JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 076 - PELURU DAN API.


__ADS_3

“Aku akan mengingkari janjiku sendiri, dan biarkan aku membunuh bajiangan itu dengan tanganku sendiri!”


John terus menggebu-gebu dan berbicara dengan nada tinggi pada Agnes.


“Tidak. Kau tak perlu mengingkari janjimu sendiri, John. Kau tak perlu mengotori tanganmu untuk membunuh bajingan seperti Tom,” ucap Agnes.


“Dia adalah pria yang tak takut sama sekali dengan kematian. Dia hanya bermimpi menjadi presiden seumur hidupnya. Dia pasti selalu mendambakan itu di mimpinya saat tidur.”


“Akan tetapi, kau tiba-tiba membunuhnya begitu saja, bukankah itu terlihat lebih aneh? Apa kau menyebut itu dengan balas dendam? Hhhh. Bukan itu yang disebut dengan balas dendam, John.”


“Kita harus membangunkan dia dari mimpi indahnya. Kita harus menghancurkannya dan mengirimnya ke tempat dimana dia tak punya peluang pulih untuk bisa bermimpi.”


“Lalu, saat dia sudah putus asa dan tak ada seorang lagi yang bisa menolongnya, kau bisa memberinya tali. Maka, dia akan gantung diri atas kemauannya sendiri.”


“Sembari menyesali perbuatannya telah membunuh mendiang kekasihmu. Dia akan menggantung dirinya sendiri. Itulah yang dimaksud dengan balas dendam, John.”


“Jika kau hanya membunuhnya begitu saja, dia bahkan tak takut sama untuk mati, walau kau membakarnya secara hidup-hidup.”

__ADS_1


“Kau tahu, peluru dan api bukanlah satu-satunya yang bisa membunuh seseorang.”


John pun terdiam dan memikirkan perkataan Agnes yang ada benarnya.


Setelah memikirkan ucapan Agnes, John pun setuju dengan rencananya.


“Baiklah, kalau begitu. Jaga dirimu baik-baik, John,” ucap Agnes.


“Kau tak perlu khawatir. Aku tak akan mati begitu saja dan aku akan memastikan untuk menunda pengiriman surel yang berisi rekamanmu. Bahkan, semua anak buahmu saja tak becus untuk menangkapku.”


John kembali mengungkit surel yang pernah ia ambil dengan merekamnya, saat pertama kali ia mendatangi rumah Agnes.


Anna pun hanya bisa menatap John dengan tatapan datarnya, karena John seorang diri yang tahu dan bisa mengatur surel itu melalui akun emailnya.


***


Di rumah persembunyian Anna, banyak segerombolan anak muda yang sedang berkumpul di halaman rumah.

__ADS_1


Mereka datang bergerombolan dengan masih mengenakan seragam sekolah.


Sepertinya, mereka sangat ingin bertemu dengan Anna, Malaikat Seniman terkenal dari korea yang telah diketahui oleh banyak orang.


Mereka semua berkumpul untuk bertemu meminta foto dan tanda tangan pada Anna.


Di dalam rumah, terlihat Anna yang sudah mulai berbaur dengan Bibi, dan juga Jane.


Sesaat sebelumnya, mereka sudah menyantap makanan di meja bersama, yang membuat Bibi dan Jane terkejut, Anna mau melakukan itu.


Padahal, hari-hari sebelumnya Anna sama sekali tak pernah mau berbaur ataupun menyapa Bibi dan Jane. Ia hanya berada di dalam kamar dan menonton TV sepanjang hari.


Dan saat segerombolan anak muda itu datang ke rumah persembunyian Anna, Anna sangat terkejut dan mulai sedikit ketakutan saat melihat banyaknya orang yang hadir di halaman rumahnya dari balik jendela.


Bibi dan Jane pun hanya bisa menenangkan Anna, seperti yang John lakukan saat itu.


“Tidak apa-apa, Nona Muda. Mereka semua penggemarmu. Mereka tidak jahat sama sekali. Kau pasti bisa. Kau bahkan tampil luar biasa kemarin, saat menghadapi lebih banyak orang. Ayo, kita temui mereka.”

__ADS_1


Bibi berusaha meyakinkan Anna dan menemaninya keluar rumah bersama Jane yang mengawalnya.


__ADS_2