
"Heh! Phih kau tahu apa Jendral. Kau tidak tahu bagaimana caranya untuk mempertahankan dan menjalankan ekonomi kekaisaran.
"Kembalilah ke perbatasan! Tempatmu bukan di sini! Kau tidak ada urusannya dengan semua ini!
"Menyingkirlah! Apakah kau ingin menentang titah dari Yang Mulia Kaisar Liu Bang? Kau akan dituduh sebagai pengkhianat!" umpat si prajurit, ia tak peduli dan tidak merasa takut walaupun lehernya sudah dikalungi pedang oleh Xiao Ling.
"Aku tidak membangkang, tapi aku tidak yakin jika kaisar Liu Bang yang memerintahkan semua ini. Aku akan menyeret kalian ke istana untuk mempertanggung jawabkan semua yang kalian perbuat!" ketus Xiao Ling.
Ia ingin membawa prajurit dan melaporkan sepak terjang musuh yang sudah semena-mena terhadap rakyat.
Syut!
Akan tetapi, belum lagi Xiao Ling meringkus prajurit tersebut seseorang dari tempat persembunyian langsung menyerang Xiao Ling dengan melontarkan pedang ke arahnya.
"Bajingan!" umpat Xiao Ling langsung menghindari tebasan pedang dengan bersalto di udara secepat kilat untuk menghindari pedang yang sengaja dilontarkan oleh seseorang.
"Siapa Kau?! Dasar bajingan! Kutu kupret! Berani sekali kau menyerangku dengan bersembunyi.
"Jika kau seorang yang jantan! Jangan melakukan kecurangan!" kecam Xiao Ling, ia langsung mendarat ke tanah dan masih mengedarkan pandangan.
'Melihat caranya mengendalikan pedang ini, aku sangat yakin kalau si penyerang bukanlah orang sembarangan. Tapi, siapa?' batin Xiao Ling kesal.
Xiao Ling tidak melihat siapa pun di balik rerimbunan pohon persik dan mangga di sekitar mereka, "Hei, keluar kau Bajingan!" teriak Xiao Ling.
Akan tetapi, tiada pergerakan yang jelas terlihat di sana yang ada hanya deru angin yang berhembus lembut.
Xiao Ling masih memusatkan perhatian pada musuh yang telah menyerangnya dengan diam-diam, hingga ia tidak menyadari jika para prajurit mulai bergerak ingin menyerang dirinya.
'Aku sangat yakin, kalau Nona Xu Zhu Ping yang telah menolong kami. Aku harus melenyapkan jendral Jia Li, jika tidak ini akan sangat bahaya!' batin prajurit angkuh.
"Serang jenderal Tan Jia Li! Jangan biarkan dia bebas!" teriak prajurit angkuh yang langsung melesat menyerang Xiao Ling dari atas kuda dengan menebaskan tombak ke arah Xiao Ling.
Trang! Tring!
Pertempuran kembali terjadi, Xiao Ling langsung melakukan perlawanan kala gerombolan prajurit mengeroyok dirinya.
__ADS_1
'Sialan! Mereka ingin melenyapkan diriku! Mereka kira mereka itu siapa, heh?!' geram Xiao Ling, ia langsung mengerahkan kekuatannya untuk menghancurkan musuh dengan secepat kilat.
"Hahaha, kau tidak akan mungkin bisa menghindari pedang dan tombak kami, Jendral. Meskipun kau adalah wanita hebat! Kau sama sekali tidak ada artinya bagi kami!" hina prajurit tersebut.
"Yang Mulia, saya mohon! Ampunilah jendral Jia Li, kami akan memberikan semua upeti," ucap kepala desa, ia takut terjadi sesuatu hal pada jendral Jia Li yang begitu baik kepada mereka.
"Hahaha, percuma kau memohon kepadaku. Aku akan melenyapkan siapa saja yang mencoba untuk menghalangi tugasku!" umpat prajurit tersebut.
"Pak, Kepala Desa, minggirlah! Tidak usah mengkhawatirkan diriku, berdoa saja agar aku baik-baik saja!" ujar Xiao Ling, ia langsung melesat dengan kecepatan yang luar biasa menebaskan pedang memutarnya dengan cepat hingga menebas setia tombak dan pedang yang menyerangnya.
*Ayo, maju!" teriak Xiao Ling, ia berusaha untuk menahan amarah dan menguatkan jiwa raga saat pedangnya menebas setiap anggota tubuh prajurit yang menyerangnya.
Xiao Ling berniat tidak ingin melukai musuh, ia hanya menotok nadi musuh hingga tak bergerak sama sekali. Semua prajurit terkesiap termasuk prajurit yang angkuh.
"Bajingan! Lepaskan kami!" teriak prajurit angkuh tersebut, ia tidak menduga jika Xiao Ling malah tidak berniat membunuh mereka.
"Tidak akan! Aku akan menyeret kalian semua ke hadapan Yang Mulia Kaisar. Aku ingin tahu, apakah beliau yang telah memberikan titah ini.
"Jika tidak, aku akan pastikan kalian mendapatkan hukuman yang setimpal!" ancam Xiao Ling, "Tuan Kepala Desa, aku ingin kalian mencari tali tambang untuk mengikat mereka semua!
"Baik, Nona Jendral!" jawab kepala desa dengan cepat, ia dan beberapa warga langsung mencari tali tambang tersebut.
Bruk! Bruk! Bruk!
Namun, belum lagi mereka berhasil mengikat prajurit hal yang tidak mereka duga pun terjadi. Satu per satu prajurit berjatuhan seakan ada kekuatan tak kasat mata menyerang mereka.
"Aaa!" teriak kesakitan para prajurit yang berjatuhan ke tanah
Xiao Ling tidak menduga jika serangan jarum beracun langsung menyerang semua prajurit hingga terkapar tewas.
"Dasar Biadab!" umpat Xiao Ling, ia mengedarkan pandangan dan menangkis serangan jarum beracun yang tidak diketahui siapa pemiliknya.
Tring! Tring!
"Woy! Jangan kabur!" teriak Xiao Ling, ia melihat siluet bayangan hitam kabur menjauhi tempat kejadian.
__ADS_1
Xiao Ling yang merasa kesal langsung melesat mengejar siluet bayangan yang telah jauh menghilang.
"Bajingan! Ke mana dia?" lirih Xiao Ling, ia kehilangan jejak.
Xiao Ling tidak menduga jika musuh menggunakan cara curang untuk membungkam semua prajurit agar tidak membongkar kedok siapa dalang yang telah memerintahkan mereka
'Bajingan! Apa yang sudah terjadi sebenarnya?' benak Xiao Ling, ia tak mengerti, 'jangan-jangan … mereka menjebakku lagi?' batinnya.
Xiao Ling tidak ingin terjebak untuk kedua kali, ia kembali ke desa dan benar saja warga desa di lembah Ru Yi telah diserang oleh orang-orang bertopeng.
Namun, Xiao Ling bersyukur karena ia melihat Liu Bei di sana menghalangi para penyerang yang ingin membunuh warga.
"Kau selalu saja mengikuti emosimu Jendral! Tidak bisakah kau berpikir jernih untuk sesaat saja!" ketus Liu Bei kesal, ia sedikit bahagia melihat Jia Li masih segar bugar tanpa ada terluka sedikit pun.
"Phih!" dengus Xiao Ling, ia tidak tahu harus berkata apa.
Xiao Ling masih sedikit malu mengingat semua kalimat kata cinta yang telah diucapkan tadi malam dengan hasil bertepuk sebelah tangan.
"Aku tidak memintamu untuk menolongku!" jawab Xiao Ling lugas.
Xiao Ling berusaha dan menampik jika dirinya seakan-akan tidak membutuhkan bantuan pangeran tersebut meskipun dirinya tahu, ia sangat bersyukur akan semua pertolongan Liu Bei di dalam menyelamatkan para warga Lembah Ru Yi.
"Aku tidak berniat menolong dirimu! Tidak usah Ke-PD-an. Aku hanya ingin menolong warga!" ujar Liu Bei, ia sedikit malu karena Jia Li tahu dan memahami kehadirannya di sana.
"Hahaha, aku sangat yakin kau masih mengikuti dan mencari diriku! Kau pasti merindukanku bukan?" teriak Jia Li, ia masih menebaskan pedang kepada musuh.
"Um, apakah ini prajurit Iblis yang dikirim oleh Kong Tian?" ucap Xiao Ling, ia menyadari dari pakaian yang dikenakan musuh adalah seragam dari prajurit iblis milik Kong Tian yang di gurun.
"Dasar … perempuan gila!" lirih Liu Bei, ia merasa hawa panas menjalar di wajahnya.
Liu Bei dan Xiao Ling kembali bertempur, "Bibi Gu! Ajak semua orang bersembunyi!" teriak Xiao Ling, ia melihat bibi Guakah berniat ingin membantu dirinya.
"Tapi, Nona Jia?!" jawab Bibi Gu, ia tak ingin diam saja.
"Percayalah kepada kami! Apalagi, pangeran Liu Bei bersama kita!" teriak Xiao Ling di antara tebasan dan kelitan pedang yang diayunkannya ke arah musuh juga mengelak dari serangan pedang ke arah tubuhnya.
__ADS_1
Liu Bei terdiam, ia sama sekali tidak menduga akan semua kejujuran yang diucapkan oleh Jia Li. Liu Bei hanya ingin menyamar dan tak ingin kehadiran dirinya akan membuat masalah baru lagi bagi mereka berdua dan para warga Lembah Ru Yi.