Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Satu demi satu musuh berjatuhan


__ADS_3

'Apakah mungkin Jendral Jia Li belum tewas? Apakah mungkin dia bangkit dari kuburnya? Itu tidak mungkin! Ini pasti ada kesalahan!' benak Kong Tian, ia masih mengawasi dan mengamati seluruh tubuh Xiao Ling.


Kong Tian berusaha untuk mengingat secara detail tubuh Jenderal Jia Li dan berharap ia menemukan setitik kesamaan sebagai jawaban penasaran yang sedang dirasakan olehnya.


'Dari segi tinggi tubuh benar adanya, sial! Andaikan aku bisa membuka cadarnya!' benak Kong Tian, ia langsung melesat dengan cepat berusaha menyerang Xiao Ling dengan gerakan yang sulit dibaca oleh lawan biasa


Namun, Kong Tian tidak menduga jika Jia Li malah begitu mudah membaca setiap gerakan yang dilakukannya.


"Bajingan! Siapa kau yang sesungguhnya Wanita Iblis! Apa hubunganmu dengan Jenderal Jia Li?!" teriak Kong Tian, ia pernah bertarung dengan Jenderal Jia Li dan Liu Bei di gurun pasir perbatasan Donglai dan Mongol.


'Apakah Xu Zhu Ping telah berbohong jika dirinya telah membunuh Jendral Jia Li? Sial! Andaikan itu benar!' benak Kong Tian, 'hanya dia yang bersama Zhu Tong kala penyerangan di lembah Ru Yi,' lanjut batinnya galau.


"Sudah aku katakan, aku adalah pendekar Wanita Iblis! Aku berniat ingin membunuh siapa pun yang menghancurkan kebahagiaan orang-orang.


"Kalian! Kalian adalah sampah yang harus disingkirkan dari muka bumi ini! Kalian tidak memiliki hati nurani dan kasih sayang kepada sesama!" ujar Xiao Ling, ia memang bertekad untuk menghancurkan semua bentuk tirani.


"Hahaha, kau …!" ujar Wu Yao, "kau hanyalah anak kemarin sore? Kau sudah berniat ingin membunuh kami? Apakah kau bermimpi, hah?! Terimalah gada pamungkasku ini!" terak Wu Yao.


Wu Yao langsung menghantamkan gada berulang kali berusaha untuk menghancurkan Xiao Ling tetapi Xiao Ling berkelit dan melesat dengan cepat menyerang ke arah Kong Tian yang terus menyerangnya.


Xiao Ling tersenyum, ia tak menduga jika Kong Tian memakan jebakan yang dilakukan olehnya. Xiao Ling pun melesat ke arah Xu Zhu Ping hingga kedua pendekar itu saling serang mengerahkan kekuatan dahsyat mereka bertepatan dengan gada Wu Yao menghantam keduanya.


Duar! Duar!


"Aaa!" jeritan bergema.


Ketiganya terhempas menabrak dinding penginapan hingga jebol karena kekuatan dahsyat yang menghantam masing-masing dari teman mereka sendiri.

__ADS_1


Xiao Ling hanya terdiam berdiri di sebuah pucuk ranting pohon apel, ia masih memegang pedang di tangan. Xiao Ling melihat Tan Yu Ji dan bawahannya masih bertahan.


Namun, kemenangan itu tidak bertahan lama karena pendekar dari golongan hitam sudah berkumpul di sana berusaha untuk menyerang Tan Yu Ji dan anak buahnya.


"Hadeh! Jika bukan karena Tan Yu Ji adik Jia Li … itu berarti di kehidupan ini, Tan Yu Ji adalah adikku. Itu berarti darah yang mengalir di tubuhnya sama denganku.


"Aku tidak mungkin membiarkannya mati konyol!" gumam Xiao Ling, ia pun melesat membantu Tan Yu Ji kala sebuah pedang dan tombak mulai menyerangnya dengan kekuatan yang sangat luar biasa.


Xiao Ling melihat jika anak buah Tan Yu Ji satu demi satu telah jatuh berguguran karena tewas. Amarah terlihat jelas di mata Tan Yu Ji, ia tidak menduga jika perjalan ini telah membunuh anggotanya yang terbaik


"Hahaha! Menyerahlah Kalian! Sudah tidak ada waktu lagi untuk kabur!" teriak Gong Yu, ia bersemangat karena anak buah Tan Yu Ji sudah berjatuhan dan tewas.


"Hanya tinggal kalian berdua, aku sangat yakin tak seorang pun dari kalian yang akan lolos!" ancam Lu An, "lihatlah! Kami begitu banyak, bukankah begitu Tuan Jian Po?!" ujar Lu An.


"Tentu saja! Sudah saatnya wanita iblis ini mampus!" ujar Jian Po, ia melihat Wu Yao, Xu Zhu Ping, Xu Liang, dan Kong Tian terkapar sekarat sedang diobati oleh teman-teman mereka yang lain.


"Kisanak, sebaiknya Nona pergi saja! Saya rasa, itu lebih baik!" ujar Tan Yu Ji, ia tak ingin jika pendekar wanita itu akan tewas sia-sia.


"Lalu, bagaimana denganmu?! Apakah kau akan menghadapi mereka semua dengan sendirian begitu?" tanya Xiao Ling, ia tak menduga jika adiknya begitu luar biasa bertanggung jawab.


"Sebagai jenderal Han, aku memiliki kewajiban untuk menegakkan keadilan. Aku telah bersumpah untuk membela tanah airku hingga tetes darah penghabisan! Aku rasa … tewas di tangan mereka sebanding dengan perjuanganku!" balasnya, ia tersenyum.


Xiao Ling terdiam, ia mengakui kejantanan seorang Tan Jia Li, 'Aku rasa … kakak dan adik sama saja! Sama-sama keras kepala! Hadeh, mengapa aku harus terjebak di keluarga gila ini sih?


'Seharusnya kabur saja! Itu lebih baik! Um,' benak Xiao Ling, ia berusaha untuk mengukur kekuatan Jian Pho, Lu An, dan Gong Yu.


'Hadeh, sepertinya mereka dan yang lainnya memiliki kekuatan ilmu dalam yang luar biasa … ck, aku sudah lelah rasanya. Hm, apa yang harus aku lakukan?' benaknya.

__ADS_1


Xiao Ling bimbang antara ingin kabur dan melanjutkan pertempuran, ia melihat para pendekar dari golongan hitam sudah memenuhi penginapan yang hancur lebur.


"Hei, bagaimana jika kita menumbangkan ketiganya! Setelah itu, kita kabur! Yeah, paling tidak untuk saat ini. Aku tidak mau mati sia-sia!


"Um, engkau memang prajurit dan seorang jendral, jika engkau mati paling seseorang akan datang membawakan penghormatan dan keluargamu akan dinobatkan sebagai keluarga yang luar biasa.


"Itu sangat luar biasa bagus. Tapi, kau harus berpikir, hidup ini bukan hanya tentang hidup atau mati. Kamu harus berpikir bagaimana caranya untuk menghancurkan mereka?


"Kalau kamu mati, itu sama sekali tidak mempengaruhi Kekaisaran Han. Akan banyak prajurit yang akan menggantikan dirimu, kau harus berpikir mengenai keluargamu!


"Jika kau tetap hidup, aku yakin kamu pasti menemukan suatu cara untuk mencari tahu, apa yang sedang dilakukan oleh para pendekar golongan sesat ini di sini? Di Luoyang ini!


"Apakah kamu tidak mau mengetahui tujuan mereka, hah?! Kau jangan bandal! Hiduplah menggunakan logika!" ujar Xiao Ling, ia berusaha untuk menasihati Tan Yu Ji.


Tan Yu Ji terdiam, ia mencerna setiap kata yang diucapkan oleh wanita di belakangnya. Ia merasa apa yang diucapkan oleh wanita tersebut ada benarnya.


"Lalu apa rencanamu? Um, andaikan aku mati, tolong katakan kepada Pangeran Kedua Liu Bei, untuk menyelidiki masalah ini dan selir Sarnai," pesan Tan Yu Ji.


Deg!


Jantung Xiao Ling, "Enak aja! Aku nggak punya waktu! Urusanku banyak! Kamu katakan saja sendiri!" balas Xiao Ling acuh, 'aku sudah menghindari Liu Bei, eh, anak tengik ini malah memintaku untuk bertemu dengannya. Sembarangan!' benak Xiao Ling.


"Woy! Apa yang sedang kalian rencanakan?" tanya Jian Po, ia kesal melihat musuh malah berbisik.


"Kami sedang bertanya, apa yang kau makan tadi pagi? Aku rasa kentutmu bau sekali!" umpat Xiao Ling.


"Dasar Bajingan!" ujar Jian Po murka, si dewa mabuk langsung menyerang keduanya mengerahkan jurus dewa mabuk yang sedang melegenda.

__ADS_1


"Wah, jurus dewa mabuk ini benar-benar ada ternyata! Aku kira hanya bualan si pembuat novel dan skenario film saja!" ujar Xiao Ling, ia dan Tan Yu Ji langsung melesat menghindari serangan Jian Po.


__ADS_2