JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 070 - DIA ADALAH DEWI!


__ADS_3

“Wahh!!!”


“Itu Malaikat seniman terkenal dari korea!!!”


“Astaga. Kau cantik sekali!”


Para reporter pun mulai mengarahkan kamera dan mengambil foto Anna sebanyak-banyaknya.


“Tolong lihat kesini!”


“Kesini, Nona!”


Semua orang yang hadir pun mulai berlomba untuk mendapatkan foto Anna.


Terlihat juga tukang pengantar makanan yang sedang berdiri di depan para kerumunan untuk menyuruh mereka agar diam dan mendengarkan, apa yang akan diucapkan oleh Anna.


“Halo semuanya! Aku adalah putri dari Annabella, seorang wanita mantan bintang film yang sudah lama meninggal. Nama Anna diambil dari nama depan ibuku, AnnaBella.”


Anna pun mulai memperkenalkan dirinya di hadapan publik. Ia sebenarnya adalah putri dari seorang bintang film terkenal yang berada di Amerika saat itu.


“Wahhh!!!”


“Apa itu benar?”

__ADS_1


“Astaga. Ternyata kau adalah putri Annabella, seorang aktris terkenal yang sudah lama meninggal!”


“Astaga. Dia benar-benar cantik sama seperti ibunya dulu!”


“Suaramu merdu sekali!!!”


Semua orang pun mulai bergumam dan takjub kepada suara dan paras cantik yang dimiliki Anna.


“Jawab pertanyaanku, Nona. Apa benar, kau adalah wanita malaikat yang pernah diunggah di akun media sosial dari seniman terkenal di korea itu?”


Salah satu wartawan pun mulai mengajukan pertanyaannya kepada Anna.


“Aku bukan malaikat. Akan tetapi, memang benar aku pernah berada di Korea dan bertemu dengan seniman terkenal itu.”


“Astaga. Bukan malaikat? Kau pasti seorang Dewi yang telah bereinkarnasi!!!”


“Ya. Benar! Dia adalah Dewi!”


“Itu sungguh dia. Dia adalah malaikat seniman terkenal dari korea!!!


Semua orang pun kembali bergumam satu dengan lainnya.


“Lihat sini, Nona! Kalau boleh tahu, siapa ayah kandungmu?”

__ADS_1


Salah satu reporter pun maju ke depan dan bertanya langsung di depan Anna.


Saat reporter itu menanyakan hal yang sangat sensitif, Agnes dan asistennya bergegas menyuruh Marco untuk mengeksekusi Anna saat itu juga.


Sedangkan, Agnes bersama asistennya berjalan melewati para gerombolan untuk mendekat pada Anna yang masih belum memberi jawaban.


Saat Marco menyuruh para pembunuh bayaran melalui HT, ia pun tak mendapat satupun jawaban sama sekali, karena John telah menghabisi para sniper sekaligus ketua mereka.


Kini tinggal hanya tersisa satu pembunuh bayaran lainnya yang siap menikam Anna, sebelum ia menyebutkan siapa ayahnya di depan publik.


Setelah Marco tak mendapat jawaban satu pun dari pembunuh bayaran lainnya, ia pun menyuruh satu pembunuh bayaran yang tersisa untuk menikam Anna.


Dari belakang kerumunan, pembunuh bayaran itu mengendap-endap dan mengeluarkan pisau dari jaketnya yang siap digunakan untuk menikam Anna.


Akan tetapi, usaha pria itu hanyalah sia-sia. Jane berhasil mengetahui aksi orang itu yang mengendap dari belakang kerumunan.


John sengaja menyuruh Jane untuk menyamar bersama publik di kerumunan, untuk melindungi Anna, jika ada ancaman yang mendekatinya.


Dan tentu saja, dengan mudahnya, Jane dapat melumpuhkan pembunuh bayaran yang tersisa itu hanya dengan memukul lehernya menggunakan besi dragon.


Marco yang melihat semua pasukannya telah gugur, kini tak bisa berbuat apapun selain menanti jawaban dari Anna.


Sebelum Anna akan memberi jawaban, ia melihat Agnes yang sudah berdiri tepat di depan para kerumunan yang sedang menanti jawaban Anna.

__ADS_1


Anna hanya tersenyum sinis pada Agnes yang terlihat sangat panik, jika Anna akan berkata yang sebenarnya di hadapan publik.


__ADS_2