengelabuiku dan banyak orang terutama Liu Fei,' batinnya curiga.
Derap langkah kuda memasuki pintu gerbang perbatasan dengan kencang, "Siapa dia?!" teriak Liu Bei, ia ingin para penjaga melihat siapa yang masuk.
"Tuan! Itu sepertinya Wenwen?!" teriak Zhaozhao yang langsung mengenali kuda komandannya.
"Wenwen?!" sambut Liu Bei, ia kembali melongokkan wajah memandang ke bawah di pintu gerbang di mana wenwen meringkik seakan ingin melaporkan sesuatu.
Ngiiik!
Wenwen mengangkat kaki ke atas dan langsung menghempaskan ke tanah, ia memutar tubuhnya meminta Liu Bei untuk ikut bersamanya.
"Wenwen! Ada apa? Apa yang terjadi denganmu?" tanya Liu Bei, ia ingin mengatakan dan menyebut nama Jia Li tetapi ia takut jika anak buahnya tahu jika Jia Li masih hidup.
"Kau ingin aku ikut?" tanya Liu Bei, ia membelai punggung wenwen yang langsung merendahkan tubuhnya.
"Baiklah! Kalian tetaplah berjaga dan bersiaga! Jangan kendorkan perbatasan! Zhaozao dan Lu Jen ikutlah denganku! Yang lain tetaplah gunakan formasi seperti yang biasa!" perintah Liu Bei, ia langsung melesat naik ke punggung wenwen yang langsung melaju kencang berlari menembus malam memasuki kota Luoyang.
Di belakang wenwen Lu Jen dan Zhaozhao mengikutinya dengan kuda mereka tanpa suara dan bicara bersiaga akan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Wenwen memasuki hutan bambu, ia bisa tiba di sana karena Paopao selalu memberinya informasi di mana keberadaan pemilik mereka berdua. Sehingga wenwen maupun Paopao selalu bisa menemukan Jia Li di mana pun.
__ADS_1
Suara pertempuran bergema dari tengah hutan bambu, "Siapa yang sedang bertempur?" tanya Liu Bei pada wenwen yang masih terus memasuki hutan bambu menembus pekatnya malam.
Di depan mereka seorang pria terluka dan wanita berbaju merah dengan cadar masih terus bertempur dengan 20 orang perampok dan penjahat yang dicari kekaisaran. Mereka menginginkan kepala wanita iblis yang akan ditukar dengan 10.000 tael emas.
"Jia Li … Tan Yu Ji?" lirih Liu Bei, ia langsung melesat membantu keduanya yang sudah mulai terdesak.
'Apakah Jia Li terluka? Tidak mungkin dirinya selemah itu jika hanya mengalahkan perampok ini!' benak Liu Bei, ia melihat ke arah perampok.
"Bangsat, ternyata perampok dan pembunuh bayaran yang paling dicari di dunia persilatan! Kekuatan mereka begitu mengerikan!" umpat Liu Bei, ia menyadari siapa musuh mereka sebenarnya.
Trang!
Liu bei menangkis serangan Jian Po dengan tombak lebarnya yang panjang membuat semua penjahat kelas kakap di dunia persilatan mundur.
"Hahaha, ternyata jendral dan pangeran kedua Liu Bei! Phih! Minggirlah, wanita ini milik kami! Kau seorang pangeran, tidak butuh wanita ini. Kau sudah sangat kaya!" teriak salah satu pria dengan wajah mengerikan dengan seribu luka di wajah.
"Daerah ini masih kekuasaan Kekaisaran Han, apa pun yang ada di wilayah Han itu masih milik kaisar. Kalian adalah penjahat dan pembunuh bayaran yang sedang buron!" teriak Liu Bei, ia bersyukur menemukan mereka.
Namun, ia tahu jika mereka pun kalah jumlah apalagi Liu Bei melihat jika Tan Yu Ji terluka parah, ia sudah terduduk di pohon bambu memegang lukanya yang terbuka dan berdarah lagi.
"Lu Jen dan Zhaozhao bawa dan selamatkan Jendela Tan Yu Ji, bawa dia ke perbatasan Luoyang dan segera obati!" perintah Liu Bei.
"Baik Yang Mulia, lalu bagaimana dengan Anda?" tanya Zhaozhao, ia merasa tak ingin meninggalkan Liu Bei.
"Jangan pikirkan aku! Aku pasti selamat," ujarnya.
Zhaozao melihat ke arah wanita iblis yang sedang dicari seantero Han. Zhaozao sedikit khawatir jika wanita iblis itu akan membunuh Liu Bei.
"Yang Mulia bagaimana jika ini jebakan?" tanya Lu Jen khawatir.
"Percayalah kepadaku! Tolong Tan Yu Ji terlebih dulu! Ini perintah!" teriak Liu Bei, hak itu membuat keduanya langsung melesat menarik tubuh Tan Yu Ji ke punggung kuda Zhaozhao dan melesat kabur sedangkan Lu Jen berusaha melindungi Zhaozhao dan Tan Yu Ji dari serangan musuh.
Trang! Tring!
Pedang Lu Jen menangkis serangan dari pisau terbang juga musuh yang melesat ingin membunuh Tan Yu Ji.
__ADS_1
Syut!
"Biarkan mereka pergi Bangsat!" teriak Xiao Ling murka, "jika kalian tidak berlaku curang dengan meniupkan obat tidur! Aku dan Yu Ji tidak akan semudah ini kalian taklukan!" teriak Xiao Ling marah.