
Agnes yang melihat John masuk pun tak bisa berkata apa pun selain diam dan menghentikan obrolannya.
Betapa hebatnya seorang John. Disaat orang lain sangat takut kepada Agnes, ia bahkan tak takut sama sekali untuk bersikap lancang padanya.
“Anna sudah cukup sakit dan menderita. Kau tak boleh menambahinya dengan perkataan yang menyakitkan.”
John berjalan dan mendekati mereka berdua yang sedang mengobrol.
Agnes menatap John dan hanya tersenyum kecil padanya.
“Kau benar, Tuan John. Sepertinya, aku sudah terlalu banyak berbicara tentang hal yang tak terlalu penting.”
“Baiklah, kalau begitu. Anna, kau pasti lelah karena kau melarikan diri sejak dini hari. Maka, istirahatlah dan jaga dirimu baik-baik.”
Agnes tersenyum, lalu melotot pada Anna saat ia akan berdiri dan pergi dari ruangan itu.
Langkah Agnes terhenti tepat di samping John yang sedang berdiri.
“Datanglah ke I-KEEP setelah ini.”
Agnes menyuruh John untuk datang ke I-KEEP, lalu ia pergi dari ruangan itu.
John hanya diam dan mendekat pada Anna yang mulai menangis, karena hatinya sangat hancur dengan perkataan Agnes, ibu tirinya sendiri.
__ADS_1
“Cukup, Anna. Jangan menangis. Aku sendiri yang akan membawa ayahmu kemari. Tunggu saja.”
John keluar dari ruangan dan sepertinya dia akan benar-benar mendatangi Deny dan menyuruhnya untuk menemui Anna.
***
Di sebuah gedung yang berada di tengah kota, Deny akan memberikan sebuah materi kepada mahasiswa mengenai ekonomi dan bisnis.
Gedung itu telah dipenuhi oleh semua pasukan PASGA yang berkumpul untuk menjaga gedung.
Para pasukan PASGA menyebar di setiap sudut gedung dan di dalam gedung.
Jack bersama beberapa anak buahnya berada di pintu masuk untuk memeriksa, setiap mahasiswa yang ingin memasuki gedung itu.
Semua mahasiswa mengantri dan masuk dua orang, dua orang setelah melewati alat sensor yang telah disediakan oleh Jack dan anak buahnya.
Beberapa saat kemudian, John datang ke gedung tempat seminar, dan melihat keadaan.
Saat ia berada di lorong, John melihat beberapa degan topi dan jaket serba hitam keluar dari salah satu ruangan kosong dan terlihat seperti membawa sesuatu yang sedang mereka sembunyikan di dalam jaket yang mereka pakai.
Segerombolan orang itu memasuki aula, dimana Deny akan memberikan materi tentang ekonomi dan bisnis kepada para mahasiswa yang ikut hadir.
John yang melihat segerombolan orang itu langsung curiga, tapi ia belum bisa memastikan sepenuhnya.
__ADS_1
“Hei! Kenapa kau datang kemari?”
Jack dari belakang memanggil dan berjalan mendekati John yang sedang berdiri di lorong.
“Aku? Aku hanya ingin mengikuti seminar Pejabat Deny,” jawabnya dengan santai.
“Apa? Kau mau mengikuti seminar? Astaga, kekacauan apa lagi yang akan kau buat hari ini?”
Jack menatap John dari atas sampai bawah, karena trauma dengan ulah John saat ia memberi stroberi pada Anna yang sangat alergi dengan buah itu.
“Tak ada. Aku hanya ingin mengikuti seminar,” jawab John.
“Tunggu. Aku tadi melihat pria….”
Saat John memalingkan wajahnya, segerombolan pria mencurigakan itu telah menghilang. Sepertinya mereka semua telah memasuki aula, tempat Deny membawakan materi.
“Apa? Pria? Siapa?” tanya Jack yang bingung.
“Bukan siapa-siapa.”
John pun pergi meninggalkan Jack begitu saja yang membuat emosinya naik kembali.
“Hei! Kau mau kemana? Aku belum selesai! Dasar Brengsek!”
__ADS_1
“Sial! Apa dia tak pernah diajarkan etika sama sekali?” gumam Jack sendirian.