JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 065 - JANJI APA YANG KAU BUAT!


__ADS_3

Siang hari pun tiba, dan waktunya Anna sudah boleh untuk kembali ke rumah untuk meneruskan istirahatnya di rumah.


Anna mengganti pakaiannya dengan pakaian awal yang ia pakai saat dia kabur dari rumah, menggunakan setelan pengawal dengan baju Jane.


Begitupun dengan John yang sudah siap untuk mengantar Anna dengan mobilnya.


Saat berada di dalam mobil, Anna kembali teringat tentang maksud ucapan John, janji kepada ayahnya.


Sepertinya, Anna juga merasa sangat bersalah karena perkatanya, bahwa John hanyalah orang jahat dan berkomplot dengan Agnes.


Ia juga mengingat saat John yang memberinya nafas buatan dengan mencium bibirnya, saat ia dengan kondisi setengah sadar.


“Janji apa?” tanya Anna yang secara tiba-tiba.


John hanya menoleh dan masih mengabaikan ucapan Anna.


“JANJI APA YANG KAU BUAT?”


Anna berteriak dari kursi belakangnya tepat di telinga John.


“Astaga, aku tak tuli. Kau tak perlu berteriak, Anna. Aku sudah mendengar. Duduklah dengan benar! Itu bisa membahayakanmu!”

__ADS_1


John memperingati Anna untuk kembali memasang sabuk pengamannya dan duduk dengan benar, disaat posisi duduknya yang berjongkok dan berteriak tepat di telinga John.


Akhirnya, Anna pun kembali duduk dengan benar dan kembali mengenakan sabuk pengaman.


“Coba saja kau tak cantik dan bernasib malang, aku pasti sudah membuangmu keluar dari mobil ini,” gumam John dalam hatinya.


“Ayahmu memintaku untuk melindungimu, dan aku berjanji akan melakukannya,” ucap John.


“Hmmm. Ternyata bukan apa-apa,” ucap Anna dengan ketus.


“Tetap saja, aku sudah berjanji. jadi, aku akan melindungimu mulai saat ini. Akan kupastikan tak ada yang bisa mengganggumu lagi, meskipun itu Agnes.”


“Kenapa? Aku tak memintamu untuk melakukan itu padaku,” ucap Anna yang masih jaim dan ketus.


“Aku akan berhenti melindungimu, jika kau tak mau. Jika itu yang kau mau, maka katakan saja padaku. Kau paham?”


Anna pun hanya diam tak merespon John.


“APA KAU PAHAM?”


John pun berteriak membalas apa yang dilakukan Anna padanya.

__ADS_1


“Ya,” jawab Anna singkat.


John pun hanya tersenyum saat melihat jawaban Anna yang singkat dan ketus.


“Terimakasih. Kau sudah menuruti permintaan Ayahku dan sudah mempertemukanku dengannya, dan memberitahuku jika dia meninggalkanku dan ibuku.”


Mata Anna tiba-tiba berkaca-kaca dan terlihat seperti akan menangis saat ia mengucapkan terimakasih pada John.


“Sudahlah. Jangan cengeng! Ayahmu tak meninggalkanmu.”


John mulai kesal pada Anna yang setiap saat selalu menangis jika mengingat hal yang menyedihkan baginya.


“Apa kau bilang? Cengeng? Kau tak tahu apa-apa. Ayahku meninggalkanku! Dia juga tak hadir saat ibuku meninggal, bahkan tak mencariku saat aku berada di luar negeri!”


Anna malah semakin merengek saat John mengatakan bahwa dirinya terlalu cengeng.


“Kau benar! Ayahmu jahat! Dia juga seorang politisi yang buruk! Tapi jika ayahmu benar-benar meninggalkanmu, kau mungkin tidak akan hidup dan berada disini sekarang,”


“Agnes tak mungkin mempertaruhkan hidupnya untuk sesuatu hal yang tak pasti. Itulah mengapa kau harus lebih bersikap dewasa dan bertahan, agar kau kuat menghadapi orang seperti Agnes.”


Seketika Anna terdiam saat John memberi nasehat untuknya. Anna memikirkan perkataan John yang memang ia harus lebih bersikap dewasa untuk menghadapi masalah di keluarganya.

__ADS_1


Dan pada siang itulah, masalah yang lebih besar akan muncul.


__ADS_2