
"Aku tidak percaya jika Jia Li tewas! Aku yakin semua ini adalah konspirasi dari Jia Li dan Liu Bei. Kemarin aku tidak percaya jika keduanya memiliki hubungan terlarang.
"Tapi, kini … aku percaya dan naluriku tidak akan mungkin bohong! Mereka memiliki hubungan!" umpat Liu Fei, ia benar-benar murka.
Untuk pertama kalinya, Liu Fei curiga kepada adik yang selama ini paling disayanginya. Liu Fei tidak menduga jika Liu Bei malah berniat menusuknya dari belakang hanya ingin memiliki tunangannya.
'Aku harus mencari tahu! Jika kecurigaanku benar, aku akan membunuh mereka berdua!' benaknya, ia tak peduli dengan banyak hal.
Liu Fei hanya ingin menikah dan mempunyai Kiki Jia Li, jendral hebat yang sangat luar biasa. Liu Fei mengingat jika peramal mengatakan, "Siapa pun yang akan menikahi gadis Phoenix yang hebat maka, ia akan menjadi kaisar selanjutnya yang akan membawa kedamaian dan ketentraman bagi Han.
"Bahkan, bisa menyatukan seluruh Tiongkok!" ucapan paranormal itu masih terus terngiang-ngiang di benak Liu Fei, hingga ia merasa menginginkan Jia Li lebih dari apa pun.
Selain itu, ia telah jatuh cinta pada jendral hebat nan cantik tersebut. Liu Fei tidak menduga jika putri dari menteri penasihat kekaisaran Tan Xi Kin begitu cantik dan membuat jiwa raganya bergetar.
"Tan Yu Ji!" teriak Liu Fei, ia memanggil jendral yang selalu melindunginya selama ini.
"Ya, Yang Mulia!" balas Tan Yu Ji, ia memberikan penghormatan dan menanti perintah yang akan diberikan oleh Liu Fei.
Tan Yu Ji sudah mengetahui jika kakaknya telah mangkat, ia sendiri tidak percaya akan hal itu. Akan tetapi, Tan Yu Ji tidak ingin berspekulasi dan ia berpikir jika Tan Jia Li memiliki suatu alasan yang masuk akal mengapa dirinya harus meninggalkan semua kemewahan dan nama hebatnya.
"Yu Ji, aku ingin kamu menyelidiki kematian Tan Jia Li. Aku sama sekali tidak percaya jika jenderal hebat itu akan mudah tewas dengan cara yang mengenaskan.
"Apalagi, kita tidak tahu di mana makamnya? Liu Bei pasti menyembunyikan suatu rahasia!" ujar Liu Fei, "apakah kamu yakin, jika kakakku itu tewas, hah?" tanya Liu Fei.
Liu Fei menatap wajah Tan Yu Ji yang hanya diam tak bicara apa pun hanya mengisyaratkan sebuah kesedihan yang dalam.
"Yang Mulia, saya rasa … baiklah saya akan menyelidikinya," balas Tan Yu Ji, ia tak ingin jika putra mahkota akan semakin curiga jika dia pun ikut melakukan konspirasi untuk menentang pernikahannya bersama Tan Jia Li.
"Kau harus melaporkan segalanya, ada apa sebenarnya dan siapa yang telah melakukan serangan di lembah Ru Yi? Aku ingin tahu, Jia Li bertarung dengan siapa terakhir kalinya," titah Liu Fei, ia ingin mengetahui segala-galanya.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia!" balas Tan Yu Ji, ia undur diri ia merasa ingin bertemu dengan Liu Bei.
Namun, ia tak ingin jika mata-mata yang dikirimkan oleh Liu Fei yang terus mengawasi gerak-gerik dirinya dan keluarganya akan semakin murka.
'Putra Mahkota begitu menyukai kakak Jia Li. Aku rasa, andaikan aku bukan adiknya aku juga menyukainya,' lirih benak Tan Yu Ji, ia mengingat siluet wajah dingin dan hanya diam saja memandangnya meskipun berulang kali mereka saling pandang dan membuang wajah.
'Sayang sekali, aku belum begitu mengenalnya. Andaikan waktu bisa kuulang kembali aku sangat ingin bertemu dengan kakak Jia Li kembali.
'Aku ingin bicara banyak hal dan mengatakan apa yang selama ini telah terjadi. Bahwa ayahanda begitu merindukan dirinya hingga sakit,' lanjut batin Tan Yu Ji, ia terus berjalan melewati paviliun kediaman putra mahkota hingga melewati istana harem.
Di jalan ia bertemu dengan selir Sarnai yang ingin mengunjungi putra mahkota, "Salam Yang Mulia Selir Sarnai!" sapa Tan Yu Ji, ia tidak ingin dikatakan sebagai pembangkang.
"Bangunlah! Syukurlah, pada akhirnya kau semakin tahu kedudukan kamu. Keluarga Tan tidak akan mungkin mampu bersaing untuk semakin dekat dengan Kekaisaran.
"Bahkan, Dewa pun tidak mengizinkan gak itu. Malang sekali, impian keluarga Tan harus hancur.
"Aku turut berduka cita atas kematian Jendral Jia Li, sayang sekali! Aku sangat yakin, jika Nyonya Tan sangat kecewa mengetahui jika pionnya telah meninggal.
"Permisi Yang Mulia, saya sangat terburu-buru karena Putra Mahkota memintaku untuk menyelidiki kematian Kakak saya dan beliau sangat yakin jika kakak saya belum meninggal.
"Bayangkan oleh Yang Mulia, jika saya terlambat untuk mengabari tentang pujaan hatinya," sindir Tan Yu Ji, ia tersenyum membalas sindiran Sarnai terhadap ibu dan keluarganya, Tan Yu Ji melihat kilatan amarah di wajah Sarnai.
'Bajingan! Jadi, Liu Fei sudah semakin berani dan terang-terangan meminta Yu Ji untuk menyelidiki kematian Jia Li? Ini tidak bisa dibiarkan.
'Jika semua terungkap, posisiku akan terancam. Aku tak ingin jika Liu Fei atau siapa pun mengetahui jika akulah dalang di balik semua ini," benak Sarnai, ia mulai waspada.
Apalagi, ia tahu jika Zhu Tong telah tewas karena Xu Zhu Ping telah melihat segalanya, 'Sialan! Jia Li pasti belum mati.
'Jika Liu Fei tahu maka, ia akan menikahinya. Itu tidak boleh dibiarkan! Hanya akulah yang pantas menjadi permaisuri dan ratu Kekaisaran Han!' benak Sarnai, ia tidak ingin impian dan rencana yang sudah disusunnya mati-matian harus hancur seketika.
__ADS_1
"Permisi Yang mulia!" pamit Tan Yu Ji setelah melakukan penghormatan.
Sarnai hanya diam dan melanjutkan perjalanannya menuju ke istana putra mahkota, "Dayang Lu, minta Xu Zhu Ping ke istana Magnolia malam ini," pintanya.
Sarnai ingin Xu Zhu Ping mengunjunginya ke kediamannya di istana harem, "Usahakan agar tak seorang pun yang tahu kedatangan Xu Zhu Ping!" ujarnya, ia tak ingin jika selir Liu Fei yang lain akan mengetahui kedatangan pendekar racun aliran sesat yang sangat ditakuti di dunia ke Kekaisaran.
Apalagi, mengetahui jika dirinya berteman dekat dengan musuh kekaisaran, ia tak ingin dihukum dan dikatakan sebagai pengkhianat sebelum niatnya menguasai Kekaisaran tercapai.
"Baik, Yang Mulia!" balas Dayang Lu, ia pun langsung undur diri digantikan oleh dayang yang lain.
"Ayo, kita lanjutkan!" ajaknya terus berjalan hingga memasuki istana putra mahkota.
Sarnai melihat ruangan Liu Fei berantakan dengan segala sesuatu yang sudah pecah berhamburan di lantai belum lagi kursi dan meja sudah terbalik. Semua dayang berlutut ketakutan begitu juga dengan prajurit pengawal putra mahkota.
Sarnai terdiam, 'Bajingan ini, benar-benar menyukai Jia Li, dia bahkan tak pernah begini terhadapku!' batin Sarnai, ia berdiri di ambang pintu mencari Liu Fei yang tidak terlihat batang hidungnya.
"Bereskan tempat ini!" perintah Sarnai pada para dayang putra mahkota yang langsung membungkuk dan mengerjakan semua yang diperintahkan.
Sarnai terus memasuki istana dengan anggun, ia melihat Liu Fei berdiri di balkon memandang ke kolam di luar istana yang indah.
"Salam Yang Mulia! Sarnai ingin mengajak Anda untuk makan siang," ujarnya sedikit membungkuk dan bersikap semanis madu.
"Ada apa Sarnai? Aku tidak ingin makan! Pergilah engkau makan! Aku tidak ingin bertemu dengan siapa pun" jawab Liu Fei dingin, ia masih saja membayangkan wajah Jia Li kala dirinya menolong jendral hebat tersebut.
"Yang Mulia, saya tahu Anda sangat kehilangan Jendela Jia Li. Tapi, jika Anda sakit bagaimana dengan Kekaisaran? Lagian, belum tentu juga jendral Jia Li tewas. Hamba sangat yakin jika jendral Jia Li masih selamat di luar sana.
"Kita tidak tahu apa yang sedang direncanakannya bersama pangeran Liu Bei," ucap Sarnai, ia ingin mengadu domba adik kakak tersebut.
Sarnai melihat jika pangeran Liu Bei, begitu menyukai Jia Li saat di lembah Orkhon, ia merasa jika keduanya memiliki hubungan spesial dan terlarang.
__ADS_1
'Aku harus menggunakan kedekatan Liu Bei dan Jia Li, untuk menyingkirkan keduanya. Bagiku, mereka berdua sebagai duri yang akan terus menghambat diriku mencapai impianku,' batin Sarnai.