
“Astaga. Kenapa kau tampak terkejut sekali, Kak?”
Roy masih tersenyum-senyum pada kakak tirinya sendiri.
Sepertinya memang benar, Roy mempunyai niat tersendiri dengan kedatangannya di kantor PASGA dan sengaja menemui Anna.
“Rencana busuk apa lagi yang akan kau lakukan disini?”
Agnes berjalan mendekat dan menatap Roy dengan tatapan sinisnya.
“Hahahaha. Rencana busuk? Astaga. Orang beradab sepertimu tak pantas untuk berbicara dengan kata-kata yang kasar, Kak!”
“Itu sama sekali tak cocok denganmu. Jangan berbicara seperti itu lagi.”
Roy terus memancing dengan ucapan seolah-olah dia tak akan melakukan hal apapun.
“Aku hanya ingin pergi bersama keponakanku ke suatu tempat, mungkin aku bisa mengajaknya makan atau berjalan-jalan. Apa aku boleh?”
“Tidak! Tidak bisa! Kau tak bisa melakukan itu!”
Sudah pasti Agnes melarang Roy mengajak Anna untuk pergi bersamanya.
“Tidak bisa? Hahaha. Baiklah, kalau begitu. Jika kau tak mengizinkanku, aku akan berkeliling di gedungmu dan memberitahu semua orang tentang identitas aslinya. Kau mau aku melakukan itu?”
“HEI!!!!!!””
__ADS_1
Sontak saja Agnes berteriak dengan keras saat Roy mengancamnya akan membongkar rahasia terbesarnya.
“Hahahaha. Astaga. Aku hanya bercanda, Kak! Kau tak perlu berteriak seperti itu. Itu hanya lelucon saja.”
Roy pun hanya tertawa saat melihat Agnes yang berteriak dan ketakutan karena ancamannya.
“Lagi pula, kau sudah tak bisa lagi memerintah gadis ini. Saat ini, Anna sudah tak membutuhkan izinmu lagi untuk melakukan apapun yang ia mau. Bukan begitu, Anna?”
Roy terus memprovokasi Agnes yang membuat John dan dan Anna pun melihatnya.
“Tidak, aku masih butuh izin,” jawab Anna.
“Agen John, apa aku boleh ikut bersama pria ini?”
Roy sangat terkejut saat Anna meminta izin itu pada John, karena ia tak tahu John merupakan anggota yang sudah berpangkat tinggi di PASGA.
“Tentu saja boleh, Nona Muda, asalkan, aku harus ikut kemanapun kau pergi.”
John balik menatap Anna dengan senyuman kecil di wajahnya.
“Baiklah, kalau begitu. Aku pun juga tak keberatan jika harus ditemani. Lagi pula, aku mempunyai beberapa pengawal dari PASGA.”
“Ayo, Anna, keponakanku!”
Roy langsung mengajak Anna keluar dari gedung dan menuju mobilnya.
__ADS_1
Di dalam mobil, Anna duduk di samping Roy di kursi belakang, sedangkan John duduk di samping sopir pribadi Roy yang sedang menyetir mobil.
“Baiklah, mari kita pergi ke rumah sakit MEDIKA,” ucap Roy.
“Rumah sakit?” tanya Anna yang terkejut.
“Ya. Rumah sakit. Lagi pula, kau sedang sakit, Anna. Aku akan membawamu menemui dokter psikiater yang ada di sana. Makanan di sana juga sangat enak, kau bisa memilihnya sepuas yang kau mau.”
Entah apa maksud Roy membawa Anna menuju ke rumah sakit itu.
“Hei! Apa yang kau coba lakukan?”
John menoleh kebelakang dan menatap Roy.
“Astaga. Bukankah kau pengawalnya? Seharusnya kau berbelas kasihan pada Anna. Apa kau tak mendengar apa kata dokter di klinik PASGA?”
“Anna sangatlah menderita karena sakit. Masalah yang sedang dialaminya adalah psikologi.”
John pun kembali mengingat perkataan dokter yang memang mengatakan bahwa Anna perlu dibawa ke klinik psikiater.
“Anna! Kau mau makan atau pergi ke rumah sakit untuk berobat?”
Roy pun bertanya pada Anna yang masih diam dan duduk di sampingnya.
John hanya menganggukkan kepalanya dan saat Anna melihat John dan meminta pendapat darinya.
__ADS_1