
“Apa? Pengawal?” tanya John yang terkejut.
“Ya. Pengawal. Bukankah kau dulu juga seperti itu, saat masih berada di Afrika Utara?”
“Kau sangat beruntung saat itu, ditawari pekerjaan dengan tunjangan saat banyak pengangguran.”
“Kau dibayar berdasarkan keterampilan, jadi kau akan menghasilkan banyak uang.”
Sam terus membujuk John agar mau menjadi seorang pengawal yang mungkin akan membantu hidup John, agar lebih tenang.
“Letnan! Kau tahu bukan, aku tak akan berjanji untuk setia kepada siapapun lagi? Pada negara atau organisasi manapun itu.”
John menghentikan langkahnya dan meregangkan otot di tubuhnya perlahan dan menikmati pemandangan taman rumah sakit yang cukup indah.
Begitupun dengan para pengawal yang sedang mengawasi John dan Sam, mereka melihatnya dari jarak yang cukup jauh dan tak mungkin bisa mendengar percakapan antara John dan Sam.
“Kesetiaan? Apa itu? Kesetiaan hanyalah untuk anjing, John. Aku juga tak setia pada siapapun. Aku melakukan ini semua hanya untuk imbalan.”
“Berapa banyak uang yang kau dapat untuk pekerjaan ini, Pak? Kita sama-sama tahu, orang berpengalaman seperti kita akan dipakai, lalu dibuang begitu saja.”
“Hahaha. Maka dari itu, kita harus membuang mereka terlebih dulu.”
__ADS_1
“Ya. Ternyata kau sudah berubah, Letnan.”
John pun menatap Sam yang berdiri di sampingnya.
“Bukan aku yang berubah, John, tapi dunialah yang sudah berubah.”
Sam pun juga menatap John.
“PASGA yang aku tangani bukanlah perusahaan keamanan biasa, walau pasukan mereka tak sebanding dengan kemampuanmu.”
“Jika di bidang militer, kami adalah intelijen. Di dalam, kami memiliki akses rahasia terdalam dan tergelap IP Group.”
“Di luar, kami mengumpulkan dan memantau jaringan data terkait politik, keuangan, dan media di kota, bahkan di negara ini.”
“Orang-orang dibalik itu berada di kalangan atas, mereka bukan orang biasa, John.”
“Mereka akan memenangkan kursi walikota, bahkan kursi kepresidenan. Jika itu terjadi, kau bisa dimaafkan, atas apa yang telah kau perbuat pada keluarga Deny dan Agnes.”
John pun menghela nafas panjang dan,
“Letnan. Kau tahu, jika aku sudah lelah kabur terus. Dan kini aku pun sudah tak berguna. Aku sudah bukan diriku yang dahulu lagi.”
__ADS_1
Saat John akan pergi meninggalkan Sam,
“Kenapa? Apa karena kau tak bisa membunuh orang lagi? Julukan ‘Mesin Pembunuh’ tetap melekat pada dirimu, walau kau tak bisa membunuh seseorang lagi, John.”
John pun menghentikan langkahnya, saat mendengar Sam yang sudah mengetahui, tanpa John memberi tahunya.
“PTSD. Aku mendapatkan diagnosis mu dari UFC pagi ini.”
PTSD adalah sebuah gangguan stress pasca trauma yang dialami oleh John.
John pun lebih terkejut saat mendengar Sam yang juga mengetahui tentang itu.
“Kau tak perlu cemas, John. Aku langsung merobeknya setelah aku selesai membaca.”
Sam pun terus berusaha untuk meyakinkan John, agar ia mau menjadi pengawal keluarga Deny, dan membantu hidupnya, agar lebih teratur.
“Setelah melihat pasukan yang dikirim oleh Marco, manajer PASGA, masih hidup saat ingin mencoba menangkapmu, aku merasa ada yang aneh padamu.”
“Dulu, kau menghabisi dan tak segan untuk membunuh siapapun yang datang mengusik hidupmu, tapi kini kau telah jauh berubah.”
“Jika kau tahu itu, kenapa kau ingin aku bekerja untukmu dan keluarga yang kau lindungi, Letnan?”
__ADS_1