JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 042 - SYUTING FILM GANGSTER.


__ADS_3

“Jalan masuknya dijaga oleh pihak kuil dan perusahaan keamanan internasional. Kepala pelayat menolak akses semua orang luar.”


“Jika pun kau diundang, hanya sopir dan asisten yang diizinkan untuk masuk.”


Jack menjelaskan pada Sam tentang semua kondisi di kuil itu.


Kuil itu sangatlah luas dan memiliki banyak gedung untuk beristirahat dan berkumpul para keluarga mendiang.


Sam memikirkan sebuah cara untuk mengatasi hal itu, agar ia tetap dapat masuk dan menjaga Agnes dan Deny.


Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa Agnes dan Deny pun datang.


Sam segera berdiri untuk menghentikan mobil dan memberitahu kabar itu pada Agnes dan Deny.


Sam menyuruh supir untuk keluar, lalu ia masuk untuk berbicara dengan Agnes dan Deny.


“Ada apa, Ketua Sam?” tanya Deny yang duduk di kursi belakang mobil bersama Agnes.


“Kalian mungkin harus mempertimbangkan ini, Tuan, Nyonya. Mereka sengaja menghalangi semua orang dari kita. Mereka juga mendatangkan keamanan grup internasional untuk menjaga kuil.”


“Astaga. Sekarang apa lagi ini? Ini lebih terlihat seperti syuting film gangster.” ucap Deny.


“Apa mereka pikir ini akan menekan kita? Sungguh, ini sangat kekanak-kanakan. Ayo masuk saja.”


Agnes tetap kekeh dengan pendiriannya.


“Tunggu, Nyonya. Mungkin kau harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.”

__ADS_1


“Seperti apa?” tanya Agnes.


“Jika kau mengalami konflik saat berada di dalam, mungkin sulit bagi kami untuk membantumu,” ucap Sam.


“Kau tak perlu khawatir, Ketua Sam. Mereka tak mungkin membunuhku karena ada pejabat disampingku. Kau tak lihat?”


Agnes menatap Deny yang sedang duduk disebelahnya.


Deny pun hanya diam seperti boneka dan tak memikirkan solusi apapun untuk itu.


“Kubilang, ayo pergi untuk memasuki kuil,” ucap Agnes.


“Baiklah. Kalau begitu, ini usulku untukmu, Nyonya. Aku akan mengutus John dan Jack menjadi sopir dan menemani kalian masuk ke dalam kuil.”


Agnes hanya menganggukkan kepalanya, setuju dengan usul Sam.


John dan Jack pun segera memasuki mobil dengan John yang menyetir mobil itu.


“Baiklah. Kami akan mengantar kalian, Nyonya, Tuan,” ucap Jack.


John menyalakan mesin mobil, lalu menginjak pedal gas perlahan memasuki kuil yang telah dijaga oleh beberapa pengawal lainnya.


Terlihat seluruh tamu undangan yang sudah berada di dalam kuil untuk memberi penghormatan terakhir kepada keluarga mendiang,


Begitupun dengan Tom dan pengawalnya yang juga menghadiri acara pemakaman itu.


Setelah memberi penghormatan terakhir, Agnes dan Deny menuju sebuah ruangan di dalam gedung, untuk berkumpul dan membicarakan pembagian warisan.

__ADS_1


Saat Agnes akan berjalan menuju ruang kumpul, John keluar dari mobil untuk menemui Agnes.


“Hei, kau mau kemana?” tanya Jack yang ikut keluar dari mobil.


John terus berjalan tanpa menghiraukan Jack yang memanggilnya.


“Nyonya.”


John menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada Deny.


“Maaf, Nyonya. Ada pesan untukmu dari rumah,” ucap John.


“Rumahku?” tanya Agnes yang kebingungan.


“Masuklah dahulu, aku akan menyusul.”


Agnes menyuruh Deny pergi ke ruangan untuk berkumpul bersama keluarga besarnya.


“Baiklah. Aku pergi dulu.”


Setelah Deny bersama beberapa pengawalnya pergi dari sana, John berjalan mendekat Agnes, lalu memasukkan sebuah pulpen ke dalam tasnya.


“Apa ini?” tanya Agnes.


“Begitu kau berada di dalam dan merasa ada yang aneh, tekan sekali. Jadi, aku bisa mendengar dan mengakses situasi yang berada di dalam ruangan.”


“Jika kau berada dalam bahaya, maka tekanlah dua kali.”

__ADS_1


__ADS_2