Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Kabur dari pertempuran


__ADS_3

Xiao Ling berulang kali harus jungkir balik bersalto di udara untuk menghindari serangan dewa mabuk yang dilakukan oleh Jian Po.


'Sial! Hebat sekali tua Bangka ini. Hadeh, apa yang harus aku lakukan?' benak Xiao Ling, ia bingung setengah mati.


Setiap serangan dan tangkisan yang dilakukan oleh Xiao Ling tidak berarti sama sekali, ia harus berulang kali terhuyung kala pukulan yang dilontarkan oleh Jian Po langsung mengenai tubuhnya.


"Aargh!" erang Xiao Ling, kala pukulan Jian Po langsung mengenai tulang iganya.


"Bangsat!" geram Xiao Ling, ia harus menahan rasa sakit, ia menatap penuh rasa kebencian melihat Jian Po tertawa terbahak-bahak sambil meminum arak.


"Nona?! Apakah Anda baik-baik saja?" teriak Tan Yu Ji, ia masih bertarung dengan Lu An.


Tan Yu Ji melesat ingin menyentuh Xiao Ling yang sedikit mengelak, "Maaf! Aku … aku hanya ingin tahu, apakah Anda terluka," balas Tan Yu Ji, ia begitu khawatir.


"Jangan khawatir! Aku baik-baik saja! Lumpuhkan saja pria berkuncir itu," ujar Xiao Ling, ia sedikit terbungkuk dengan memegang perutnya.


"Huek!" Xiao Ling muntah, ia melihat apa yang baru saja dimakannya sudah berhamburan ke luar dari mulutnya.


"SIALAN! Kau tahu, Jian Po! Aku sudah tidak makan berhari-hari, aku hanya makan buah-buahan dan binatang yang dipanggang.


"Kau tahu, betapa aku sangat merindukan makanan itu! Gara-gara kau, makanan ini harus terbuang sia-sia. Dasar Bangsat!" umpat Xiao Ling, ia merasa ingin menangis.


Xiao Ling murka, ia menatap ke arah Jian Po dengan pandangan marah. Xiao Ling menginginkan Jian Po untuk menjilat bekas muntahnya.


"Hahaha, itu sih derita kamu! Memangnya aku peduli, hah? Ck, aku tidak menyangka jika seorang pendekar wanita iblis begitu merana hanya karena sebuah makanan? Phih! Menjijikan! Kau begitu kasihan.


"Jika kau mau, kau bisa mengikuti kami maka, kau akan mendapatkan semua kemewahan bukan hanya perkara makanan tapi, segalanya!" tawar Jian Po, ia berharap jika pendekar wanita yang sangat luar biasa itu akan menjadi kelompok mereka.


"Tidak akan pernah! Lebih baik aku mampus! Daripada aku harus menjadi bagian dari manusia keparat seperti kalian!" ujar Xiao Ling, 'enak aja! Emang harga diriku semurah itu? No way! Phih! 

__ADS_1


'Penjahat sekelas John Carter saja tidak bisa menyuapku masa aku harus disuap dengan pendekar mabuk begini sih?' batin Xiao Ling, ia mengingat jika dirinya pun pernah berseteru dengan John carter seorang gembong mafia terbesar di Amerika.


Xiao Ling berhasil menghancurkan sindikat narkoba terbesar di Amerika itu meskipun, dirinya harus berbaring selama sebulan penuh di brankar rumah sakit Texas akibat peluru bersarang di tulang iga dan pelipisnya.


"Dasar Bajingan! Kalau begitu terimalah takdirmu! Kau akan mati di tanganku!" ketus Jian Po murka, ia benci melihat kebodohan dan kebaikan yang diperlihatkan oleh orang-orang tolol yang tidak menginginkan kesenangan.


"Hidup dan mati di tangan Dewa bukan kau, Jian Po! Bisa saja engkau yang mampus!" ujar Xiao Ling, ia melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa tak terlihat oleh pandangan mata biasa.


Jian Po langsung menangkis setiap serangan pedang yang ditebaskan oleh Xiao Ling dengan kekuatan yang sangat luar biasa. Jian Po mundur dengan cepat kala Xiao Ling tidak memberinya kesempatan untuk menarik napas atau mengubah jurusnya.


'Bajingan! Wanita ini tidak mempan dengan tendangan dewa mabukku? Siapa dia? Mengapa wanita ini memiliki kekuatan yang luar biasa? Belum pernah ada seorang pun yang berhasil selamat dari tendangan jurus dewa mabuk milikku!' batin Jian Po berpikir keras.


Jian Po tidak menduga mendapatkan lawan yang sepadan, ia semakin berusaha untuk mengalahkan Xiao Ling dengan berbagai cara. Namun, kekuatan Jian Po masih jauh dibawah Xiao Ling.


Sementara di sisi lain Tan Yu Ji masih bertempur dengan Lu An dan Gong Yu, keadaan masih seimbang. Akan tetapi seorang pria tua dengan janggut putih berpakaian hitam dan mewah langsung memerintahkan  semua pendekar dari golongan hitam untuk membinasakan Tan Yu Ji.


"Baik Yang Mulia Ketua Qin!" balas semua orang melesat dengan kekuatan penuh menyerang Tan Yu Ji sehingga Tan Yu Ji harus membagi kekuatan untuk terus bertahan dengan berbagai serangan.


Buk! Bak! Buk!


Syut! Kras!


Tendangan, pukulan, dan tebasan dari pedang dan tombak juga kekuatan para pendekar golongan hitam langsung mengenai tubuh Tan Yu Ji.


Semua pendekar golongan hitam benar-benar ingin menghancurkan tubuh Tan Yu Ji yang sudah menjadi bulan-bulanan bagi mereka semua, ikat rambut Tan Yu Ji sudah terlepas sekujur tubuhnya dipenuhi luka dan darah.


"Yu Ji?!" lirih Xiao Ling tersadar, ia melihat adik Tan Jia Li sudag terkapar di tanah menatap nanar dan tersenyum menyongsong kematian tanpa rasa sesal mau pun takut.


Semua pendekar golongan hitam bersama-sama ingin menyerang Tan Yu Ji secara bersamaan. Xiao Ling terkesiap, ia tak ingin melihat kematian adik Tan Jia Li.

__ADS_1


Apalagi, darahnya mendidih, "Kau tidak boleh mati, Yu Ji. Kekaisaran Han memerlukan kamu!" lirih Xiao Ling, ia langsung melontarkan bumerang ke arah para pendekar yang ingin mengeksekusi Tan Yu Ji.


"Awas!" teriak para pendekar melesat tidak menyangka jika kelima bumerang langsung menari-nari di atas kepala, samping, dan bawah tubuh, seakan ingin memenggal anggota vital tubuh mereka.


'Ini kesempatanku!' benak Xiao Ling, ia melesat langsung menyambar tubuh Tan Yu Ji dan kabur secepat kilat dengan meninggalkan kabut.


'Aku baru tahu, jika kekuatan Jia Li begitu luar biasa, ia bisa membuat kabut!' benaknya, ia terus melesat dengan mengerahkan semua kekuatan yang dimilikinya.


Xiao Ling hanya mengikuti insting ke mana kakinya berlari, ia tak pernah ke Luoyang, sehingga ia tak tahu harus pergi ke mana. Xiao Ling memasuki hutan bambu, ia berdiri di atas pucuk bambu sambil memanggul tubuh Tan Yu ji, 'Ke mana aku akan membawanya?' benak Xiao Ling bingung, ia terus melesat mencari tempat hingga tiba di pinggir sungai.


Xiao ling merasakan pakaian merahnya semakin merah akibat darah Tan Yu Ji, 'Aduh bagaimana ini? Di mana rumah sakit atau dokter? Bisa-bisa Yu Ji kehilangan darah, jika aku telat menolongnya," benaknya kacau.


Ia membaringkan Tan Yu Ji di batu pipih dan langsung mengambil obat di selipan pakaian di pinggang dan meminumkannya kepada Tan Yu Ji yang pingsan.


Xiao Ling mengikuti sisa kenangan Tan Jia Li di dalam mengobati, ia mencari dedaunan dan menumbuknya di batu pipih langsung membalut juga membalut dengan pakaian bagian bawah tubuhnya.


Hampir seharian Xiao Ling mengobati luka Tan Yu Ji, ia memandang wajah Tan Yu Ji, Xiao Ling melihat bayangan seorang pria di benak Xiao Ling.


"Aagh, siapa dia?!" keluh Xiao Ling, ia merasa kepalanya teramat sakit.


"Papa …," lirih Xiao Ling, ia merasa melihat bayangan Tan Fuk Ming Sang Ayah di sana.


'Mengapa ada wajah Papa? Apakah Tan Xi Kin … adalah Papa di masa lalu? Benarkah? Apakah reinkarnasi itu benar adanya?" benak Xiao Ling, ia tidak terlalu mendalami agamanya.


Xiao Ling terlalu sering tinggal di asrama keagamaan berbeda dengannya sehingga ia tidak terlalu peduli dengan agama yang tertulis di kartu identitasnya. Xiao Ling hanya berpikir ia memiliki agama dan bukan atheis itu sudah cukup.


Xiao Ling mencoba membersihkan tubuhnya yang ternoda darah, ia tidak lagi merasa alergi, ia hanya menatap bau amis dan warna merah yang berpadu dengan air. 


Xiao Ling hanya menarik napas dan membasuh wajah, ia ingin kabur tapi ia tak bisa sehingga ia berusaha untuk berdamai dengan jiwa dan raga Tan Jia Li untuk menerima semua keadaan.

__ADS_1


__ADS_2