
Marco menuju ruang kerjanya, ia masih kesal dengan perlakuan Agnes yang dengan terang-terangan membela John di depannya.
Padahal Marco telah melakukan semuanya untuk Agnes, bahkan ia juga membela Agnes di hadapan John.
Tiba-tiba handphone Marco berdering
“Ya, ada apa kau meneleponku Roy ? Sangat tumben sekali kau menghubungiku”
Roy yang tiba-tiba menelepon Marco, membuat marco kaget dan bingung
“Bagaimana kabarmu Marco ? Apakah kau masih betah bekerja bersama kakakku ?” tanya Roy
“Ya tentu saja. Mengapa kau tiba-tiba menanyakan ini ?”
“Apa kamu tidak bosan menjadi bonekanya ? Apa kau tidak ingin untuk melawannya ? Menggunakan kekuasaanmu untuk melawannya, maka aku akan membantumu”
Roy yang mulai membujuk Marco agar ia mau untuk bergabung bekerja sama dengannya.
Roy mengajak Marco karena hanya Marco lah satu-satunya anggota I-KEEP yang memiliki ambisi besar dan juga mudah digoyahkan pendiriannya.
Marco kembali memikirkan apa yang telah dikatakan Roy. Ia juga mengingat kembali kejadian yang baru saja dilakukan Agnes padanya.
“Apa yang akan kamu rencanakan ?” tanya Marco
“Apakah ini artinya kamu setuju untuk bergabung denganku ?” tanya Roy memastikan
“Ya, tentu saja” jawab Marco
Marco memutuskan untuk melawan Agnes. Ia akan mengkhianati Agnes dan mulai bekerjasama dengan Roy. Karena selama ini ia berfikir hanya dijadikan boneka oleh Agnes yang kapan saja bisa ia buang.
Seperti kejadian barusan, Agnes dengan tega mengusirnya. Marco mulai merasa marah dan dendam pada Agnes dan John. Ia bermaksud untuk melawannya.
“Baiklah. Temui aku di Oyster Resto nanti malam. Kita susun rencana bersama”
Roy mengajak Marco untuk berdiskusi mengenai rencana selanjutnya
“Baiklah. Sampai bertemu nanti” ucap Marco sambil menutup teleponnya
***
Roy dan Tom telah sampai di Oyster Resto, mereka menunggu kedatangan Marco
Tak lama kemudian Marco datang
“Maaf aku sedikit terlambat, karena masih ada urusan sedikit” ucap Marco minta maaf pada mereka yang sudah menunggu
“Rileks saja Marco” jawab Roy
“Bagaimana dengan rencananya ? Apa yang harus aku lakukan ?” tanya Marco
“Sebentar, aku masih penasaran padamu. Apa yang membuatmu tiba-tiba ingin bekerjasama dengan kami ? Bukankah kau sangat setia sekali kepada bos mu itu ?” tanya Roy dengan nada senang dan juga heran
“Ya, mengapa kau tiba-tiba ingin melawan bosmu sendiri ? Mengapa kau memilih mengkhianati bosmu ?” imbuh Tom sambil tertawa
“Ya, karena aku juga sudah muak dengannya. Aku lelah. Dia yang selalu memihak John apapun yang dilakukan. Padahal jelas-jelas aku lebih lama bersamanya ketimbang John” ucap Marco kesal
“Apakah hanya karena itu kau berani melawan bosmu ?” tanya Roy memastikan lagi
“Bukankah jika kita berhasil mengalahkan bos ku, kau akan menguasai IP Group dan tentu saja kau akan memberikan salah satunya padaku bukan ?” Marco berbalik tanya kepada Roy
“Hahahaha kau sungguh cerdas. Baiklah mari kita mulai mendiskusikan rencananya”
Setelah melihat kondisi John di I-KEEP, Anna merasa sedikit lega. Akhirnya ia bergegas untuk pulang karena pada saat itu ia sudah cukup lama berada di I-KEEP namun John tak kunjung sadar.
Setelah sampai di rumahnya, Anna duduk termenung. Ia kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh ibu tirinya.
“John, maafkan aku yang meninggalkanmu. Sebenarnya aku juga tak ingin meninggalkanmu. Namun jika aku terus disini, aku takut malah akan menjadi beban untukmu” gumam Anna pada dirinya sendiri
Jane yang melihat Anna duduk termenung sendirian menghampirinya dengan membawa sebuah nampan berisi camilan beserta minumnya.
“Nona Muda kau sedang memikirkan apa ? Minumlah dahulu agar kau sedikit merasa tenang”
Jane menyodorkan minum untuk Anna
“Terimakasih Jane”
“Jane menurutmu apakah aku harus menuruti perkataan Nyonya Agnes ? Apakah aku harus meninggalkan New York dan John ?” tanya Anna pada Jane
Jane yang melihat ada kesedihan di mata Anna mencoba untuk menghibur dan menenangkannya.
“Tenanglah Nona, anda jangan terlalu memikirkan soal ini. Menurutku, untuk sementara waktu ini, anda patuhlah dengan Nyonya Agnes agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan”
“Apakah John akan baik-baik saja jika aku meninggalkannya ?” tanya Agnes
“Tuan John adalah salah satu orangnya Nyonya Agnes, Nyonya Agnes sangat mempercayai Tuan John. Jadi sepertinya Nyonya akan melakukan yang terbaik untuknya. Ia pasti akan menjaga Tuan John”
“Dan jika Nona berjodoh dengan Tuan John maka suatu saat entah seperti apa jalannya, kalian pasti akan bersatu kembali”
Jane mencoba menenangkan kekhawatiran Anna
__ADS_1
“Baiklah jika seperti itu aku akan sedikit tenang ketika meninggalkannya. Ayo bantu aku mengemasi barang-barangku Jane”
Anna yang berdiri dari duduknya dan mengajak Jane untuk segera membantu Anna mengemasi barang-barangnya.
Agnes telah memberitahu Anna bahwa jadwal keberangkatannya ke London adalah besok.
“Baik Nona”
Anna dan Jane masuk ke kamar, Jane mengambil koper Anna dan mulai memasukkan baju-baju Anna serta keperluan lainnya.
Saat Jane mengemasi barang-barang Anna, tiba-tiba ia meneteskan air mata
“Ada apa Jane ? Mengapa kamu tiba-tiba menangis ?” tanya Anna
“Tidak apa-apa Nona, aku hanya sedih melihatmu pergi. Aku pasti akan sangat merindukanmu”
“Tenanglah Jane, kita masih bisa telponan, kita juga bisa video call jika kamu merindukanku” ucap Jane dengan tersenyum
“Kamu harus berjanji padaku Nona, kamu harus menjaga dirimu baik-baik di sana”
“Baiklah Jane, aku akan pastikan itu. Kau selalu kabarkan padaku apapun tentang John ya”
“Siap Nona, aku akan lakukan itu. Aku akan setiap hari memberimu kabar mengenai Tuan John” ucap Jane sambil tertawa
***
“Apa yang akan kau rencanakan John ? Mengapa kau tak mau memberikan flashdisk itu padaku ?” tanya Agnes heran kepada John
“Aku memang mencuri benda itu bukan untuk kalian, aku mengambilnya untuk keselamatanku sendiri dan Anna. Aku akan menghancurkan kalian semua dan membersihkan nama Anna serta ibunya karena ulah kalian” jawab John
Agnes yang sangat kesal mendengar pernyataan John, namun ia tetap menahannya.
“Di mana Anna saat ini ?” tanya John
“Aku akan mengirimnya ke London. Aku akan membiarkannya hidup di sana”
“Bagus. Itu adalah hal terbaik yang pernah kau lakukan padanya” jawab John dengan memuji Agnes
***
Roy datang bersama pasukannya, mereka menyerang kantor pusat PASGA.
Marco yang telah menunggunya langsung mempersilahkan Roy masuk dan membawanya menuju lantai 11 untuk masuk ke I-KEEP
Rugal yang mengatakan kepada Agnes dan John bahwa ada penyusup yang datang
Agnes menyuruh Rugal untuk memperlihatkan CCTV dan terlihatlah Marco yang sedang bersama Roy memasuki I-KEEP
Marco dan Roy telah sampai di I-KEEP
Roy yang sangat takjub ketika melihat isi ruangan I-KEEP
“Luar biasa. Sungguh mengagumkan sekali ruangan ini. Tak salah aku mengincarnya. Hahaha” ucap Roy sambil tertawa
Mereka menghampiri Agnes dan John yang sedang berada di ruang rahasia I-KEEP
“Rugal, kunci pintu ruangan ini”
Agnes memerintahkan rugal untuk mengunci ruangan yang sedang ia tempati bersama John. Rugal mematuhinya.
“Wah.. kak, mengapa kau tak pernah mengajakku kesini ? Ini sungguh luar biasa sekali” ucap Roy pada Agnes
“Ia tak akan mendengarmu karena ruangan itu kedap suara” jawab Marco
“Rugal, aktifkan mode komunikasi luar ruangan”
Agnes memerintahkan rugal agar mereka tetap bisa berkomunikasi
“Mengapa kau kesini ? Berani-beraninya kau Marco, mengapa kau mengajaknya kesini ?” teriak Agnes marah pada Marco
Marco hanya diam tak berani menatap Agnes
“Wow, tenanglah dulu kak, aku yang memaksanya agar aku bisa kesini” jawab Roy dengan tawa kecil
“Apa maumu datang kesini Roy ?” tanya Agnes
“Hahaha, apakah kau sangat polos kak ? Atau pura-pura tidak tahu ?” jawab Roy dengan nada meremehkan
“Jangan harap kau bisa mengambil I-KEEP dan menguasai IP Group. Mimpilah saja !”
“Jangan begitulah kak. Mari kita bicarakan semuanya baik-baik saja, bukankah kita saudara ?” jawab Roy dengan nada mengejek
“Rugal, berikan aku informasi mengenai keluarga Marco”
Agnes menyuruh Rugal untuk mencari tahu keluarga Marco
“Keluarganya tinggal di Amerika bagian utara. Ia memiliki 1 istri dan 2 anak, kedua anaknya sedang kuliah di LA” jelas Rugal pada Agnes
“Kau suruh anak buahku yang ada di sana untuk menghabisi seluruh keluarganya. Dalam 1 jam aku kasih waktu, akan kubayar 2x lipat jika mereka berhasil” ucap Agnes menyuruh Rugal
__ADS_1
Marco yang mendengar Agnes ingin menghabisi keluarganya langsung ketakutan, ia langsung meminta ampun
“Nyonya, maafkan aku, jangan kau sentuh keluargaku, hukumlah aku, aku akan membayar semuanya. Aku akan membayar dengan nyawaku. Kau jangan menghabisi mereka. Ini salahku” ucap Marco memohon pada Agnes
“Baiklah. Buktikan perkataanmu” ucap Agnes
Marco mengambil pistol yang ada di sakunya, kemudian menembakkan pada dirinya sendiri
Ia meletakkan pistol tepat di kepalanya
“Doorrr”
Marco jatuh dan nyawanya tak tertolong di sana
“Luar biasaa. Gilaa. Kau sangat gila kak”
Roy yang bertepuk tangan, tak menyangka dengan kejadian yang dilihatnya.
“Apakah kau juga ingin berakhir seperti itu ?” tanya Agnes
“Tenanglah kak. Mari kita bicara dengan tenang” ucap Roy yang sedikit menjadi ketakutan
Tiba-tiba ada video call masuk ke handphone Agnes
“Rugal, tayangkan video call nya di layar”
Agnes memerintahkan Rugal. Tak lama muncullah wajah Tom di layar.
“Wah, sepertinya utusan dariku sudah sampai di sana” ucap Tom tampak mengejek
“Jadi kau yang menyuruhnya untuk kesini ?” tanya Agnes
“Hmmm tidak sepenuhnya juga sih, adikmu sendiri juga ingin kesana. Katanya ia ingin menguasai I-KEEP mu hahaha. Dan tampaknya sebentar lagi akan terwujud”
“Apa yang kau inginkan dariku ?” tanya Agnes pada Tom
“Tentu saja aku melakukannya karena menginginkan flashdisk yang ada padamu” jawab Tom
“Hahaha, kau bodoh sekali, kau mengira benda itu ada padaku ?”
“Lantas jika tidak padamu, di mana benda itu ?” tanya Tom balik
“Benda itu ada padaku” John memulai bicara
“Wahh tentara bayaran, kau masih hidup ternyata. Bisakah kau memberikan benda itu padaku ?” tanya Tom
“Tentu saja, aku akan segera memberikannya padamu. Berapa bayaran yang akan aku terima ?”
“Tentu saja sangat sepadan dengan apa yang telah kau lakukan. Kau tak usah khawatir, aku sudah menyiapkannya untukmu” ucap Tom pada John
“Baiklah. Nanti aku akan ke tempatmu memberikan benda itu”
Berakhirlah percakapan mereka.
Agnes yang bingung mendengar ucapan John pada Tom.
“Rugal, matikan mode komunikasi luar”
Rugal mematikan komunikasi luar. Sekarang hanya ia dan John yang bisa mendengar pembicaraan.
“John apa maksudmu ?” tanya Agnes
“Kau tenanglah. Uruslah saja masalahmu dengan adikmu. Aku yang akan mengurus Tom. Kau bantulah aku untuk mengambil benda itu”
“Apa yang kau butuhkan ?” tanya Agnes
“Siapkan mobil dan juga aku butuh Letnan Sam untuk menemaniku”
“Baiklah, aku akan menyiapkannya untukmu” jawab Agnes
Agnes menghubungi Sam
“Sam, kau siapkan mobil, temani John, ia akan segera turun. Pastikan John baik-baik saja” ucap Agnes pada Sam melalui telepon
“Baik Nyonya”
Rugal menyalakan kembali mode komunikasi luar. Ia juga membuka kunci pintu ruangan.
“Kuncilah pintunya saat aku telah keluar. Dan musnahkanlah I-KEEP, agar tak ada orang yang mengincarnya lagi. Hiduplah bebas tanpa bayangmu yang ada pada Rugal”
John berpesan pada Agnes sebelum ia keluar ruangan.
John sudah turun, ia sudah berangkat bersama Sam untuk mengambil flashdisk itu.
“Matikan seluruh akses jaringan di seluruh kantor PASGA. Matikan juga akses lift”
Agnes memerintahkan kepada rugal. Dalam hitungan detik, semuanya terlaksana.
“Apakah kau mulai panik sekarang ?” tanya Agnes pada Roy
__ADS_1
“Hahaha, kak, permainanmu sungguh luar biasa”
Roy mencoba menutupi ketakutannya dengan tertawa. Ia mencoba menghubungi anak buahnya yang ada di bawah namun tidak bisa.