
John bertanya dihadapan layar monitor, saat Anna terus menatap kamera CCTV yang berada di tangga.
Anna pun memalingkan wajahnya dan melanjutkan berjalan menuju ke dapur.
Di meja dapur telah disediakan banyak makanan oleh Bibi sebelum malam tiba.
Anna menutup kembali tutup meja dapur karena tak ingin makan makanan yang telah disediakan oleh Bibi.
Anna berjalan mengelilingi dapurnya yang luas dan terlihat seperti mencari sesuatu.
Begitupun dengan John yang terus memantau, apa yang sedang dilakukan Anna dari layar monitor.
“Apa? Kau mau kemana? Apa yang kau cari? Kau lapar?”
John seperti orang gila yang bertanya di depan layar monitornya.
Anna pun mulai membuka lemari yang ada di dapur satu persatu dan membuka kulkas yang berisi banyak persediaan makanan.
“Apa itu? Astaga, itu ramen? Hhhhh.”
John melihat Anna yang tersenyum saat mengambil bungkus mie instan dari sebuah laci.
__ADS_1
Anna terlihat sangat senang saat mendapatkan mie ramen yang berada di dalam laci.
Ia berputar-putar seperti penari balet, membawa ramen itu dan melihatnya, seakan ia menemukan apa yang telah ia cari selama ini.
Saat Anna ingin memasaknya, ia tak tahu cara menyalakan kompor yang ada di dapur itu.
John hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit tersenyum saat Anna akhirnya membawa bungkus mie instan itu kembali ke kamarnya.
Setelah Anna kembali ke dalam kamarnya, John beranjak dari tempat duduknya, lalu keluar menuju balkon yang berada di depan ruang kerjanya.
John membawa segelas kopi dan mengeluarkan rokok yang akan ia nikmati di balkon.
Sebelum menyulut api dengan rokok, ia melihat bayangan Anna yang sedang berada di atap genteng dari balkon tempat kerja John.
John mengeluarkan ponselnya dan menelpon Jane untuk memberi kabar apa yang telah ia lihat.
Beberapa kali ia menghubungi Jane, tapi Jane sepertinya telah tertidur dan tak menjawab panggilan dari John.
“Sial!”
John segera melompat dari pagar balkonnya, lalu berjalan melalui pembatas dinding dan menuju ke atap, dimana kamar Anna berada.
__ADS_1
John mengendap-endap dan melihat dari bawah genteng, apa yang dilakukan oleh Anna yang sedang berada luar kamar jendelanya.
Terlihat Anna yang sedang duduk di atap genting dengan seekor kucing.
Anna duduk di atas genting dan memakan mie ramen langsung dari bungkusnya, karena ia tak bisa menyalakan kompor.
“Astaga. Rupanya kau,” gumam John lirih.
Raut wajah Anna terlihat sangat bahagia saat ia bersama kucing kecil yang berada di sampingnya.
Kucing itu terus menempel di kaki Anna, seakan meminta ramen yang sedang ia makan.
Begitupun Anna yang memberikan sepotong ramen yang masih mentah pada kucing itu.
Anna terlihat sangat menyayangi hewan, walau ia berada dalam kondisi yang tak normal.
Sangat disayangkan dengan kondisi Anna saat ini, ia telah disekap Agnes sejak kecil, yang membuatnya tak bisa mengenal dunia luar, dan hanya hidup di dalam kamar hingga umurnya beranjak dewasa.
Saat itulah, John melihat Anna dengan pandangan yang berbeda. Ia sepertinya menyukai Anna, karena Anna memang cantik, walau kesehatan mentalnya sedang tak baik-baik saja.
John masih mengendap-endap dan terus melihat Anna dari balik genteng.
__ADS_1
Anna mengeluarkan air matanya dan menangis, saat kucing yang bersamanya telah pergi meninggalkannya sendirian.