JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 073 - BERKAS DATA DIRI.


__ADS_3

“Akan tetapi, kau tak bisa sendirian.”


Anna pun menatap John saat mendengar perkataannya, bahwa ia sudah tak bisa sendirian lagi.


“Saat kau membebaskan diri dari orang-orang sekitarmu, nyawamu mungkin bisa terancam karena itu.”


“Apa kau tau, kenapa alasanmu bisa hidup sampai saat ini? Itu karena Agnes tak perlu mewaspadaimu saat itu.”


“Akan tetapi, situasinya telah berubah sekarang. Sekarang, kau menjadi kelemahan terbesar Agnes.”


“Kau bahkan bisa menghancurkan dunianya hanya dengan satu ucapan saja.”


Anna hanya mengangguk dan mulai memahami apa maksud ucapan John untuknya.


“Dia mungkin bersikap baik padamu sekarang, tapi saat orang tak tertarik padamu, momen itu akan digunakan Agnes untuk melenyapkanmu.”


“Kalau begitu, bagaimana jika aku bilang pada dunia bahwa Deny itu ayah kandungku?” tanya Anna.


“Maka, kau akan menjadi anak yang menghancurkan kehidupan ayahnya. Apa kau tak keberatan dengan itu?” ucap John.


“Baiklah, aku mengerti sekarang. Karena itu juga ibuku juga meninggal. Dia takut dia akan merusak karier ayahku sebagai politikus.”


“Ibuku hanya berharap, ayahku datang di hari pemakamannya. Ibuku hanya menghabiskan botol alkohol, setiap ia stress memikirkan harinya yang berat. Ia seperti orang bodoh, gara-gara ayahku.”


“Ia selalu meminum alkohol di setiap malam, saat ayah tidak datang menemuinya. Aku sangat benci ketika melihat ibuku meminum alkohol.”


“Aku muak dengan bau alkohol, keringat dan air matanya. Terkadang, itu membuatku berpikir, itu sebabnya ayah tidak mau datang menemuinya.”

__ADS_1


Anna pun mulai menangis saat ia terus bercerita dan mengingat kembali ibu kandungnya.


“Tak apa, Anna. Jangan menangis.”


John langsung memeluk dan mengelus rambut Anna, saat melihat tangisan Anna semakin kencang.


Akhirnya, Anna pun tertidur di pelukan John setelah ia berhenti menangis.


***


Di tempat lain, terlihat Tom yang sedang berada di kolam pemancingan.


Sepertinya, Tom sedang menunggu seseorang dan menemuinya di tempat itu.


Kolam pemancingan itu sangatlah sepi, tak ada orang lain yang berada di tempat itu kecuali Tom seorang diri.


Sepertinya, pria itu adalah ketua polisi yang bersekongkol dengan Tom.


Polisi itu turun dari mobilnya, lalu menghampiri Tom yang sedang duduk di samping kolam.


“Astaga, Kepala Polisi. Akhirnya kau datang.”


“Bagaimana kabarmu, Tuan?”


Polisi itu menyapa Tom dan membungkukkan badannya. Sepertinya, polisi itu memang telah disuap oleh Tom dengan uang yang ia punya. Polisi itu terlihat sangat menghormati Tom seperti majikannya sendiri.


“Duduklah.”

__ADS_1


Tom mengambilkan kursi lipat dan menyuruh polisi itu untuk duduk bersamanya.


“Baik, Tuan. Terimakasih.”


“Kenapa kau terlihat senang sekali?” tanya Tom.


“Apa? Astaga, bukan begitu, Tuan. Ini semua berkatmu,” jawab Kepala Polisi.


“Kau pasti memiliki asuransi yang sangat bagus, bukan?” ucap Tom.


“Apa maksudmu, Tuan?” tanya Kepala Polisi yang tak paham maksud Tom.


“Kau berada di kedua belah pihak, pihak ku dan pihak Pejabat Deny,” ucap Tom.


“Astaga. Tidak, Tuan. Sama sekali tidak. Kau tahu bukan, aku hanya setia padamu!”


Polisi itu berdiri dan membungkukkan badannya pada Tom.


“Baiklah. Terserah kau saja. Apa kau membawa apa yang kuminta?” tanya Tom.


“Tentu, Tuan. Aku sudah menyiapkan semuanya. Ini dia.”


Polisi itu mengeluarkan amplop berisi berkas-berkas, lalu menyerahkannya kepada Tom.


Tom pun menerima dan membuka amplop itu.


Ternyata, berkas itu berisi data diri John semasa hidupnya. Tom meminta kepada Kepala Polisi untuk menyelidiki John yang hampir membunuhnya saat ia berada di tukang cukur tempo hari.

__ADS_1


__ADS_2