
“Keluar kau!”
“Apa?” tanya pengawal itu yang kebingungan.
“Kubilang keluar, Brengsek!”
John menarik jas pengawal itu hingga keluar dari mobil.
Jack dengan anak buahnya hanya bisa melihat dan bersabar dengan tingkah laku John.
John segera memutar balik posisi mobil, lalu menginjak pedal gas sedalam-dalamnya, yang membuat mobil itu melesat dengan cepat.
“Aku akan membawanya ke rumah sakit terdekat.”
“Jangan lakukan itu! Kita harus pergi ke rumah sakit PASGA.”
Sam membantah John dari kursi belakang mobil, dan menyuruh John untuk membawa Anna ke kantor PASGA yang juga mempunyai rumah sakit sendiri.
“Apa maksudmu, Letnan? Itu terlalu jauh! Dia bisa mati!”
John membentak Sam, karena sangat khawatir dengan kondisi Anna.
“Turuti saja John! Jika kita membawanya ke rumah sakit lain, tamatlah riwayat kita!”
“SIAL!!!”
*BRAK!!!
John semakin emosi dan memukul stir mobil karena tak setuju dengan Sam.
__ADS_1
John menginjak pedal gas hingga mentok, dan menyalip melewati kendaraan yang melintas di jalan raya.
*TIINN!!!! TIINN!!!! TIINN!!!!
John terus membunyikan klakson dan menahannya, agar semua pengendara memberinya jalan.
Setibanya John di halaman gedung PASGA, ia keluar dari mobilnya, lalu menggendong Anna dan membawanya ke ruang medis.
“MINGGIR KALIAN SEMUA!!!”
John mengangkat tubuh Anna menggunakan kedua tangannya, dan menyuruh semua pengawal untuk memberinya jalan untuk menuju ruangan medis.
Di ruangan medis, terlihat dokter yang tempo hari melepas gips John sudah bersiap dengan peralatan medis untuk mengobati Anna.
“Tolong tinggalkan kami sebentar, Tuan John,” ucap Si Dokter yang akan memeriksa keadaan Anna.
John hanya menjawab tapi malah melihat Anna lebih dekat lagi yang membuat Si Dokter terganggu dengan John.
“Tolong pergilah dari sini, Tuan John! Jika kau tetap berada disini, kau hanya akan menggangguku!”
Dokter itu juga ikut emosi karena John yang masih tak mau pergi dari sana.
“Aku mengerti. Baiklah, aku akan pergi.”
Dengan sangat menyesali perbuatannya, John pun akhirnya pergi dari ruangan itu, meninggalkan Anna yang masih tak sadarkan diri.
John duduk di luar ruangan medis dan menunggu, sembari Si Dokter yang memeriksa keadaan Anna.
“Sial! Bodohnya aku!”
__ADS_1
John mengacak-acak rambutnya sendiri dan masih menyesali perbuatannya.
Setelah sekian lama John menunggu, akhirnya Anna pun tersadar. John yang mendengar suara dari dalam pun bergegas melihat melalui kaca yang berada di pintu ruangan.
Begitupun Anna yang menatap John dari dalam ruangan medis.
Saat melihat kondisi Anna yang cukup buruk, John sangat marah dan mendatangi ruangan Sam.
Di ruangannya, Sam terlihat sedang duduk mengangkat kakinya dan memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.
*BRAKKK!!!!
“Kenapa kau membatalkan panggilan ambulan nya?”
John membuka pintu ruangan Sam dengan keras dan bertanya pada Sam dengan nada tinggi.
Sam masih memejamkan matanya dan mengabaikan pertanyaan dari John.
“KETUA SAM!!!!”
John pun berteriak karena Sam masih mengabaikannya.
“Astaga. Kau sangat berisik, John. Aku mau tidur sejenak karena ada hal yang harus aku lakukan nanti malam. Sial!”
Sam juga mulai emosi dengan John yang bertindak sesuka hatinya.
“Apalagi yang kau permasalahkan? Kau khawatir dengan kondisi Anna? Asal kau tahu, seluruh keluarganya menginginkan dia mati dari pada mengeksposnya ke publik, bahkan ayah kandungnya sendiri.”
John sangat terkejut dan marah dengan ucapan Sam. John berpikir kenapa ada orang yang berbuat keji kepada keluarganya sendiri.
__ADS_1