Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Munculnya wanita iblis lain


__ADS_3

Setelah makan Xiao Ling kembali menyelinap ia kembali memakai cadarnya dan mencari sela untuk kabur dari biara, ia melihat di mana-mana tentara prajurit Han sedang berpatroli dan berjaga-jaga.


'Aduh, bagaimana aku bisa kabur kalau begini?' benak Xiao Ling, ia merasa semua pintu masuk dijaga dengan ketat.


Xiao Ling mencari pintu ke luar yang lain lagi-lagi buntu, Xiao Ling memutuskan untuk kabur lewat atap ia sedikit girang tidak melihat adanya penjagaan dengan ketat di bagian atap biara.


Sehingga memudahkan Xiao Ling berjalan di sana dengan ilmu peringan tubuh yang sangat dikuasai oleh tubuh Jia Li. Xiao Ling tidak habis pikir bagaimana dan sekana apa Tan Jia Li mempelajari semua itu.


Namun, saat ia ingin melesat kabur ia melihat keributan kala hujan anak panah mulai berhamburan memasuki biara Shaolin, membuat semua murid dan prajurit terperanjat tidak menduga jika ada serangan mendadak.


'Apa yang terjadi?' benak Xiao Ling, ia bersembunyi tiarap di atap biara menghindari hujan anak panah yang berdesing masuk mencoba untuk membunuh siapa saja yang mencoba untuk melawan.


'Bukankah kedatangan Liu Fei dirahasiakan? Mengapa sampai bocor?' benak Xiao Ling, ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


Prajurit Han mencabut pedang untuk menghindari tusukan anak panah yang datang yang sudah menempel di dinding, tiang, bahkan tanah di kawasan biara dan murid biara berjumpalitan mencoba untuk melawan menggunakan tongkat.


"Tutup pintu gerbang!" teriak Yan'er, "jangan biarkan musuh masuk!" lanjut Yan'er berteriak memberi instruksi sebagai kakak tertua setelah Liu Bei.


Trang! Tring!


Bunyi pernah dan tongkat besi menghalau hujan anak panah yang masih saja terus menyerang.


"Lindungi Putra Mahkota dan pangeran kedua!" lanjut Yan'er, ia dan murid biara Shaolin langsung melesat meraih tongkat dan membagikannya kepada semua murid biara Shaolin.


'Aduh, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?' benak Xiao Ling, ia merasa bingung.


'Jika aku muncul, biara Shaolin akan dikatakan telah melindungi penjahat sepertiku. Bajingan! Sejak kapan sih, aku jadi penjahat? Memang apa yang sudah aku lakukan?' benaknya tidak terima.


'Sebaiknya aku tunggu saja, apa yang akan terjadi selanjutnya! Lagian, Biksu Ching Fei sangat hebat, ada Liu Bei juga!' benak Xiao Ling, ia berspekulasi jika biara akan aman sentosa tanpa dirinya turun tangan.


'Apalah aku?!' benak Xiao Ling, 'aku hanyalah jiwa yang mendekam di tubuh seorang jendral hebat!' batinnya.

__ADS_1


Xiao Ling masih terus mengamati dan melihat beberapa orang melesat memasuki biara berdiri di lapangan, hujan anak panah terhenti seketika kala musuh memasuki pelataran biara.


'Bukankah itu …,' benak Xiao Ling, ia mengingat jika musuh yang melesat masuk adalah pendekar dari aliran sesat yang bertemu dengannya di penginapan sekitar Luoyang.


"Siapa kalian?! Apa yang kalian lakukan di tempat suci ini?!" teriak Liu Bei lantang, ia merasa marah karena rumah keduanya sejak ia kecil telah tinggal di sana malah diserang dengan begitu brutal.


Liu Bei tak ingin ada orang yang ingin mengacak-acak tempat keramat tersebut. Baginya siapa pun yang telah melakukan hal itu adalah musuh.


"Hahaha! Jenderal Liu Bei! Oh, bukan … putra kedua Kekaisaran Han, aku baru tahu engkau berada di sini? Bukankah seharusnya engkau berada di perbatasan?" suara bergema tanpa wujud.


"Kau seharusnya menggantikan wanita pujaan hatimu yang paling kau kasihi, bukan?" lanjut suara itu.


Ucapan dari kalimat yang berdengung seakan menggunakan sebuah toa jika di kehidupan modern bergema di seluruh biara dan gunung Kunlun.


Liu Fei dan Liu Bei saling pandang, keduanya merasa jika apa yang ditakutkan selama ini benar adanya. Liu Bei merasa telah menyakiti hati saudaranya sedangkan Liu Fei merasa jika kecurigaannya selama ini adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa ditawar lagi.


"Tunjukan wajahmu!" umpat Liu Fei, ia berdiri di belakang Liu Bei sejajar dengan para biksu termasuk biksu Ching Fei dan semua murid Shaolin dan prajurit Han yang ingin melindungi putra mahkota dan para biksu tertua.


"Kau?!" teriak Liu Bei, ia melihat seorang gadis berpakaian merah dan bercadar berwarna senada sangat mirip dengan Xiao Ling si Wanita Iblis.


'Xiao Ling?! Apakah itu dia?' batin Liu Bei, 'apa yang ingin dilakukannya! Xiao Ling, kau benar-benar mengundang kematianmu!' lirih batin Liu Bei.


Liu Bei tidak menduga jika Xiao Ling yang sudah diperingatkan untuk terus bersembunyi malah muncul begitu saja bersama para pendekar dari aliran sesat.


Glek!


Liu Bei menelan ludah, ia bingung harus bagaimana jika harus memilih antara Xiao Ling dan Liu Fei sebagai seorang putra mahkota yang seharusnya dilindungi atau jendral Jia Li yang sangat disayangi juga dikagumi olenya.


"Bentuk formasi! Tangkap wanita iblis itu!" perintah Liu Fei, ia begitu berhasrat ingin menangkap orang nomor satu yang telah meresahkan Kekaisaran Han.


"Kau telah melukai selir Sarnai! Kau harus mendapatkan hukuman!" hardik Liu Fei.

__ADS_1


Deg!


'Apa?! Kapan aku melukai Sarnai?' benak Xiao Ling di atas atap.


'Bajingan! Jangan-jangan wanita inilah yang telah merusak reputasiku! Waduh, gara-gara dia, aku menjadi buronan yang paling dicari!" umpat Xiao Ling kesal.


Xiao Ling ingin melesat turun tetapi, ia mengurungkan niatnya. Ia masih berpikir dengan cepat, "Aku lihat saja, apa yang ingin dilakukan oleh wanita itu?


'Apa yang menjadi tujuannya sebenarnya?" benak Xiao Ling, ia pun kembali bersembunyi menantikan apa yang akan terjadi.


Xiao Ling melihat kemarahan di mata Liu Fei, 'Hm, pantas saja Liu Fei sangat murka! Ternyata wanita itu telah melukai Sarnai? Hm, benarkah?' benak Xiao Ling penasaran.


"Yang Mulia, jadi wanita iblis ini melukai selir Sarnai begitu?" tanya Liu Bei, ia ingin memastikannya.


"Ya, wanita iblis ini hampir saja membunuh Sarnai. Untung saja, Sarnai hanya pingsan dan luka ringan, jika tidak aku pasti sudah kehilangan dua orang yang aku sayangi di tahun ini," ujar Liu Fei, ia mengingat Jia Li dan Sarnai.


Liu Bei hanya diam ia tak ingin menimpali apa pun, ia dan Liu Fei sama-sama mencintai satu wanita yaitu : Jendral Tan Jia Li yang luar biasa gagah dan cantik.


"Ayo, lawan aku! Sayang sekali, aku tidak bisa membunuh selir Sarnai. Andaikan bisa itu adalah hal yang paling aku inginkan!" ketus wanita berbaju merah yang menyamar menjadi wanita iblis.


"Tangkap dan serang dia! Jangan biarkan wanita iblis itu lolos!" perintah Liu Fei.


Semua prajurit Han maju ingin menyerang wanita iblis. Namun, hujan anak panah kembali terjadi membuat para prajurit Han kembali berjatuhan.


Liu Bei melesat menangkis anak panah yang mencoba melukai Liu Fei, "Mundurkan, Yang Mulia!" ujar Liu Bei, ia tidak ingin Liu Fei terluka.


"Amithopo! Sepertinya wanita iblis itu sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik! Dia dan pasukannya mengetahui kedatangan Yang Mulia," ujar Biksu Ching Fei.


"Anda benar sekali Biksu, mereka sudah merencanakan semua ini dengan matang. Aku curiga jika ada pengkhianat di kekaisaran! Hanya orang-orang tertentu yang tahu aku kemari untuk bersembahyang dan membicarakan politik," balas Liu fei, ia tidak tahu harus bicara dengan siapa lagi mengenai banyak hal.


'Sial, Tan Yu Ji malah belum ada kabar sama sekali! Berita terakhir yang aku dengar jika dirinya sedang terluka dan diselamatkan oleh wanita iblis.

__ADS_1


'Apakah wanita iblis ini telah membunuhnya?' benak Liu Fei, ia hanya mempercayai Tan Yu Ji.


__ADS_2