
Musuh tak menduga dengan kegesitan yang dilakukan oleh Xiao Ling, darah merembes kala kepala dan bagian tubuh yang lain terpenggal akibat bumerang yang melesat dengan cepat. Kong Tian dan Jian Pho terperanjat dan tidak menduga jika seorang jendral Jia Li begitu hebat dan luar biasa.
"Huek!" Xiao Ling muntah lagi, ia jijik dan alergi dengan bau darah yang merembes dari tubuh musuh.
Kepalanya pusing dan mulai berdenyut, 'Aku mohon, jangan sekarang! Aku sendirian, aku harus selamat!' benak Xiao Ling, ia mengingat jika ia tak boleh mati karam di tempat hina tersebut.
"Jendral iblis ini benar-benar luar biasa hebat! Pantas saja Zhu Tong kalah dan sekarat," lirih Kong Tian, ia sama sekali tidak menyadari kekuatan seorang jendral penjaga perbatasan Han yang selalu ditakuti musuh dan dielu-elukan semua rakyat Han dan kerajaan tetangga.
"Kita harus menyerang dengan dua sisi. Aku sangat yakin, jika jendral iblis ini tidak akan mampu menghadapi kekuatan kita berdua.
"Apalagi, dia juga terluka akibat racun. Aku sangat yakin, ia hanya berpura-pura kuat di depan kita," balas Jian Pho, ia memberi usul.
Jian Pho sangat percaya jika Jia Li sedang sekarat akibat racun Xu Zhu Ping dan Zhu Tong terakhir kali bertempur.
"Tapi, Zhu Tong sendiri tidak berdaya menghadapinya?" ucap Kong Tian, ia masih meragukan ketegasan Jian Pho.
"Hahaha, Zhu Tong terluka parah akibat pertempurannya dengan Jia Li di Xuchang. Percayalah padaku! Lagian, kita sudah mempersiapkan banyak jebakan dan prajurit.
"Sehebat-hebatnya seorang Jia Li, dia tetaplah wanita dan perempuan biasa. Aku sangat yakin, jika dia tak akan sanggup bertahan terlalu lama," balas Jian Pho, ia tersenyum.
Jian Pho selalu saja merendahkan dan mendiskriminasi seorang wanita, ia tak pernah percaya jika seorang wanita mampu sehebat pria.
Kong Tian menyipit memandang Xiao Ling yang masih berjumpalitan dari satu bumerang ke bumerang lain melesat ke sana kemari sambil menebaskan kedua pedangnya dengan cepat.
Gurun telah diwarnai darah segar dan burung-burung Nasar pun sudah bergaokan di angkasa menantikan santapan lezat akibat pertempuran. Serigala gurun telah mengintip dari balik bebatuan cadas dan hutan di sekeliling gurun menantikan santapan besar.
"Bajingan! Semua prajurit hebat kita akan musnah tak tersisa, jika kita membiarkan Jia Li terus menerus bergerak dengan semua itu.
__ADS_1
"Lemparkan jaring!" teriak Jian Pho, ia tersenyum dan telah merencanakan untuk menangkap Jia Li hidup-hidup yang akan mereka gunakan sebagai sandera agar kaisar Liu Bang berpikir untuk memberikan hak istimewa kepada Qin sebagai negara daulat dan bebas dari koloni Han.
Para prajurit langsung bergerak dengan gesit menggunakan kekuatan yang luar biasa dengan kekuatan beladiri beberapa tingkat dari para prajurit iblis yang pertama kali menyerang Jia Li.
Dua puluh orang prajurit tengkorak tingkat ketiga langsung menebarkan jaring dengan begitu lihai seakan sedang menangkap ikan di tengah lautan.
Ting! Tring! Bruk!
Xiao Ling sama sekali tidak menduga jaring yang terbuat dari baja itu berhasil memerangkap dan membuat dirinya terjatuh ke tanah.
"Bajingan! Kalian terlalu curang!" umpat Xiao Ling, ia ingin bergerak tetapi jaring seakan mengikat kekuatannya hingga membuat Xiao Ling tak bisa menggerakkan sekujur tubuh.
"Kalian?! Dasar Kurang ajar …!" geram Xiao Ling, ia tidak menduga jika di zaman tersebut memiliki jaring yang digerakkan dengan kekuatan seperti sihir yang bisa melumpuhkan dirinya.
'Apa yang harus aku lakukan?' benak Xiao Ling panik, kedua tangannya hanya terentang dengan pedang yang masih terus berpendar.
Xiao Ling merasakan jika jaring tersebut seakan menyedot seluruh kekuatan miliknya.
"Kau hanyalah wanita yang berpikir menggunakan perasaan, bukan logika! Kau … phih! Kau tak pantas menjadi seorang jendral!
"Kau bukan seperti Jendral Tan Jia Li yang hebat, yang selalu memiliki rencana cadangan dan berpikir secara rasional!" ujar Jian Pho.
Jian Pho berjalan sempoyongan mendekati Jia Li, ia ingin melihat dan mengejek Jia Li yang tak berdaya. Ia tersenyum penuh gairah kemenangan karena taktiknya berhasil menjebak Jia Li.
"Phih! Kekuatanmu hanya segitu saja! Mengapa semua orang selalu takut kepadamu, hah?! Ckckck, begitu mudah ternyata menjebak dirimu!" ujar Jian Pho, ia menyemburkan arak kepada Jia Li.
Namun, ia tak menyangka jika tubuh dan kekuatan yang diserap oleh jaring kembali masuk ke tubuh Jia Li, semua orang terperanjat. Mereka melihat bayangan sinar biru dan kehitaman saling tarik menarik di sekujur Jia Li.
__ADS_1
"Bajingan! Apakah engkau telah meminum ramuan cinta dari suku elang di lembah Orkhon?" ketus Jian Pho, ia langsung melesat menjauhi Xiao Ling yang keheranan.
'Ada apa dengan mereka?' benak Xiao Ling kebingungan, ia minim pengetahuan mengenai banyak hal kisah dan legenda pada zaman itu.
'Apakah minuman dari sari bunga yang diberikan oleh Saray begitu luar biasa? Oh, aku ingat jika ramuan itu bisa menangkal semua racun. Keren! jadi namanya Ramuan Cinta?
'Apakah jaring ini pun beracun? Wah, hebat sekali! Jika aku bisa memilikinya!' benak Xiao Ling bahagia, ia malah merasakan kebahagiaan bukan kesakitan atau ketakutan, ia malah ingin memiliki jaring hebat tersebut.
Ting! Ting! Jreng!
Suara kecapi bergema melantunkan sebuah kidung sedih di gurun tandus tersebut bersamaan dengan angin tornado bergulung ke arah mereka.
"Menyingkir! Berhati-hatilah kalian!" teriak Kong Tian, ia pun melesat ke angkasa.
"Hahaha, Nona Yang'er … apa kabarmu? Mengapa kau ikut campur urusan kami?!" teriak Jian Pho, ia tak sudi melihat pendekar kecapi wanita dari golongan putih pemilik penginapan di gurun tersebut.
Seorang wanita duduk dengan anggun di atas pusaran angin tornado sambil memetik kecapi tersenyum dengan manis penuh kelembutan dengan gaun seksi yang menyembulkan keindahan dada dan tubuhnya.
"Hei, Nona Penginapan?! Apa kabar?" tanya Xiao Ling, ia seakan menyapa teman lama seperti di dunia modern.
"Apa kabar Jendral Tan Jia Li? Saat di penginapan, aku sangat yakin itu dirimu dari aura yang kau pancarkan," jawab Yang'er tersenyum, ia terus memetik kecapinya.
"Bajingan! Serang!" teriak Kong Tian, ia tak lagi menyembunyikan kekuatan prajurit tengkorak merahnya di balik pasir gurun.
Pedang dan anak panah berhamburan ke arah Yang'er dan Jia Li, "Aaa!" teriak Xiao Ling, ia tak menduga jika dirinya yang asli harus muncul ke permukaan.
Xiao Ling lupa jika dirinya harus berperan sebagai seorang jendral Tan Jia Li yang hebat yang tak gentar menghadapi ribuan anak panah, pedang, tombak bahkan, kematian.
__ADS_1
Semua orang terperanjat tidak menduga jika jendral Jia Li yang hebat itu berteriak ketakutan sambil berlari secepat kilat membuat jaring hancur seketika.
'Ah, masa bodohlah! Siapa juga yang mau mati sia-sia?! Aku bukan Jia Li!' umpat benak Xiao Ling berlarian di gurun membuat prajurit iblis tengkorak merah berjatuhan kala Jia Li melewati mereka akibat serpihan baja racun dari jaring yang berhamburan mengenai tubuh mereka.