
“Aku lahir di Amerika, lalu ayahku…”
“Tidak!”
Agnes bergumam sendirian dan menggelengkan kepalanya saat Anna akan menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan dan reporter.
“Ayahku adalah seorang seniman yang telah lama meninggal, Michael namanya. Dia juga merupakan teman baik dari seniman korea yang terkenal itu.”
“Dia bertemu dengan ibuku, saat ibuku berada di korea untuk berlibur, lalu mereka menikah dan lahirlah aku.”
Entah apa yang dikatakan oleh Anna, itu sangat membuat Agnes semakin bertanya-tanya, apa yang sedang direncanakan oleh Anna.
“Wahhhh!!!!”
“Ayahmu berteman baik dengan seniman itu?”
“Astaga. Aku tak menyangka!”
“Wahhh!!! Kau sungguh luar biasa!!”
Semua orang pun mulai takjub dengan jawaban Anna, karena mereka tak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi di keluarga Anna.
“Sial! Sandiwara apa lagi yang sedang kau jalankan?” gumam Agnes dalam hatinya.
Ia pun terus menatap Anna dengan sinis, walau di sisi lain ia sangat lega karena Anna tak mengatakan yang sebenarnya.
*CEKREKKK!!!
__ADS_1
*CEKREKKK!!!
*CEKREKKK!!!
“Hei! Hentikan itu! Tolong, jangan lakukan itu!”
Bibi pembantu rumah pun langsung keluar dari rumah dan membawa Anna memasuki rumah, karena Anna sangat tak terbiasa dengan lampu cahaya kilat.
“Anna!!!!”
Dengan sengaja, Agnes pun menolong Anna yang akan pingsan gara-gara melihat lampu flash kamera yang menyorot ke arahnya.
Para reporter, wartawan dan semua orang pun mulai membubarkan diri dari halaman rumah Anna, saat Anna telah dibawa ke dalam rumah.
***
Di dalam rumah persembunyian Anna, terlihat Anna yang sedang duduk melamun di atas kasurnya.
Akan tetapi, John mengundurkan niatnya, karena tak mungkin baginya untuk menemui Anna dalam kondisinya yang sedikit babak belur.
John pun menuju ke ruang tamu untuk menemui Agnes yang sedang memarahi Bibi dan Jane.
“Mereka berdua tak berbuat apa pun. Jangan salahkan mereka! Semua ini ulahku. Aku yang menyuruh mereka berdua untuk melakukan.”
Agnes pun berdiri dari kursinya, lalu berjalan mendekati John.
“Kenapa kau lakukan ini, John?” tanya Agnes.
__ADS_1
“Bukankah yang kulakukan lebih baik, daripada harus membunuhnya di depan umum?” John bertanya balik.
“Kenapa kau tak laporkan dahulu?” tanya asisten Agnes yang juga marah pada John.
“Kenapa aku harus melaporkannya pada kalian? Aku yakin kalian tak akan setuju dengan apa yang aku lakukan, meski aku melaporkannya,” jawab John.
“Kau benar. Jika aku membuatnya terbunuh di depan umum, itu akan membuat keadaan lebih rumit lagi,” ucap Agnes.
“Hari ini, kau bekerja dengan baik, John.”
“Ya. Tentu saja. Aku selalu menyelesaikan tugas lebih baik daripada asisten pribadimu sendiri.”
Asisten pribadi Agnes pun semakin emosi saat John menghinanya.
“Bisakah kalian meninggalkanku, aku harus berbicara dengannya secara pribadi.”
Agnes pun menyuruh semua orang untuk pergi meninggalkannya dan John termasuk asisten pribadinya.
“Duduklah!”
Agnes pun menyuruh John untuk duduk bersamanya, setelah semua orang pergi dari ruang tamu.
“Kau sudah bekerja sangat keras belakangan ini. Kau selamatkan Pejabat Deny dari jebakan Tom, dan kau juga berhasil menyelamatkan Anna dariku.”
“Akan tetapi, apa kau akan terus menjaga gadis remaja itu? Apa kau sudah melupakan, apa tujuan awalmu bergabung bersama PASGA? Apa kau tak ingin membalaskan dendammu kepada Tom?”
Agnes terus memprovokasi John dan mengingatkannya, tentang tujuan awalnya dia bergabung dengan PASGA.
__ADS_1
“Musuh kita telah menarik pedangnya, John, jadi, aku ingin menarik pelatuknya sekarang. Kau harus bersiap-siap.”
John hanya diam dan tak merespon ucapan Agnes.