Jodoh Tak Pernah Salah

Jodoh Tak Pernah Salah
Rencana Deril.


__ADS_3

"Daripada kau membahas Niko yang sebentar lagi akan menikah, lebih baik aku beritahu bagaimana indahnya Taman Laut Bukan ini."


"Kalau begitu ceritakan. Kalau benar tempat itu seistimewa yang diberitakan, aku akan ambil cuti bulan depan dan ke sana. Kamu harus menemaniku, ya?"


Wulan terbahak kemudian menjelaskan tentang Taman Laut Bunaken. Pulau di teluk Manado itu letaknya di Utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota administratif Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara.


Keistimewaan Bunaken adalah dikelilingi oleh lautan tropis yang memuat spesies laut terbesar di dunia. Formasi, struktur flora dan biota laut menjadikannya terkenal dan mendapatkan reputasi internasional untuk penyelaman kelas dunia.


Taman laut ini terkenal akan kekayaan terumbu karangnya. Setidaknya terdapat 390 spesies terumbu karang yang dapat ditemukan di wilayah perairan taman nasional Bunaken.


Tidak hanya itu, taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman atau dive spot dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter.


Beberapa spesies ganggang yang dapat ditemui di taman laut Bunaken adalah Caulerpa, Halimeda dan Padina. Tidak hanya alga, kalian juga bisa menemukan spesies rumput laut seperti Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides dan Thalassaodendron ciliatum.


Soal biaya jangan khawatir, tiket masuk berkisaran ribuan untuk pengunjung lokal. Sementara untuk turis asing akan dikenakan biaya lebih mahal yaitu ratusan ribu.


Disarankan untuk berkunjung ke Bunaken antara bulan Mei hingga Agustus, agar kalian bisa dengan santai menyusuri beberapa pulau yang mengelilingi taman laut ini yaitu, Siladen, Manado tua, Mantehage dan Nain.


"Sumpah, aku penasaran ingin ke sana," seru Fanny di balik telepon, "Ini kan masih bulan Juli, bulan depan aku akan mengajukan cuti kepada pak kepala. Aku tak sabar lagi ingin ke sana, Wulan."


"Bicara soal pak kepala, bagaimana keadaan beliau, kau sudah menjengkuknya?"


"Rencana nanti sore aku berkunjung. Rasa malas menyerangku pagi ini. Aku berharap beliau cepat sembuh. Jujur, aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Aku rasa papa tirimu yang mencelakai dia."


"Harapanku juga demikian dan berharap keadilan untuk semuanya."


"Aku jadi curiga, apa mungkin papamu sengaja menyuruh pak Robby untuk memutasimu?"


Wulan menunduk sedih. "Setelah mendengar penjelasan kalian soal tiket, aku rasa demikian. Tugasku di sini tidak sesuai dengan tugas yang di ucapan pak kepala."


"Kamu banyak sabar, ya? Aku yakin ada hikmahnya di balik semua ini. Selain itu mungkin sudah waktunya kau di sana, biar kau bisa menemaniku bulan depan untuk ke taman laut Bunaken."


Wulan terkekeh. "Kalau begitu aku putuskan dulu, matahari sudah redup, aku ingin menyelam."


"Baiklah. Hati-hati di sana. Kabari aku kalau ada apa-apa."


"Tenang saja. Sampai jumpa."


Setelah memutuskan panggilan Wulan berdiri dan beranjak ke kamar ganti. Namun, saat ia hendak masuk, Deril muncul tiba-tiba dan menahannya.


"Pak Deril, ada apa?"

__ADS_1


"Maaf mengagetkanmu. Ada sesuatu yang ingin kuberitahu."


Wulan sebenarnya tak ingin didekati Deril. Situasi dan kondisi hatinya yang tidak sehat membuatnya terpaksa didekati pria itu.


Wulan pun memutuskan membiasakan diri dengan hadirnya Deril di kehidupannya untuk menyembuhkan luka yang diciptakan Niko. Namun, bukan berarti pria itu sesuka hati. Ada waktunya Wulan harus merespon pria itu.


"Soal apa, kalau bukan masalah operasional lebih baik Anda menyimpan berita itu nanti."


Deril merasa bersalah. Seharusnya ia tidak memanfaatkan situasi sekarang untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Wulan.


"Baiklah, mungkin sebaiknya aku menundanya dulu."


"Mungkin lebih baik begitu."


Setelah berkata begitu Wulan pamit ke kamar ganti.


Deril tak bisa menahannya. Tujuan mereka ke sini untuk berlibur. Teman-teman yang lain sudah menyelam setengah jam yang lalu. Yang tersisa tinggal dirinya dan Wulan. Ia gak mungkin menahan keinginan Wulan demi keegoisannya.


Rasa gelisah membuat Deril berdiri di sana menunggu Wulan. Tak terima disakiti Viona, Deril berniat membalasnya.


Wulan keluar dengan wetsuit hitam berpinggiran biru. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai agar leluasa ketika angin menghempaskannya.


Deril menyapa. "Boleh aku ikut denganmu?"


Wulan terkejut menemukan Deril yang ternyata masih berdiri di sana. "Anda ... Tentu saja Anda bisa ikut. Tidak ada aturan untuk melarang Anda, bukan?"


"Wulan, apa kamu masih marah padaku, kenapa kamu selalu bersikap formal padaku."


"Maafkan aku, aku sudah terbiasa. Rasanya aneh jika aku memanggil Anda dengan sebutan nama."


Begitu instruktur diving mendekat, Wulan merasa senang. Ia bisa beralasan untuk mengalihkan pembicaraan dari Deril. Alat-alat yang dibawa oleh sang instruktur menjadi sasaran bagi Wulan.


"Pak, bisa saya tahu apa saja nama dan fungsi dari peralatan ini?"


Deril tak mau kalah. "Kamu baru pertama kali menyelam, ya?"


"Benar."


Sang instruktur menjelaskan, "Ini diving masker, fungsinya melindungi mata dari air, agar Anda bisa melihat keindahan bawah laut dengan jelas. Ini diving regulator, fungsinya mengubah udara bertekanan tinggi dalam tabung selam menjadi udara bertekanan sesuai dengan kebutuhan penyelam."


Wulan mengambil benda berbentuk rompi. "Ini untuk apa, Pak?"

__ADS_1


"Itu untuk memberikan situasi terapung darurat demi menyelamatkan nyawa penyelam baik di dalam air maupun di permukaan air."


"Ini rompi kan, Pak?" tanya Deril.


Instruktur itu tersenyum. "Istilahnya BCD atau Buoyancy Control Device."


Wulan menatap Deril. "Apa ini pertama kali Anda melakukan diving?"


"Sudah dua kali, tapi aku lupa namanya."


Wulan tahu Deril hanya berpura-pura. Ia pun mengalihkan pandangan dan menanyakan benda yang menurutnya tidak asing.


"Ini jam tangan water proof ya, Pak? Bentuknya lucu, ya. Apa di toko-toko jam tangan ada model seperti ini?"


Instruktur itu menahan tawa.


Deril terbahak-bahak, merasa lucu dengan perkataan Wulan.


Wulan bingung. "Kenapa ... ini jam tangan, kan?"


"Itu Dive Computer," jelas instruktur, "itu dipakai untuk mengukur waktu dan kedalaman selama di dalam air."


"Dengan alat ini, penyelam bisa mengurangi risiko decompression illness," tambah Deril.


Wulan menatapnya. "Apa itu decompression illness?"


"Penyakit dekompresi atau disebut DCI, terkait dengan penurunan ambien di sekitar tubuh. DCI mencangkup dua penyakit, penyakit dekompresi atau DCS dan emboli gas arteri atau AGE. DCS dihasilkan dari gelembung di jaringan tubuh yang menyebabkan kerusakan lokal."


Deril iseng, ia mengangkat fin dan menunjukkannya kepada Wulan. "Kamu tahu ini apa?"


"Kaki bebek?"


Mereka terbahak.


"Ini kaki katak Wulan, bukan kaki bebek."


Suara dan senyum di wajah Wulan membuat Deril bahagia. Ia telah berhasil membuat wanita itu tertawa. Deril berharap setelah diving selesai Wulan tidak akan bersikap formal lagi kepadanya. Deril berniat mengatakan cinta kepada Wulan dan mempublikasikannya di media sosial, agar Viona bisa melihatnya. Deril ingin membalas kesakithatiannya terhadap Viona.


Bersambung____


Vote dan hadiahnya jangan lupa, ya. Jangan lupa juga beri komentarnya. Love u, All.

__ADS_1


__ADS_2