
Agnes pun hanya tersenyum dan malah mengancam balik Tom.
Agne memberi perintah asisten pribadinya dengan kode, untuk memanggilkan seseorang.
Seorang wanita muda berusia akhir tiga puluhan pun datang ke pesta itu dan menghampiri Agnes dan Tom yang sedang berbincang.
Ternyata, wanita itu adalah wanita muda yang bersama Deny di kamar, saat kejadian penyerangan itu terjadi.
Betapa kagetnya Tom dan asistennya saat melihat Agnes berhasil menangkap wanita suruhannya, dan mempergunakannya untuk menyerangnya balik.
“Oh, kau disini?”
Agnes tersenyum dan menyapa wanita suruhan Tom itu.
Wanita muda itu memberikan sebuah flashdisk berbentuk kunci mobil pada Agnes.
“Omong-omong, aku juga yakin dalang dibalik insiden yang menimpaku dan perusahaan suamiku akan segera ditemukan dan ditangkap. Karena aku mempunyai bukti dari mobil dan gedung ku.”
Tom dan asisten pribadinya semakin khawatir mendengar Agnes yang balik menyerangnya.
Agnes juga menunjukkan flashdisk yang diberi oleh wanita itu pada Tom.
“Apa kabar, Pak sekretaris?”
Wanita muda itu menyapa asisten Tom yang terlihat semakin panik dan gugup.
__ADS_1
“Astaga. Ternyata kau juga mengenal asisten Pejabat Tom? Wah. Ini akan semakin menarik,” ucap Agnes yang memancing emosi.
“Terus terang, wanita ini sudah lama berada di yayasan kami. Ia sudah menjadi karyawanku saat ia berumur 20 tahun,” lanjut Agnes.
“Kerja bagus. Kau boleh pergi.”
“Baik, Nyonya.”
Wanita itu pun pergi meninggalkan Agnes dan Tom yang terlihat panik.
Saat wanita muda itu pergi, Tom semakin panik dan mengerutkan raut wajahnya.
Tom berbisik-bisik sesuatu pada asistennya, seakan bertanya, kenapa ini bisa terjadi.
“Dunia ini tidak begitu ramah, bahkan bagi wanita cantik seperti dia. Tapi kau tak bisa menyalahkan kecantikannya, bukan? Yang salah adalah orang-orang seperti ular yang merayap di planet ini.”
“Dia terus bahwa dia ingin mengaku padaku tentang sesuatu yang dia lakukan dibelakangku, lalu, aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan, Tuan Tom?”
“Hahahahahahaha!! Ya ampun, itu mungkin salah stafku yang bermasalah! Dia selalu melakukan hal yang buruk! Astaga!”
Tom malah tertawa dengan keras dan beralasan, bahwa anak buahnya lah yang melakukan itu.
“Ya, itu membuatku bertanya-tanya kenapa ada banyak bawahan yang terus melakukan apapun sesuka mereka akhir-akhir ini.”
Tom tersenyum kecil dan tersenyum, lalu berjalan mendekati Agnes, dan berbisik,
__ADS_1
“Apa kita impas sekarang?”
“Maksudmu, apa ini tawaran untuk berdamai?” tanya Agnes.
“Kita mungkin kesal satu sama lain, tapi tak boleh menyakiti fisik,” ucap Tom.
“Tidak. Aku merasa tersakiti secara fisik, tapi aku menerima tawaranmu untuk berdamai,” sahut Agnes.
“Astaga. Kau sungguh bermurah hati, Nyonya Besar. Hahahaha. Mari kita bersulang dahulu.”
Tom tertawa dan mengajak Agnes untuk bersulang tanpa merasa malu sedikitpun.
Mereka berdua pun bersulang dan meminum anggur yang berada di gelas mereka masing-masing.
***
Kembali pada John yang sedang bersama salah satu pengawal yang juga bertugas menjaga di rumah itu.
Pengawal itu mengajak John ke dalam ruang kerjanya di sebuah kamar.
Di dalam kamar itu berisi beberapa monitor yang tersambung dengan seluruh cctv yang berada di rumah itu. Disana juga terdapat sebuah kasur yang cukup mewah, yang bisa digunakan untuk beristirahat.
Pengawal itu mulai menjelaskan kepada John tentang semua CCTV yang berada di rumah itu.
“Kesimpulannya, ada 16 kamera di dalam rumah dan 5 di luar rumah. Karena alasan privasi, CCTV yang berada di dalam kamar menggunakan kamera termal yang di blur.”
__ADS_1