
John memasuki sebuah gedung perpustakaan tua yang sudah lama terbengkalai. Ia mencari sebuah flashdisk yang diduga disembunyikan di dalam gedung itu.
“Mereka pasti menyimpannya disini. Aku harus bergegas menemukannya”, ucap John sambil mencari-cari flashdisk tersebut.
Ia mencarinya di seluruh ruangan itu. Membuka semua laci, almari dan rak-rak buku. Ia mencarinya dengan teliti namun nihil, tidak ada hasilnya.
Kemudian tiba-tiba pintu gedung terbuka.
“Diam di tempat dan jangan bergerak”, ucap salah seorang penjaga yang kemudian langsung menghampiri dan menangkap John.
Ternyata mereka adalah pasukan penjaga dari anak Presiden, Jason. Jason bersama pengawalnya memasuki gedung perpustakaan tua itu.
Jason langsung menuju sebuah lukisan yang terpajang di salah satu sudut ruangan. Ia meraba dibalik lukisan itu dan ternyata flashdisk rahasia itu masih aman.
Jason yang mengetahui John memasuki gedung itu, sudah pasti ia mencari flashdisk tersebut.
“Tempat ini sudah tidak aman, aku harus mengambilnya”, ucap Jason sambil memasukkan flashdisk itu ke sakunya kemudian langsung berlari.
Jason berlari sekencang mungkin karena ia tahu pasti John akan mengejarnya.
John yang melihat Jason kabur, ia langsung menyerang dua orang di sampingnya yang sedang menahan dirinya. Alhasil John berhasil kabur dari mereka dan mengejar Jason.
Namun tidak semudah itu, karena Jason adalah anak presiden, sehingga ia membawa banyak sekali pengawal. John harus menghadapi mereka satu persatu.
Jason merasa lega karena telah sampai di mobilnya.
“Akhirnya aku bisa lepas dari John sialan yang ingin mengambil benda berharga ini”, ucap Jason sambil tersenyum licik
Ia menyalakan mobilnya dan hendak meninggalkan gedung perpustakaan tua itu. Namun tiba-tiba ada seseorang yang menodongkan pistol di depan mobilnya.
Kemudian dari samping kaca kemudinya ada dua orang yang sedang berdiri dan mengetuk pintu mobilnya.
“Bukalah pintunya, aku ingin bicara sebentar denganmu”, ucap orang itu
Jason membuka kaca mobilnya.
“Ada apa dan kalian siapa ?” tanya Jason pada kedua orang itu.
“Kami dari pihak kepolisian, kami melihat ada keributan di sini. Turunlah dan ikut kami. Anda pasti akan aman” ujar salah satu orang tersebut.
“Ya, ikutlah bersama mobil kami, kondisi sedang tidak aman” tambah temannya
“Pasti mereka berbohong, mereka pasti juga orang suruhan yang menginginkan benda berharga ini” ucap Jason dalam hatinya
“Tidak, aku bisa menyetir mobilku sendirian. Kalian minggir saja, aku ingin segera pergi” ucap Jason kepada mereka
Melihat Jason yang bersikeras tak ingin keluar dari mobilnya, maka orang yang berdiri di samping mobil Jason mengisyaratkan kepada temannya yang ada di depan mobil Jason untuk menembak kaca mobil Jason.
“Doorrrr, praaankk” suara tembakan bersamaan dengan pecahnya kaca depan mobil Jason.
Jason yang merasa ketakutan akhirnya membuka mobilnya dan turun. Kemudian ia berlari dengan kencang menghindari orang-orang misterius tersebut.
Ya, mereka adalah orang suruhan dari Tom. Tom juga ingin mengambil flashdisk itu agar rahasianya tidak terbongkar.
John berhasil mengalahkan seluruh pasukan penjaga Jason. Ia melihat Jason berlari karena sedang dikejar oleh orang suruhan Tom, John pun ikut mengejarnya.
__ADS_1
Jason yang tak tahu lagi harus berlari kemana, sedangkan seluruh pengawalnya sudah jatuh terkapar karena melawan John.
Akhirnya Jason memutuskan untuk berlari menuju atap.
“Sial, aku harus lari kemana lagi, aku sudah berada di atap, mereka pasti akan memojokkanku” gumam Jason pada dirinya sendiri
Hanya beberapa langkah Jason telah mencapai pinggir dari atap gedung perpustakaan tua itu.
“Tidak ada jalan lain, aku harus lompat dari atap gedung ini agar mereka berhenti mengejarku” gumam Jason
Jason memberanikan dirinya melangkah untuk terjun dari gedung itu.
Saat Jason telah melangkahkan kakinya untuk terjun, John muncul dan menarik tangan Jason.
Alhasil Jason bergelantungan di atap gedung dengan uluran tangan John. John sekuat tenaga menarik tangan Jason agar ia bisa naik ke atas lagi.
Namun tiba-tiba orang suruhan Tom menembak John dari belakang.
“Dooorrrr” tembakan itu dilayangkan tepat mengenai pundak John.
John yang terkena tembakan akhirnya langsung jatuh bersamaan dengan Jason.
Kepala Jason terbentur sehingga mengalami pendarahan dan pingsan.
John langsung mengambil flashdisk tersebut yang ia tahu berada di saku celana Jason.
Setelah mengambil benda tersebut, ia berjalan tertatih-tatih menahan luka tembaknya yang ada di pundaknya.
Ia jatuh di pinggir semak-semak, kemudian menyembunyikan benda tersebut dibalik pot bunga yang di sampingya ada batu besar.
Tak lama mobil Sam datang, ia langsung menghampiri John yang duduk lemas di pinggir semak-semak.
“Apa yang terjadi padamu John ? bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit” ucap Sam sambil memapah John menuju mobilnya
John yang semakin lemah tak berdaya duduk di belakang kemudi. Darah bercucuran tak kunjung berhenti dari punggungnya akibat luka tembakan itu.
Sam menelepon Agnes dan memberitahu hal yang baru saja terjadi pada John.
“Nyonya, aku membawa kabar buruk, John terluka, ia tertembak dan kondisinya sangat parah, aku akan membawanya ke rumah sakit” ucap Sam pada Agnes lewat handphone
“Jangan, bawalah dia ke I-KEEP, aku tidak mau terjadi suatu hal yang tambah buruk padanya” ucap agnes
“Baik nyonya, saya akan segera menuju” ucap Sam sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
***
Jane sedang menemani Anna makan malam di rumahnya.
“Jane, kira-kira kapan John akan pulang ? Aku merindukannya” ucap Anna pada Jane sambil mengunyah makanannya.
Belum sempat Jane menjawab tiba-tiba handphone Jane berdering. Ia mendapat kabar bahwa John tertembak dan keadaannya sedang kritis.
Ia langsung memberitahu kabar ini kepada Anna.
“Nona, kuharap kamu tenang setelah aku mengatakannya” ucap Jane pada Anna
__ADS_1
“Ya, ada apa Jane, kenapa wajahmu terlihat sangat panik ? Apa yang terjadi Jane ? Katakan padaku” ucap Anna penasaran
“Tuan John.. keadaan Tuan John sekarang…” ucap Jane terbata karena takut membuat Anna sedih, namun ia harus mengatakannya
“Ada apa Jane ? Apa yang terjadi pada John ? Katakan yang jelas padaku Jane”ucap Anna
“Tuan John tertembak dan saat ini keadaannya sedang kritis” jawab Jane pada Anna
“APAAA??? John tertembak ? Bagaimana bisa Jane ? mengapa ia bisa tertembak ? Di mana ia sekarang ?” ucap Anna sangat khawatir pada John
“Aku juga belum tahu bagaimana kronologinya, Nona, dan aku juga belum mendapat kabar di mana Tuan John sekarang” ucap Jane
“Namun pastinya Nyonya Agnes akan melakukan yang terbaik pada Tuan John, kamu jangan khawatir Nona muda, kita tunggu kabar selanjutnya” tambah Jane
“Tidak bisa Jane, aku ingin menemui John, aku ingin melihat kondisi John” ucap Anna penuh khawatir
“Tunggulah disini, istirahatlah, nanti jika sudah ada kabar mengenai Tuan John, maka aku akan memberitahumu Nona” ucap Jane mencoba menenangkan Anna
Anna akhirnya menuruti perkataan Jane, ia bergegas menuju kamarnya.
30 menit berlalu dan Jane belum memberi kabar apapun pada Anna. Hal ini tentu sangat membuat Anna khawatir. Namun, Anna juga tidak tahu harus berbuat apa untuk John.
Anna yang dari tadi mondar-mandir di kamarnya, kemudian ia duduk di tepi ranjangnya sambil bergumam
“Tuhan, aku mohon, tolong selamatkan dia. Selamatkan John apapun yang terjadi. Aku tidak ingin dia pergi meninggalkanku. Hanya dia yang aku punya saat ini. Apapun akan aku lakukan, asalkan John selamat. Aku mohon, Tuhan” ucap Anna sambil berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan John
Tak lama Jane mengetuk pintu kamar Anna
“Tok..tok..Nona Anna apakah kamu sudah tidur ?” tanya Jane sambil mengetuk pintu kamar Anna
“Belum Jane, masuklah” ucap Anna
“Bagaimana Jane ? Apakah ada kabar terbaru tentang John ?” tanya Anna pada Jane
“Ya, Tuan John saat ini sedang dibawa menuju I-KEEP, dia akan dirawat di sana untuk sementara waktu, karena sekarang ia sedang menjadi buronan kepolisian” jelas Jane pada Anna
“Kenapa bisa ? Kenapa John menjadi buronan ? Apa yang terjadi sebenarnya Jane ?” tanya Anna
“Tuan Jason, anak presiden, ia jatuh bersamaan dengan Tuan John di gedung perpustakaan tua. Saat ini kondisi Tuan Jason juga belum sadarkan diri. Mereka menduga Tuan John sebagai pelaku atas kejadian jatuhnya Tuan Jason” ucap Jane menjelaskan kronologinya pada Anna
“Jadi saat ini polisi sedang mencari John ?”tanya Anna
“Ya, maka dari itu Nyonya besar menyuruh agar Tuan John dirawat di I-KEEP saja, dengan begitu maka polisi tidak akan bisa menemukan Tuan John” jelas Jane pada Anna
“Kau tenang saja Nona muda, percayakan John pada Nyonya besar, John akan aman bersamanya” tambah Jane agar Anna tenang
“Bisakah aku besok menemui John ?” tanya Anna
“Sepertinya tidak bisa Nona, karena hanya orang-orang tertentu yang memiliki akses menuju I-KEEP, aku tidak bisa membantumu. Lebih baik aku sarankan agar kamu menunggunya saja di sini, karena pastinya Nyonya besar tidak akan mengizinkan kamu untuk masuk” ucap Jane
“Tapi Jane, aku sangat ingin melihat kondisi John, aku ingin tahu keadaannya yang sebenarnya” ucap Anna sedih
“Baiklah Nona, besok kita akan pikirkan caranya untuk menemui John. Yang penting sekarang Nona istirahat dahulu, tidurlah, ini sudah larut malam Nona” ucap Jane tak tega melihat kesedihan Anna
“Baiklah, terimakasih Jane, laporkan padaku apapun yang terjadi mengenai John” ucap Anna
__ADS_1
“Baik Nona, selamat malam” ucap Jane meninggalkan kamar Anna