
Selain untuk menghiburnya, wanita yang dipanggil Deny bertugas membantu Deny untuk merias make up dan mempersiapkan pakaiannya sebelum acara.
Saat Sam telah pergi dari ruangan itu, John datang dengan mengendap-endap mendekati ruang pribadi Deny.
John bersembunyi di balik tembok dan melihat ruangan Deny dari sana.
Ia melihat pengawal yang terlalu asing baginya yang sedang menjaga di luar ruangan Deny.
Beberapa saat setelah John terus mengamati ruangan Deny, seorang wanita dengan paras cantik keluar dari ruangan itu.
Pengawal yang sangat asing itu memberi sebuah suntikan kepada wanita itu.
John sangat yakin wanita dan pengawal yang menjaga di ruangan Deny adalah salah satu dari gerombolan orang yang mereka lihat.
Saat wanita itu masuk kembali ke dalam ruangan Deny, Dengan cepat John berlari dan menendang pengawal itu hingga tak sadarkan diri.
John mendobrak pintu ruangan Deny yang terkunci, lalu melumpuhkan wanita yang akan menyuntikkan sebuah obat pada Deny yang sedang berada di kamar mandi.
*BUKK!!!
John memukul wanita yang akan masuk ke dalam kamar mandi.
“Astaga. Kau disini rupanya. Pakai bajumu, dan keluarlah dari sini.”
__ADS_1
John membuka pintu kamar mandi dan melihat Deny yang sedang mandi.
Deny sangat terkejut kenapa bukan wanita yang telah ia sewa yang datang, melainkan John yang datang menemuinya.
Deny baru menyadari bahwa ia sedang dalam bahaya saat melihat wanita yang telah tak sadarkan diri menggemgam jarum suntik untuk membiusnya di ruangan itu.
“Siapa dia?” tanya Deny.
“Dia dan perempuan yang kau sewa berada di pihak yang sama untuk menjebakmu. Kau harus bergegas pergi dari sini. Polisi akan segera kemari untuk menangkapmu, mereka juga ada di pihak yang sama.”
John memberikan jas kepada Deny yang telah keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya.
Setelah Deny memakai jasnya, John membawa Deny untuk keluar ruangan secara diam-diam, agar polisi tak mengetahui jika Deny akan lari.
John memeluk Deny dari belakang dan berjalan dengan santai, agar para polisi yang sedang berjalan di lorong tak mengetahui keberadaannya.
“Itu dia!!! Tangkap!!!”
Salah satu polisi akhirnya melihat John dan Deny yang sedang berjalan keluar dari ruangan.
“LARI!!”
John menarik lengan Deny dan mengajaknya berlari saat keadaan mereka sudah diketahui.
__ADS_1
“Berhenti! Jangan lari!”
Beberapa polisi pun masih mengejar John dan Deny yang sedang berjalan melalui pintu belakang gedung.
“Hei! Apa yang terjadi?”
Sam bersama Jack dan beberapa pasukan PASGA lainnya berpapasan dengan John, saat ia berlari kabur dari kejaran polisi.
“Kita telah dijebak oleh anak buah Tom. Polisi berada di pihak mereka. Akan kuserahkan semuanya padamu, Letnan.”
John segera menarik lengan Deny untuk keluar dari gedung.
Beberapa polisi lainnya pun di hadang oleh Sam dan Jack beserta anak buahnya agar mereka tak mengejar John dan Deny.
“Apa ini jebakan?” tanya Sam pada segerombolan polisi yang mengejar.
Ketua polisi yang berdiri paling depan hanya tersenyum sinis pada Sam dan tak mengatakan apapun.
*KLEK!!!!”
Sam beserta seluruh pasukan PASGA lainnya mengeluarkan pistol dari ikat pinggangnya, dan menodongkan kepada para polisi yang berada di depannya.
Begitupun dengan beberapa polisi yang juga mengeluarkan pistol dan siap untuk menarik pelatuk.
__ADS_1
Kedua kubu itu saling menodongkan pistol satu sama lain.