JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 095 - SEPUCUK SURAT.


__ADS_3

Agnes dan Deny telah tiada, dengan begitu Anna adalah pewaris tunggal dari harta kekayaan mereka.


Anna menjalani harinya menggantikan posisi Agnes.


Saat ia memasuki ruang kerja Agnes, ia menemukan selembar kertas di atas mejanya. Seakan-akan sengaja dituliskan untuknya.


Untuk Anna :


‘Anna, kau mungkin selama ini sangat membenciku. Kau selalu mengira bahwa akulah yang membunuh ibumu. Maafkan aku, maafkan aku yang tak bisa menolong ibumu saat itu. Aku sangat mencintai ayahmu. Namun orang tuaku sama sekali tak menyukai ayahmu. Ayahmu selalu direndahkan di hadapan keluargaku, hingga suatu hari, ayahmu bertemu dengan ibumu. Dia menemukan kenyamanannya pada ibumu hingga lahirlah kamu, putri kecil yang sangat cantik. Aku menerimamu seperti putriku sendiri. Saat itu kau tinggal bersama ibumu, karena aku tak mau jika ayahku mengetahui keberadaan kalian, maka hal buruk akan terjadi. Hingga kau tumbuh kanak-kanak, semua berjalan normal. Namun suatu hari, ayahku menemukan kejanggalan, ia berhasil menemukan ibumu, ia menyuruh orang untuk menghabisi nyawa ibumu, karena ayahku tak terima putrinya disakiti.


Aku telah mencegahnya, namun aku gagal, aku gagal melindungi ibumu. Saat aku tiba di sana, ibumu sudah tergeletak lemah di lantai dan kau tiba di saat aku ada di sana. Dan sejak itulah dalam ingatanmu, aku adalah pembunuh ibumu. Maafkan aku yang datang terlambat dan tak bisa menolong ibumu. Sebenarnya aku sangat menyayangimu, namun egoku terlalu tinggi untuk mengatakannya. Terimakasih kau telah hadir dalam hidupku, walaupun kau tak pernah sekalipun menganggapku ibumu. Namun aku menyayangimu. Aku titipkan semuanya padamu, Nak. Semoga bahagia. Selamat kau telah menemukan cintamu. John sangat menyayangimu, kuharap kau tak pernah merasakan sakitnya menjadi aku. Aku yang tak pernah dicintai oleh ayahmu.’


Salam hangat,


Agnes.


Begitulah isi dari surat yang dituliskan Agnes sebelum kepergiannya. Anna yang membacanya merasa bersalah telah membenci Agnes selama ini. Ia meneteskan air matanya.


***


Anna ingin melepaskan kesedihannya dengan berlibur bersama orang yang sangat dicintainya.


Anna mengajak John untuk pergi berlibur ke London


“John, maukah kamu pergi bersamaku ?” tanya Anna


“Hmmmm gimana yaa”


John yang sengaja meledek Anna

__ADS_1


“Yaudah kalau kamu nggak mau juga gapapa, aku bisa pergi bersama Jane” ucap Anna dengan wajah cemberut


John memeluk Anna dari belakang


“Hahaha kau ini lucu sekali jika cemberut. Iyaa pasti aku mau dong. Masa aku nolak sih berlibur sama pacarku yang paling cantik ini” ucap John sambil menggoda Anna


“Dasar ya, kamu itu jahil banget”


***


Hari ini mereka berangkat menuju bandara, mereka menaiki pesawat bersama setelah selesai melakukan pengecekan identitas


“John, aku sangat bahagia, akhirnya impianku untuk pergi ke luar negri bersama orang yang aku cinta bisa terwujud” ucap Anna


Pesawat telah berangkat menuju London. Anna mengantuk, ia tidur dengan kepalanya bersandar di bahu John


John membelai rambut Anna sambil berkata


1 jam kemudian pesawatnya telah tiba di bandara London. John membangunkan Anna yang masih tertidur


“Heii bangunlah Tuan Putri, kita sudah sampai”


Anna yang mendengar itu langsung bangun dengan wajah senangnya


“Waaahh, akhirnya kita sampai di London”


Anna dan John menaiki mobil yang telah disewanya menuju hotel yang telah mereka pesan.


Setelah sampai di sana, mereka langsung check-in dan menuju kamarnya.

__ADS_1


“waahhh pemandangan di sini sungguh indah, aku harus mengabadikan momen ini, mari kita selfie” ajak Anna bersemangat


Anna sengaja memesan hotel dengan jendela yang langsung menghadap view pemandangan kota London


Di tambah suasana malam yang sendu, lampu gemerlap menyala di seluruh kota London menambah keindahan kotanya.


***


Keesokan harinya Anna mengajak John untuk berjalan-jalan keluar, menikmati suasana indahnya kota London


“John, aku ingin sekali ke menara London, temani aku kesana ya” ucap Anna


“Siap Tuan Putri, aku siap mengawalmu kemanapun kau mau” ucap John sambil mencubit gemas pipi Anna


Sesampainya di sana, Anna sangat bahagia


“Akhirnya aku bisa menghirup udara bebas, aku sangat senang sekali John”


“Apa yang membuatmu sangat bahagia sekali Nona ?” goda John


Mereka duduk di rerumputan. Anna menghadap ke arah John


“Yang membuatku bahagia ada di depanku. Aku sangat bahagia kau hadir dalam hidupku John. Kau berhasil mengubah kehidupanku. Aku sangat bersyukur Tuhan mengirimkanmu untukku” ucap Anna


Hal ini tentu saja membuat John baper. John tersenyum pada Anna


“Aku juga sangat bersyukur Tuhan mengirimkanku untukmu, aku bersyukur bisa menjagamu, aku bersyukur bisa menjadi laki-laki yang sangat kau cintai, Anna. I Love You, Anna”


John mengucapkan kalimat itu kepada Anna, Anna tersenyum kemudian John langsung mengecup bibir Anna.

__ADS_1


Anna membalas ciuman John. Ia mengalungkan tangannya pada leher John. Ciuman yang sangat dalam, menandakan tulusnya cinta mereka berdua. Menara London menjadi saksi atas cinta mereka.


...~TAMAT~...


__ADS_2