JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 087 - MISI MEMBURU TOM!


__ADS_3

Sekitar sepuluh mobil pun berangkat dari kantor parkiran PASGA, mobil itu berisi penuh dengan pasukan PASGA yang siap mati jika diperlukan.


John mengemudi mobilnya bersama Jack dan memimpin jalan di paling depan diantara mobil lainnya.


Di malam yang sangat sunyi itu, pasukan PASGA lebih terlihat seperti gangster yang ingin menyerang gangster penguasa lainnya.


Dam benar saja apa yang diucapkan oleh Sam, terlihat dua mobil yang terparkir di depan gedung PASGA.


Dua mobil itu merupakan anak buah Tom yang sedang mengintai, dan bersiap jika PASGA akan menyerangnya.


Saat melihat semua pasukan PASGA yang sudah pergi dari gedung, sala satu orang yang berada di mobil pun memberitahukan kepada Tom, tantang apa yang ia lihat.


Tom pun berencana untuk mengecoh mereka dengan berpindah tempat dari rumahnya menuju ke tempat persembunyiannya.


Akan tetapi usaha Tom untuk mengecoh hanyalah sia-sia, Agnes lebih dulu mengetahui tempat persembunyian yang akan didatangi oleh Tom saat ia pergi dari rumah.


Jack juga sudah mengirim beberapa sniper yang berjaga di rumah persembunyian Tom dan memberi kabar kepada semua pasukan termasuk Agnes yang menunggu kabar dari kantor.


Rumah tempat persembunyian yang akan didatangi oleh Tom pun sudah disabotase sebelum Tom datang ke tempat itu.


John dan Jack yang menggunakan mobil lebih dulu datang ke rumah itu. Mereka berdua telah menyamar dan menggunakan seragam SWAT dengan rompi anti peluru dan helm agar tak ada yang mengenali mereka, saat Tom dan anak buahnya telah datang.


John dan Jack pun bergabung dan menyelinap diantara semua anak buah Tom yang sedang menjaga di tempat persembunyiannya.


Entah apa yang sedang mereka rencanakan, tapi hanya John dan Jack yang sudah berada di tempat itu terlebih dahulu dan menyamar sebagai pasukan SWAT.


Mereka berdua hanya mendapat bantuan dari 5 orang sniper yang memantaunya keadaan dari jarak jauh.


Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Tom dan asistennya pun sampai di tempat persembunyian.


John dan juga Jack yang menyamar menjadi pasukan SWAT pun langsung membukakan pintu gerbang untuk Tom dan asistennya baru turun dari mobil dan memasuki tempat itu.


Beberapa pengawal Tom yang berada di tempat persembunyian itu pun juga menyambut Tom dan asistennya.


Beberapa pengawal Tom yang berada di sana berjalan di belakang John dan Jack yang sedang mengawal Tom dan asistennya menuju ke tempat persembunyian.


John dan Jack yang sedang menyamar pun hanya tetap tenang dan mengikuti Tom dan asistennya yang berjalan memasuki rumah persembunyian.


“Astaga. Kerja bagus, semuanya. Astaga tempat ini terlihat cukup menyeramkan,” ucap Tom pada semua anak buah dan asistennya.


“Mari, Tuan. Silahkan masuk.”


Asisten Tom pun mengajak Tom untuk memasuki tempat persembunyiannya itu.


Mereka berdua pun mulai berjalan untuk memasuki tempat persembunyian itu dengan John dan Jack dari belakang dan para pengawal Tom yang mengenakan setelan jas.


“Apa kalian sudah makan?” tanya asisten Tom pada pasukan SWAT.


“Ya. Kami sudah makan pak,” jawab Jack.


“Kami sudah makan?” gumam asisten Tom.


“Celaka, sebenarnya, ‘kalian sudah makan, hanyalah sebuah kode,” gumam John dalam hatinya.


Saat asisten Tom mendengar jawaban dari Jack, ia pun langsung menyadari bahwa mereka bukan pasukan SWAT yang ia sewa, melainkan seorang penyusup.


“Jangan bergerak. Akan kuledakkan kepalamu, jika kau bergerak sedikit saja.”


Semua pengawal Tom yang berada disana pun langsung mengepung Jack dan John yang sudah ketahuan.


John dan Jack pun hanya bisa mengangkat tangan dan menuruti perintah dari pengawal Tom


“Tembak saja mereka!” ucap asisten pribadi Tom.


Saat para pengawal Tom yang sedang menepung John akan menembak.


*DOR!! DOR!!! DORR!!!!


3 tembakan sniper pasukan PASGA tepat mengenai jantung 3 anak buah Tom.


John dan Jack mempergunakan kesempatan itu, saat para para anak buah Tom mulai lengah dan mencari dimana keberadaan sniper yang dapat menumbakngkan 3 anak buahnya.


John menarik baju Jack dan mengajaknya berlompat dan bersembunyi di balik batu dan tumpukan tong.


“Lindungi Pejabat Tom!!!”


Asisten Tom pun berteriak dan beberapa anak buah Tom berdatangan dan melindungi Tom dan asistennya yang akan berjalan memasuki rumah persembunyian.

__ADS_1


John dan Jack pun langsung mengeluarkan pistolnya dan membantu para sniper untuk menembaki Tom dan beberapa pengawal yang sudah memasangkan badan untuknya.


John dan Jack pun berlari sambil mengendap-endap dan terus mengejar Tom yang berusaha melarikan diri karena ketakutan.


Tembakan John pun sangat akurat dan dapat melumpuhkan anak buah Tom satu persatu, berbeda dengan tembakan Jack yang sama seringkali tak mengenai target.


John dan Jack pun dapat mengejar Tom dan anak buahnya yang telah sampai di lantai 2 gedung kosong, tempat persembunyiannya itu.


Jack menghentikan langkahnya, lalu menghubungi para sniper dan meminta untuk melindungi mereka berdua melalui HT sembari mengejar Tom.


“Sniper! Lindungi kamu!”


“Baik, Pak!”


Jack memberi kode pada John di sebelahnya dan bersiap untuk berlari tanpa mengendap-endap lagi.


Mereka berdua pun berlari sekencang-kencangnya dan memasuki sebuah ruangan yang dimana Tom dan anak buahnya berhasil memasuki ruangan itu.


Dan beberapa anak buah yang memasangkan badan untuk Tom pun mulai berjatuhan karena para sniper berhasil melayangkan tembakan yang tepat mengenai organ vitalnya.


Kini tinggal hanya 4 orang yang sedang mengawal To yang masih tersisa.


Di ruangan yang terlihat seperti kantor itu, kedua pihak saling menembakkan pistol di antara keduanya.


*DORRR!!!!


Satu tembakan yang dilayangkan asisten pribadi Tom tepat mengenai perut kaki Jack yang membuat Jack tersungkur dan tak bisa berdiri lagi.


“Pak!!! Ini kesempatanmu! Lariiii!!!! Masuklah ke kamar sekaran juga!”


Asisten Tom pun meneriaki Tom yang sedang ketakutan dan bersembunyi dibawah meja.


Saat asisten Tom ikut berlari dan mengejar Tom, John pun malah memilih untuk menolong Jack yang terduduk dan kesakitan, tak bisa berdiri.


“Jack!!! Kau baik-baik saja?”


“Pergilah! Tinggalkan aku! Jika kita kehilangan dia, kita semua akan mati!!! Pergi!!! Cepat pergi, Brengsek!!!!!”


Jack malah berteriak dan menyuruh John untuk mengejar Tom dan asisten nya yang sudah lari dari ruangan itu.


“Baiklah. Lindungi aku!!!”


John pun berlari dengan kencang dan melayangkan beberapa tembakan yang berhasil menjatuhkan anak buah Tom yang masih tersisa.


Ia juga berhasil melumpuhkan asisten pribadi Tom dan mengejar Tom yang hampir sampai ke kamar khusus tempat persembunyian.


John pun akhirnya dapat mengejar dan melihat Tom yang baaru memasuki kamar tempat persembunyiannya.


Sebelum pintu otomatis ruangan itu tertutup, John melesat dengan kencang di lantai dan memasuki ruangan itu yang hampir tertutup.


Kini tinggal hanya John dan Tom lah yang berada di ruangan itu, tak ada lagi selain mereka berdua, dan jika John mau, ia bisa langsung menembak kepala Tom di tempat itu juga.


“Kena kau, Pria Tua Bajingan!”


Betapa terkejutnya Tom saat ia menoleh ke belakang dan melihat John yang sudah menodongkan pistol ke kepalanya.


John pun berjalan mendekati Tom yang membuat Tom semakin ketakutan dan berjongkok mengangkat tangannya.


“Tunggu! Tunggu!!!”


Tom memelas dan memohon ampun pada John yang siap untuk mengeksekusinya.


Tangan John sangat berat dan tak bisa menarik pelatuk pistol itu untuk membunuh Tom yang berada di depan matanya.


Karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri dan mempunyai trauma yang membuatnya tak bisa menarik pelatuk dan membunuh seseorang seperti dulu lagi.


“SIAL!!!!”


*BUKKKK!!!!


*DOR!! DOR!!! DOR!!!!


John menendang kepala Tom dan melayangkan tembakan ke udara.


John pun langsung menangis di tempat itu karena gangguan PTSD yang masih ia miliki.


John juga menghancurkan semua barang di tempat itu saat Tom tersungkur, berjongkok dan menunduk karena ketakutan dan John telah menendang kepalanya dengan keras.

__ADS_1


“Tunggu! Tunggu sebentar,” ucap Tom yang sedang berjongkok.


“Bahkan jika kau membunuhku saat ini, kau tak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini.”


“Berapa? Berapa mereka membayarmu untuk membunuhku? Katakan saja, berapa banyak mereka membayarmu. Aku akan memberikannya 3 kali lipat dari harga itu.”


Tom yang ketakutan pun malah balik ingin bernegosiasi dengan John.


Saat John mulai kesal dan memberanikan diri untuk menarik pelatuknya, tiba-tiba ia teringat dengan ucapan Agnes, ‘Peluru dan api bukan satu-satunya alat yang bisa digunakan untuk membunuh’.


Saat John teringat dengan itu, ia pun kembali mengurungkan niatnya dan hanya tertawa setelah ia menangis, yang membuat Tom pun semakin bingung dengan apa yang sedang dipikirkan John.


“Hahahahaha. Kau tahu betul, akulah orang yang paling ingin disebut dengan tentara bayaran dengan upah paling tinggi,” ucap John.


“Begitukah? Astaga. Kurasa kau paham maksudku.”


Tom pun malah ikut tertawa saat John menertawakannya.


“Duduklah!” ucap John.


“Apa?” tanya Tom.


“Ya, duduklah. Kau boleh duduk.”


John menyuruh Tom untuk duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


“Dan juga, hunguingi semua asisten dan pengawal pribadimu yang berada di luar, dan di rumahmu, perintahkan mereka semua untuk melepaskan pasukan PASGA dengan aman.”


“Baiklah. AKan kulakukan itu.”


Tom mengeluarkan ponselnya dan menyuruh semua anak buahnya untuk tak menyentuh pasukan PASGA sedikitpun.


“Jadi, rupanya itu kau, Tuan tentara bayaran dengan julukan MESIN PEMBUNUH,” ucap Tom yang masih bergetar seluruh tubuhnya karena berhadapan langsung dengan John.


“Kau sudah mengingatku?” tanya John.


John pun duduk dan menatap Tom dengan tajam.


“Ya. mengingatmu cukup baik,” jawab Tom dengan ragu.


“Kudengar kau membunuh seseorang, lalu kabur,” ucap Tom.


Sepertinya Tom belum mengingat semuanya tentang John dan belum menyadari bahwa John adalah kekasih wanita yang telah ia bunuh.


“Astaga. Pria ini belum mengingatku sepenuhnya,” gumam JOhn dalam hatinya.


“Maka itu, kau pasti tahu mengapa aku berada di sini juga, bukan?” tanya John.


“Akan tetapi, jika kau membunuhku, kau tidak bisa kabur dari tempat ini tanpa cedera sedikitpun.”


“Hmmm. Rupanya pria tua ini tak tahu jika aku sudah tak bisa membunuh orang lagi,” gumam John dalam hatinya.


John pun mempergunakan kesempatan itu untuk menakut-nakuti Tom lagi.


“Hahahaha. Kenapa kau memperdulikan hal itu? Itu akan menjadi urusanku tersendiri setelah aku berhasil memenggal kepalamu, jadi, akulah yang akan mengurus diriku sendiri.”


Tom pun semakin takut dan terus bergemetar seluruh tubuhnya saat John mengancamnya terus terusan.


“Uang. Kau bisa memberiku 3 kali lipat?’ tanya John.


“Ya. Aku bahkan bisa memberimu sepuluh kali lipat jika kau mau bekerja untukku.”


Tom pun langsung bersemangat saat mendengar John mengatakan uang.


“Akan tetapi, ada etika bisnis yang harus dijaga, jadi, aku harus bertanya, apa keluarga Agnes akan menerima tawaran itu.”


John pun mengeluarkan ponselnya, lalu  menghubungi Agnes.


“Ya, Nyonya. Ini aku. Pejabat Tom kebetulan sudah ada di depanku. Dia mau membayarku 3 kali lipat, jika aku membiarkannya hidup, jadi, apa yang harus kulakukan?”


Entah apa yang sedang direncanakan oleh John dia malah menelpon Agnes untuk meminta persetujuan darinya.


“Apa? Apa maksudmu, John? Apa pasukan tempur tidak bersamamu? Biarkan dia yang menarik pelatuk untukmu.”


Setelah berpikir, Agnes pun baru mengingat bahwa John sedang sendirian dan tak bisa membunuh seseorang lagi.


Ia pun meminta John untuk memberikan teleponnya kepada Tom.

__ADS_1


“Biarkan aku berbicara dengan Tom, John.”


“Baik, Nyonya.”


__ADS_2