
Roy mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya. Ia berkata bahwa kotak itu adalah bom.
“Kak, marilah kita bicara baik-baik, jika tidak maka aku akan meledakkan bom ini. Masih ada 1 jam lagi untukmu menentukannya”
Roy mengancam pada Agnes
“Hahaha, bukankah itu lebih bagus ? Dengan begitu kita akan mati bersama disini”
Agnes yang tak pernah takut dengan ancaman adiknya merasa sangat santai
“Berbagilah Rugal bersamaku, maka kita akan hidup bahagia bersama”
“Lebih baik aku mati bersama bom itu daripada harus menyerahkan Rugal kepadamu” ucap Agnes
***
Anna dan pasukan Tom berhasil memasuki PASGA, saat mereka memasuki kantor terjadilah baku hantam antara tim PASGA dengan pasukan Tom.
Hal ini digunakan Anna untuk lari dari mereka. Anna berlari menuju basement parkiran. Ia bersembunyi di sana.
Tak lama kemudian John datang. John menghabisi semua pasukan Tom. Ia menyandera ketua pasukan Tom. Ia berniat untuk membunuhnya, namun ketua pasukan itu memohon ampun.
Hal ini digunakan John untuk kesempatan membunuh Tom
“Aku akan mengampunimu, tapi dengan 1 syarat” ucap John
“Ya, apapun itu akan kulakukan asal kau melepaskanku dan membiarkanku hidup” ucap ketua pasukan
“Suruhlah anak buahmu yang mengawal Tom untuk membunuhnya sekarang juga. Aku beri kau waktu 5 menit, jika dalam 5 menit kau tak memberikan bukti menghabisi nyawa Tom, maka nyawamu yang akan kuhabisi”
John mengancam pria itu.
“Baiklah. Akan kulakukan itu”
Ketua pasukan itu menelepon salah satu anak buahnya yang mengawal Tom
“Tembaklah Tuan Tom sekarang juga, keadaan di sini sudah sangat kacau. Jika kau berhasil menembaknya, maka kita semua akan selamat, termasuk kau. Jika kau masih membiarkannya hidup, John si tentara bayaran itu akan menghabisi kita semua dan mengejarmu di manapun kau berada”
“Baiklah, akan kulakukan” jawab anak buahnya
Anak buah yang saat ini berada di samping Tom dengan tiba-tiba menembak Tom tepat di perutnya.
“Ka..ka..kauu.. mengapa melakukan ini padaku ?” ucap Tom terbata-bata sambil memegang perutnya
“John si tentara bayaran yang menyuruhku” ucap anak buah Tom
Tak lama kemudian Tom tergeletak tanpa nyawa.
Anak buahnya mengambil video Tom yang telah tergeletak tanpa nyawa, kemudian mengirimnya pada ketua pasukan.
John yang melihat video itu sangat puas. John menyuruh tim PASGA untuk melepaskan mereka.
Pasukan Tom mundur meninggalkan kantor pusat PASGA.
__ADS_1
John mencari Anna, ia melihat CCTV di ruang kendali. Ia menemukan Anna yang sedang bersembunyi dibalik tembok gedung parkiran. Ia menghampirinya.
Anna langsung memeluknya, melampiaskan kerinduannya pada John
“Apakah kau baik-baik saja Anna ?” tanya John
“Ya, aku tidak apa-apa. Apakah kamu terluka ? Apakah lukamu baik-baik saja ?” tanya Anna khawatir pada John
“Bukankah aku adalah pria yang kuat ?” jawab John sambil tersenyum
***
“Nyonya, aktifkanlah akses lift. Tuan Deny ingin naik menemui anda”
Asisten pribadi Agnes meneleponnya, memberitahu bahwa suami Agnes ingin naik ke I-KEEP.
Rugal telah mengaktifkan akses lift atas perintah Agnes.
Deny memasuki ruang rahasia yang ada Agnes di dalamnya. Ia kaget saat melewati Marco yang telah tergeletak dengan berlumuran darah.
“Mengapa kau kesini ? Di sini berbahaya, ada bom di ruangan ini” tanya Agnes kepada suaminya
“Aku tak akan membiarkanmu berjuang sendirian, meskipun aku membencimu, namun kau tetap istriku, kita sudah bersama puluhan tahun” ucap Deny
Hal ini tentu membuat hatinya tersentuh
“Kak, ayolah kau berikan Rugal padaku juga, maka aku akan menghentikan waktu pada bom ini” ucap Roy
Agnes berubah pikiran, karena ia tak mau jika Deny ikut mati bersamanya
Ia tak mau usahanya menjadikan Denny sebagai presiden gagal hanya karena dirinya akan mati bersama.
Roy sedang mencoba untuk menjinakkan bomnya, namun tak disangka ternyata bom itu tidak bisa dijinakkan.
Sepertinya Tom membohonginya, ia merakit bom yang tidak bisa dijinakkan.
“SIAL !” umpat Roy kesal karena bomnya tak bisa dijinakkan
Itu artinya ia akan mati di sini bersama kakaknya. Ia tak mau mati.
Agnes yang melihat hal itu tampak senang.
“Apakah kau sedang ditipu oleh kawanmu ?” ucap Agnes yang mengejek Roy
“Baguslah jika seperti itu, maka kau akan mati bersamaku, dan tak akan ada lagi Rugal, kau tak bisa mengambilnya” ucap Agnes
Roy yang ketakutan tiba-tiba mengambil pistol yang ada di sakunya, ia langsung menembakkan tepat di kaki Agnes
“Dooorr” suara tembakan Roy mengenai kaki Agnes
“Aaaawww” Agnes merintih kesakitan sambil memegang kakinya
Deny melihat kaki istrinya terkena tembakan langsung memapahnya agar ia duduk di sofa
__ADS_1
Roy langsung melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya dari bom
Agnes langsung menelepon asisten pribadinya, menyuruhnya agar membunuh Roy setibanya keluar dari lift
Asisten pribadinya langsung menyuruh tim PASGA untuk standby di depan lift.
‘Tiiinggg’ pintu lift terbuka
Tim PASGA segera memborgol Roy. Mereka menyerahkannya kepada asisten pribadi Agnes
Asisten pribadi Agnes telah siap dengan pistol di genggamannya, ia akan melayangkan pistol itu tepat di kepala Roy
“Bersiaplah, kau akan mati di tanganku” ucap asisten pribadi agnes
‘Doorrr’ tembakan itu dilayangkan tepat di kepala Roy
Roy terjatuh di lantai dengan berlumuran darah, tak ada yang menolongnya, mereka membiarkan Roy hingga ia tak bernyawa
Asisten pribadi Agnes memberi kabar bahwa Roy sudah mati sesuai perintahnya.
“Kerja bagus, untuk terakhir kalinya aku mohon padamu. Suruhlah semua orang menjauh dari kantor PASGA, tak lama lagi bom akan meledak. Selamatkan diri kalian masing-masing”
Agnes memberi perintah agar mereka semua menjauhi PASGA
“Tapi nyonya..”
Belum sempat asisten pribadinya meneruskan pembicaraan, Agnes telah menutup teleponnya.
Agnes memberitahu kepada semua tim PASGA agar keluar dari kantor karena bom akan segera meledak
“Kau selamatkanlah dirimu. Tinggalkan aku sendirian di sini. Biarkan aku mati bersama bom itu. Aku akan menebus semua kesalahanku dengan cara seperti ini”
Agnes menyuruh agar suaminya pergi karena sebentar lagi bomnya akan meledak
“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu sendirian, ayo kita keluar bersama” ucap Deny
Saat mereka hendak keluar dari ruangan itu, tiba-tiba listrik di seluruh PASGA padam, alhasil mereka tidak bisa keluar menggunakan lift.
Akhirnya mereka pasrah, mereka saling berpelukan menunggu bom itu meledak
“Sebentar lagi kita akan mati bersama. Sungguh hal yang sangat romantis bukan ?” ucap Agnes sambil tersenyum memeluk suaminya
Hal yang sangat jarang mereka lakukan. Walaupun mereka adalah pasangan suami istri, namun Deny sama sekali tak mencintainya. Hanya ada annabella di hatinya.
‘DUUUAAAARRR’
Bom meledak di kantor PASGA, Agnes dan Roy mati bersama. Rugal telah musnah.
Anna dan John yang mendengar suara ledakan dari basement parkiran kaget. Mereka keluar dan asisten pribadinya menjelaskan pada John dan Anna apa yang terjadi.
Anna tampak sedih, walau ayahnya tak pernah ada untuknya, namun ia tetaplah ayah kandungnya.
John memeluk Anna agar Anna tak sedih.
__ADS_1