JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 026 - JIWA MESIN PEMBUNUH.


__ADS_3

“Astaga, John. Menurutmu pengawal itu mesin pembunuh berdarah dingin, sepertimu dahulu?”


Sam hanya tersenyum dan menepuk-nepuk pundak John.


“Kau prajurit terbaik di medan perang yang mempunyai indra tajam, kau tak hanya pandai berkelahi dan membunuh, tapi juga memiliki IQ yang cukup tinggi untuk seorang prajurit.”


“Itu akan sangat berguna saat kau menjadi pengawal utama untuk bisa menangkis serangan lawan.”


“Sekarang kau tak boleh menyerang tuanmu lagi, John. Itu sifat nomor satu sebagai seorang pengawal.”


Sam masih sangat berharap agar John mau menjadi pengawal, agar Sam bisa melindunginya.


“Ku harap kau ingat jika aku masih mempunyai surel itu.”


John pun mulai mengingatkan Sam, jika ia masih membawa surel yang bisa digunakan untuk menjatuhkan siapapun yang terlibat dalam keluarga Agnes.


“Tuan John. Ikutlah ke Istana Presiden bersamaku. Jika begitu, kita bisa balas dendam pada keparat yang melakukan ini pada kita.”


Sam mengajak John untuk masuk ke dalam Istana Presiden dan mencari tahu, siapa keparat yang telah membuat mereka hancur, saat berada di dalam militer.


“Istana Presiden?”

__ADS_1


“Keparat?”


Raut muka John mulai terlihat sedih dan akan meneteskan air matanya.


“Kau tahu, Letnan? Sebenarnya aku sudah berjanji untuk tak kembali ke negara terkutuk ini.”


“Dan sekarang aku ingat alasanku meludahi Bandara New York dan bersumpah  untuk tak kembali lagi!”


John pun mulai emosi karena ia tak bisa hidup dengan tenang, seperti tujuannya saat meninggalkan militer.


“Aku terpaksa kembali kemari, karena aku tak punya pilihan lain, Letnan. Kau tahu itu, bukan? Dan untuk membalas dendam. itu sangat melelahkan bagiku.”


“Tetaplah di PASGA sampai pemilu tiba, John. Jika begitu, kita akan saling untung, dan kau tak punya alasan untuk kabur lagi.”


“Aku kembali karena aku sudah lelah, Letnan. Sudah lama aku kehilangan minat pada dunia yang penuh konflik ini.”


“Jika tak ada yang menyentuhku, tak ada yang akan terluka, Letnan. Akan kuhapus isi surel itu begitu pemilu selesai.”


John pun melangkah pergi meninggalkan Sam.


“Hei, Tuan John!”

__ADS_1


John pun tak menggubris, saat Sam memanggilnya.


Saat John meneruskan langkahnya, beberapa pengawal yang mengawasi John dan Sam, menghadang John, agar ia kembali dan berbicara pada Sam.


“Mau apa kalian? Kalian mau mati?”


Sam memberi kode pada para pengawal untuk membiarkan John pergi.


Saat John akan menaiki lift untuk kembali ke kamarnya, kebetulan ia berada di dalam satu lift dengan Tom yang baru selesai menjenguk Agnes.


John mulai curiga saat ia melihat Tom yang berdiri di depannya saat dia berada di dalam lift yang sama.


John seperti pernah melihat dan mengetahui siapa sosok Tom sebenarnya.


Saat John telah mengingat dan memastikannya lagi, ia mengingat bahwa orang yang ia lihat itu adalah, pria yang membunuh mantan pacar John, saat ia masih bertugas di Afrika.


Betapa terkejutnya John saat melihat orang itu muncul lagi di hadapannya, setelah sekian lama.


Jiwa mesin pembunuh berdarah dingin seketika muncul kembali dalam diri John, saat ia melihat orang yang membunuh mantan pacarnya di depan matanya sendiri.


Saat melihat pistol yang dibawa oleh beberapa pengawal Tom, John sangat ingin merebut pistol itu dan menghabisi semua pengawal yang menjaga Tom, dan membunuhnya saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2