
Begitupun dengan para wartawan dan reporter yang semakin terharu dengan perkataan yang telah di sandiwara oleh Deny, agar menarik perhatian publik.
“Itu karena dia sangat berani hingga aku meragukannya, hanya karena dia berasal dari keluarga yang kaya raya.”
“Namun, istriku ternyata wanita yang cukup berani. Dia merelakan semua yang dia miliki dan lebih memilih untuk mencintaiku yang tak punya apa-apa.”
“Karena itu memang benar. Aku bahkan tak bisa melindungi istriku yang baik. Aku juga kesulitan menghadapi diriku sendiri.”
“Akankah orang seperti diriku mampu menahan tekanan dan beban jabatan yang mengisyaratkan ku untuk berbagi kesedihan dan penderitaan yang dirasakan oleh 50 juta warga New York?”
“Tidak. Sebelum itu, bisakah kutanyakan pada istriku yang masih terbaring di ranjang, apa dia mau untuk terus berjalan mendampingiku di jalan yang pahit ini?”
Beberapa reporter dan wartawan pun mulai terlihat ada yang menangis, karena mendengar cerita yang penuh sandiwara dari Deny.
“Sampai saat itu, aku akan menghentikan semua kegiatan politik ku yang berkaitan dengan pemilu.”
Para reporter dan wartawan pun terkejut saat Deny mengatakan itu.
Begitupun dengan istrinya, Agnes yang melihat siaran langsung dari TV, ia lebih terkejut lagi karena mendengar perkataan dari Deny yang akan menghentikan kegiatan politiknya.
“Apa ini berarti anda mundur dari pemilu?” tanya salah satu reporter.
__ADS_1
Deny hanya terdiam saat ada salah satu reporter yang menanyakan hal itu padanya.
Deny sengaja mengatakan hal itu, agar orang yang sudah mendapatkan simpatinya, memaksanya untuk terus berada dalam politik dan tak mundur dari jabatannya.
“Jangan!!! Kau tak boleh menyerah sekarang, Pak!” teriak salah satu reporter dari bagian belakang kerumunan.
“Benar!”
“Itu benar!”
“Kau tak boleh mundur dari jabatan mu, Pak!”
Para reporter dan wartawan lain yang sudah mendapatkan simpati dari Deny pun mulai bersahutan, agar ia tak jadi mundur di pemilu.
Akan tetapi, ia harus tetap berpura-pura menampakkan wajah yang sedih saat itu.
“Sebaliknya, aku ingin memulai pertarungan baru! Mereka menantangku memakai taktik dengan teror dan kekerasan! Mereka menyerang istri dan putri kami, di negara damai ini.”
“Mereka berusaha menindas kaum yang lemah. Aku akan menghadapi dan mereka!!!!”
Deny pun memulai kembali berakting dengan menggebu-gebu dan mengobarkan semangatnya.
__ADS_1
“Sebagai politisi, menggunakan semua kekuatan yang aku miliki untuk melawan kejahatan, lebih penting daripada menjadi wali kota ataupun presiden.”
“Ini sesuatu yang bisa dilakukan bahkan jika aku bukan presiden.”
“YA. ITU BENAR!!!!”
“DENY! DENY!”
“DENY! DENY!
“DENY! DENY!”
Semua wartawan, reporter, serta semua orang yang berada di rumah sakit pun mulai bersorak dan mengangkat tangan mereka,memberi semangat pada Deny.
“Ini sesuatu yang bisa kulakukan, bahkan jika aku bukan politisi! Ini sesuatu yang bisa kita semua lakukan!”
“Aku akan berada di pihak kalian! Aku akan mendukung kalian sepenuhnya dan memenangkan pertarungan ini!”
Deny pun juga berteriak menggebu-gebu yang membuat semua orang lebih keras saat menyorakinya.
Ucapan Deny itu disiarkan langsung di seluruh stasiun televisi yang membuat Tom juga mengetahui kabar itu.
__ADS_1
Setelah Deny pergi meninggalkan rumah sakit bersama para pengawalnya, terlihat Tom yang juga datang untuk menjenguk Agnes ke rumah sakit.