JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 024 - KELUAR SEBAGAI KOLONEL.


__ADS_3

Tom bersama para pengawalnya pun mulai menuruni mobil secara diam-diam, agar tak ada reporter yang mendatanginya.


Tom pun bergegas menuju ke ruangan VIP, tempat Agnes berada.


Sebelum ia memasuki ruangan, Tom bertemu Roy yang baru keluar dari ruangan Agnes.


“Astaga. Presdir Roy.”


Tom menyapa Roy dan menyalaminya.


Begitupun dengan Roy yang menjabat tangannya, walau tak menyukai Tom.


“Kau pasti sangat cemas dengan keadaan kakakmu. Astaga. Bagaimana ini bisa terjadi?”


“Baiklah. Aku permisi dulu.”


Tom pun pergi dan memasuki ruangan, karena Roy tak mengeluarkan sepatah kata pun untuknya.


“Bagaimana perasaanmu, Bu?”


Tom mulai berbasa-basi pada Agnes yang masih duduk bersandar di ranjangnya.


“Terimakasih atas perhatianmu, Tuan.”


Mereka berdua pun saling mengobrol di ruangan Agnes untuk sekedar berbasa-basi.


***


Kembali pada John yang masih terbaring di kasurnya.

__ADS_1


Terlihat Sam, mantan senior dan atasan John yang datang untuk melihat keadaan John.


“Hei, Tuan John! Kau baik-baik saja?”


Sam menyapa John dengan senyuman di wajahnya.


John pun terkejut saat melihat Sam yang berada di rumah sakit itu.


“Haahaha. Kenapa kau terlihat kaget sekali?”


Sepertinya Sam sangat senang dapat bertemu kembali dengan John, juniornya dahulu saat mereka sedang bersama di militer.


“Berhentilah mengerutkan kening, temanku,” ucap Sam pada John yang terus menatap Sam karena masih tak menyangka, Sam bekerja dengan keluarga konglomerat Deny.


“Astaga. Kenapa mereka memperlakukanmu begini?”


“Ketua, Sam!”


Pengawal yang berada di kamar itu pun mengeluarkan pistol setrum, saat Sam membuka borgol di tangan John.


Pengawal itu terlihat sangat ketakutan, jika John akan menghajarnya untuk yang kedua kalinya.


“Tak apa-apa. Diamlah saja di tempatmu. Apa kau mau dihajar olehnya lagi?” ucap Sam pada pengawal yang menjaga John.


“Lagi pula, ini akan sia-sia. Dia tetap bisa melepaskan dirinya, walau kau mengurungnya di penjara besi. Apalagi yang akan kau lakukan? Pergilah dari sini!”


Sam menyuruh pengawal itu untuk meninggalkannya bersama John.


“Baik, Ketua Sam. Aku permisi dulu.”

__ADS_1


Pengawal itu pun pergi dari dalam kamar John.


John pun segera melepaskan tangannya dari borgol dan duduk bersandar di atas kasurnya.


“Jadi, pengejaran dan jebakan itu, rupanya ulahmu, Letnan. Astaga, aku sangat ingin memukulmu, jika kau bukan seniorku.”


Ternyata 2 orang yang mengejar mobil Agnes itu merupakan suruhan dari Sam, untuk menghentikan John.


Sam sudah mengerti, bahwa tak ada cara lain yang bisa digunakan untuk menghentikan John, kecuali dengan itu.


Sam pun hanya tersenyum mendengar John yang langsung paham dan mengerti, tanpa Sam memberitahunya.


“Hei! Aku keluar sebagai kolonel, John!”


“Dan aku dipaksa keluar dari prajurit,” sahut John masih kesal dengan Sam.


“Maafkan aku, John. Aku tak punya kekuasaan saat itu.”


“Bukan kekuatan yang tak kau punya. Kau hanya tak punya alasan untuk membantuku saat itu.”


“Bukan begitu, John. Nyatanya kau butuh kekuatan untuk mewujudkan keinginanmu.”


Sam pun mengajak John untuk berjalan-jalan berkeliling rumah sakit, untuk mencari udara segar.


Mereka berbincang-bincang dan sesekali mengenang masa lalu mereka saat masih berada di militer.


Beberapa pengawal dari pasukan PASGA pun juga ikut mengawal John dan Sam, saat mereka berjalan bersama.


Sesampainya mereka di taman, Sam menghentikan langkahnya dan berniat mengajak John untuk bergabung menjadi pengawal keluarga Deny dan Agnes, yang membuat John sedikit terkejut.

__ADS_1


__ADS_2