Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Amnesia


__ADS_3

"Apa?!" jerit Xiao Ling tidak mengerti, ia masih terperangah melihat semua ulahnya yang tidak dimengerti olehnya, 'Ya, Tuhanku! Apa yang telah aku lakukan?


"Bagaimana ini? Aku tidak ingin akan mengundang masalah lain lagi! Aku masih lelah dan tidak ingin melihat darah lagi,' batin Xiao Ling, ia semakin ngeri jika apa yang dipikirkan olehnya akan menjadi kenyataan.


"Liu Bei! Tolongin dong? Bagaimana ini?" teriak Xiao Ling, ia semakin panik.


Xiao Ling merasa jika air sungai semakin menggulung ke atas ingin mencapai langit, sementara ikan-ikan terus berhamburan terdampar ke daratan, Xiao Ling kebingungan ia tak ingin penduduk Donglai akan melihat fenomena aneh yang dilakukannya.


"Apa?! Kamu yang memiliki kekuatan, mengapa aku yang harus turun tangan? Ada-ada saja!" umpat Liu Bei, ia bingung dengan kebodohan dan keanehan yang dimiliki oleh seorang jendral Jia Li yang hebat dan terkenal di kekaisaran Han dan kerajaan tetangga.


Meskipun demikian Liu Bei masih melesat ke arah Xiao Ling mencoba untuk menahan kekuatan yang maha dahsyat yang telah dilakukan Jendral cantik tapi bodoh tersebut.


'Bukankah jendral Jia Li adalah orang yang hampir nyaris sempurna? Bagaimana bisa, dia tidak mampu menguasai kekuatannya sendiri? Sangat aneh!' pikir Liu Bei, ia sudah berdiri di samping Xiao Ling.


Tuk! Tuk!


Liu Bei menotok aliran kekuatan di tangan Xiao Ling membuat air kembali terhempas ke sungai. Liu Bei mengembalikan ikan-ikan ke air dengan kekuatannya hanya dengan mengibaskan tangan.


Kesunyian dan gemercik air kembali seperti semula, Xiao Ling terkesima. Ia tak mengerti, jika kekuatan Liu Bei begitu luar biasa di dalam menguasai kekuatannya sendiri.


'Apakah Jia Li memiliki kekuatan yang mengerikan? Aduh bagaimana ini? Mengapa aku begitu bodoh sih?' benak Xiao Ling, 'Jia Li, seharusnya tubuh ini tahu diri dong!' ketus batinnya kesal.


"Bagaimana mungkin kamu tidak bisa menguasai kekuatan kamu sendiri itu sungguh aneh sekali!" ketus Liu Bei, ia hanya menggelengkan kepala dan berjalan meninggalkan Xiao Ling.


"Woy! Kamu mau ke mana? Lepaskan dulu totokan di tanganku ini. Apakah kamu mau aku seperti orang lumpuh?" teriak Xiao Ling, ia tidak bisa menggerakkan tangannya.


"Apa?! Itu sangat mudah! Kamu cukup menggunakan kekuatan kamu, maka totokan itu akan lepas dengan sendirinya." Liu Bei membalikkan badan menoleh kepada Xiao Ling.


"Dasar aneh!" umpat Liu Bei, ia masih memperhatikan Xiao Ling, 'apakah dia bisa melepaskan dirinya?' pikir Liu Bei, ia ingin tahu kekuatan yang dimiliki oleh seorang jendral Jia Li.

__ADS_1


"Ohh …," balas Xiao Ling, ia merasa menjadi orang yang paling tolol se-dunia.


"Mengapa tidak ngomong dari tadi sih?" umpat Xiao Ling, ia langsung mengerahkan tenaga dalam miliknya dengan cepat hingga totokan itu terlepas.


Liu Bei terperanjat, ia sama sekali tidak menduga jika Xiao Ling benar-benar mengerahkan kekuatannya membuka totokan tersebut.


'Jenderal perempuan ini benar-benar gila! Kekuatan yang dimilikinya sangat mengerikan, jika dirinya dimiliki oleh musuh maka, kekaisaran Han akan musnah secepatnya.


'Pantas saja ayahanda berusaha mati-matian untuk menikahkan dirinya dengan putra mahkota Liu Fei. Ayahanda pasti berpikir, jika membiarkan Jenderal Jia Li menikah dengan pemuda lain apalagi dari kerajaan musuh.


'Itu akan menjadi malapetaka yang sangat mengerikan bagi kekaisaran dan seluruh dunia,' benak Liu Bei.


Liu Bei mulai memahami maksud dan tujuan dari Kaisar Liu Bang Sang Ayah. Liu Bei melihat jika Xiao Ling termangu, ia sama sekali tidak melihat seekor ikan pun yang terdampar di daratan.


Semua ikan telah dikembalikan oleh Liu Bei ke sungai, "Aduh bagaimana aku bisa makan jika begini?" gumamnya, ia berusaha untuk mencari ikan di pinggir sungai.


Xiao Ling takut menggunakan kekuatannya lagi sehingga ia memilih untuk mencari ikan secara manual. Akan tetapi, dirinya telah ke sana kemari mencari ikan namun tidak ada satu ekor ikan pun yang tersisa.


"Wah! Enak sekali!" lirih Xiao Ling, ia memejamkan mata dan mengendus ikan yang ditusuk dengan sebatang dahan.


"Ckckck, Manis … meong! Pus! Pus!" ucap Liu Bei, ia menggoda Xiao Ling seakan memberi makan pada seekor kucing betina liar.


"Apaan sih? Emang aku kucing buluk begitu?" tukas Xiao Ling, ia langsung menyambar pegangan tusuk ikan dan melesat menjauh duduk di atas batu berusaha untuk menyantap ikan tersebut.


"Woy! Dasar tidak memiliki sopan santun! Seharusnya sebagai wanita kamu berterima kasih dan bersikap lembut bukan seperti itu!" omel Liu Bei, ia pun melesat duduk di sisi Xiao Ling.


"Hati-hati, banyak duri! Jangan terlalu terburu-buru memakannya! Tidak ada yang ingin meminta bagianmu, aku masih membakar beberapa ekor lagi di sana, kalau kamu masih ingin menyantapnya lagi." Liu Bei memandang sekilas ke arah Xiao Ling kemudian menyantap ikannya.


"Liu Bei …," lirih Xiao Ling, ia menyantap ikannya dengan penuh nikmat.

__ADS_1


"Hm, ada apa?!"


"Apakah perjalanan kita ke Donglai itu masih terlalu jauh?" tanya Xiao Ling, ia penasaran.


"Jia Li, apakah kamu tidak pernah ke Donglai? Bukankah kamu bertugas di perbatasan?" tanya Liu Bei, ia tidak mengerti.


"Eh," lirih Xiao Ling, 'matilah aku! Bagaimana aku tahu? Jika aku tahu aku tidak mungkin bertanya, 'kan?' batinnya mulai gundah.


"Um, aku tidak tahu. Maksudku sejak pertempuran terakhir kalinya di Shandong aku terluka parah. Sejak itu, aku seperti tidak mengingat banyak hal," keluh Xiao Ling, ia jujur untuk pertama kalinya walaupun terselip kebohongan di sana sebagai alasan menutupi kebenaran yang sesungguhnya.


"Apa?! Kamu serius? Mengapa kamu tidak mengatakan kepadaku dari awal Nona Jia?" tanya Liu Bei, ia menatap ke arah Xiao Ling.


'Pantas saja, ia sangat aneh! Jia Li seperti bukan berasal dari keluarga bangsawan dan juga bukan seorang jendral. Jangan-jangan dia juga …,' batin Liu Bei penasaran, ia ingin tahu.


"Apakah kamu juga lupa wajah Liu Fei?" tanya Liu Bei, ia ingin tahu.


Xiao Ling menatap ke arah Liu Bei dan menggigit bibirnya, ia takut untuk mengatakan kebenaran tetapi, ia tidak memiliki pilihan yang tepat untuk saat ini.


"Um, jujur aku … lupa …," lirih Xiao Ling, "bagaimana aku tahu? Aku bukan dari dunia ini!' pikirnya.


Xiao Ling menatap Liu Bei, ia merasa nyaman bicara dengan Sang Pangeran dari dinasti Han yang kelak akan menjadi seorang kaisar. Keduanya saling pandang dan berusaha untuk mencari kebenaran di pancaran sinar mata masing-masing.


Liu Bei merasakan jika Jenderal cantik di depannya tidaklah berbohong melainkan bicara apa adanya dan itu adalah sebuah kenyataan juga permohonan kepadanya untuk menyimpan semua rahasia tersebut.


"Lalu, Apa yang kamu ingat mengenai kekaisaran Han?" tanya Liu Bei, ia ingin tahu apa yang bisa dilakukan olehnya.


"Um, aku tidak mengingat apa pun Yang Mulia! Bahkan, ayahku sendiri pun aku tidak mengingat wajahnya. Apalagi mengenai putra mahkota Liu Fei," jawab jujur Xiao Ling.


"Apa?! Mengapa bisa begini? Itu sangat aneh sekali! Apakah kamu terkena sihir?" tanya Liu Bei bingung.

__ADS_1


"Bukan! Penyakitku ini disebut amnesia sesaat," balas Xiao Ling, ia mengatakan nama penyakit tersebut yang selalu dikatakan oleh para dokter dan psikiater.


"Apa? Amnesia?!" ujar Liu Bei, ia merasa sangat asing dengan nama penyakit tersebut.


__ADS_2