JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 067 - PINDAHKAN ANNA SEKARANG!


__ADS_3

“Pindahkan Anna sekarang juga!!!!”


Agnes berteriak seketika panik saat mendengar berita itu dari asisten pribadinya.


“Tidak mungkin, Nyonya. Semua orang dan para wartawan dari media dan surat kabar sudah mengepung rumah itu sejak satu jam yang lalu.”


“Sial!!!!”


*PRAKKKK!!!


Agnes membanting tablet yang sedang ia pegang hingga hancur.


Agnes pun segera menyuruh asistennya untuk menyuruh Marco untuk bergerak dan menyewa beberapa pembunuh bayaran yang berada di kota itu untuk memburu Anna.


Agnes sengaja menyewa beberapa pembunuh bayaran karena, pasukan PASGA lainnya harus mengawal Deny yang sedang menuju ke kantor kejaksaan.


Karena Agnes juga sudah tak yakin dengan pasukan PASGA yang selalu gagal dalam mengurus semua masalah yang terjadi di keluarganya.


Agnes lebih memilih untuk membunuh Anna daripada harus mengekspos keberadaannya kepada publik.


Sebelum Agnes dan asistennya akan menuju ke rumah persembunyian Anna, ia menelpon Marco untuk memastikan, apa yang sedang ia lakukan.


“Direktur Marco, kau dimana?”

__ADS_1


“Aku menuju ke tempat Anna, Nyonya,” jawab Marco.


“Kau sudah melakukan apa yang kusuruh, bukan?” tanya Agnes.


“Tentu saja, Nyonya. Aku sudah bersama beberapa pasukan tempur yang siap untuk menghabisi Anna sebelum dirinya terekspos publik.”


“Baiklah kalau begitu, mari kita lihat, apa yang kau lakukan itu benar, aku juga akan menuju kesana sekarang.”


Agnes pun menutup teleponnya, lalu menyuruh asistennya untuk menyiapkan mobil bersama beberapa pengawal yang ada di rumah untuk menuju ke tempat persembunyian Anna.


Dan benar saja, Marco sudah berada di dalam mobil van berukuran besar.


Di dalamnya berisi 4 orang pembunuh bayaran yang sudah siap dengan sniper dan peralatan lainnya.


Sepertinya, pria bertubuh kekar itu adalah ketua dari pembunuh bayaran yang telah disewa oleh Marco.


“Kita harus mencegah target berbicara pada media. Jika target ingin mengatakan sesuatu tentang ayahnya, kalian bisa langsung mengeksekusinya. Kalian mengerti?” ucap Marco.


“Ya, Pak!”


Semua pasukan pun menjawab serentak perintah dari Marco, terkecuali pria yang sedang duduk di sampingnya, ia hanya diam dengan tatapan dingin, seperti pembunuh bayaran profesional pada umumnya.


“Kita akan segera tiba. Segera ke posisi yang telah aku tentukan saat kita tiba,” ucap pria yang duduk di sebelah Marco.

__ADS_1


“Baik, Bos!”


Anak buahnya pun juga menjawab serentak perintahnya.


“Dan kau, kau dekati target sedekat mungkin. Seandainya semua sniper dan semua manuver dari jarak jauh gagal, kau harus bergerak untuk menikamnya.”


Ketua pembunuh bayaran itu menyuruh salah satu anggotanya untuk berada di gerombolan orang dan menikam target secara langsung, saat para sniper tak berhasil menyingkirkan target.


“Setelah itu, kalian bisa langsung meninggalkan TKP secepatnya, dan bersiap untuk berkumpul di titik temu.”


“Baik, Bos!”


Marco pun hanya bisa diam. Sepertinya, ia terlihat sangat takut saat melihat pria bertubuh kekar yang sedang duduk di sebelahnya.


“Jika kalian tertangkap, kalian tak perlu membawa namaku juga,” ucap Marco yang ketakutan.


Pria yang duduk disebelahnya hanya menatap Marco tanpa meresponnya sedikitpun.


***


Kembali ke rumah persembunyian Anna, terlihat John yang sedang melihat segerombolan orang banyak yang sedang berkumpul di depan rumah dari balik jendela.


Ia pun mendapat telepon dari Sam yang memberitahu bahwa, Agnes dan Marco bersama beberapa pembunuh bayaran lainnya sedang menuju ke rumah persembunyian Anna untuk memburunya.

__ADS_1


“Ada apa, Letnan?”


__ADS_2