JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 047 - PANGGILAN MENUJU I-KEEP.


__ADS_3

John yang sudah penasaran pun segera memasuki lift untuk segera menuju ruangan itu.


Lift itu meluncur ke ruang rahasia, yang John pun tak tahu, berada di lantai berapa ruangan itu.


Saat pintu lift terbuka, John hanya melihat satu lorong panjang dari dalam lift.


Lorong itu terlihat sangat sunyi, tak ada satu orang pun yang berada di tempat itu.


Dinding lorong itu dilapisi dengan emas berkarat yang sepertinya cukup mahal, saat ruangan itu dibangun.


John berjalan keluar dari lift dan menyusuri lorong yang sangat mewah itu.


Langkah John terhenti saat melihat sebuah pintu dengan sensor tangan yang berada di samping gagang pintu.


John menekan sensor tangan itu menggunakan telapak tangannya, kemudian pintu itu pun terbuka.


Saat John memasuki pintu itu, ia melihat ada sebuah ruangan lagi yang terbuat dari kaca.


John sudah berpikir dan bisa menebak, bahwa ruangan itulah yang disebut dengan I-KEEP.


Dari luar, John dapat melihat siapa saja yang berada di dalam ruangan kaca.

__ADS_1


Terlihat Agnes beserta asisten pribadinya, Sam, dan juga Marco yang berada di dalam ruangan kaca itu.


Akan tetap. John tak bisa mendengar percakapan apa yang sedang mereka bicarakan.


Di dalam ruang rahasia itu terlihat banyak sekali monitor yang berbentuk hologram serta teknologi canggih lainnya.


John pun duduk di sofa, lalu mengangkat kakinya di meja, sembari menunggu orang-orang yang sedang berada di dalam yang sudah memanggilnya.


Beberapa saat kemudian, Sam, Marco dan asisten pribadi Agnes telah selesai berbincang dan keluar dari ruangan.


Marco sangat geram saat melihat John yang malah tertidur di sofa dengan kakinya yang berada di atas meja.


“Astaga. Lihatlah. Apa kau tak mengajari etika pada juniormu, Ketua Sam?”


“Bangunlah, John.”


John bangun dari tidurnya, lalu beranjak berdiri dengan kondisi yang masih mengantuk.


“Masuklah! Nyonya Besar telah menunggumu di dalam.”


Saat Sam, Maro dan asisten pribadi Agnes telah pergi dari ruangan itu, John berjalan memasuki ruang kaca dan menghadap Agnes yang sedang duduk di kursinya.

__ADS_1


Pintu kaca itu terbuka saat John akan memasukinya.


“Wahh. Aku terkesan dengan ruangan ini,” ucap John.


“Duduklah, John.”


John tak mau duduk dan masih berjalan, mengelilingi ruang kaca itu.


“Ruangan ini kedap suara juga terlindungi dari segala penyadap dan tahan peluru.”


John terus berjalan melihat ruangan kaca, sesekali memukul ruang kaca itu dengan tangannya.


“Astaga. Ternyata kau juga sangat pintar. Kau sudah mengetahui kaca ini, padahal aku belum memberitahunya,” ucap Agnes yang kagum dengan pengetahuan John yang cukup luas.


“Hhhh. Kau pasti mengeluarkan banyak uang untuk membangun semua ini. Baiklah, langsung saja. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?”


John duduk di kursi dan menatap Agnes.


“Aku tak ingin membicarakan apapun denganmu. Aku hanya ingin mendengar masa lalumu. Itu saja.”


“Kenapa kau tertarik dengan kisahku?” tanya John dengan raut wajah yang mulai serius.

__ADS_1


“Kau harus menceritakan semua kisahmu, saat kau masuk ke dalam kandang musuhmu sendiri, bukan? Kau bahkan menolongku dua kali, disaat aku yang sangat ingin membunuhmu saat itu.”


“Aku sangat penasaran dengan kehidupanmu sebelumnya, dan luka apa yang telah membuatmu ingin membalas Tom.”


__ADS_2