
“Tidak, Ayah. Itu benar. Walau aku belum sepenuhnya melihat siapa orang itu, tapi aku yakin bahwa orang itu adalah Agnes.”
Ann terus berprasangka buruk kepada Agnes yang telah membunuh ibu kandungnya sendiri.
“Anna! Sudah. Kau tak boleh bilang seperti itu. Jika ada yang mendengar ucapanmu tadi, maka karirku di dunia politik akan hancur, dan aku tak bisa menyelamatkanmu.”
Denye memperingatkan Anna agar ia tak membahas kejadian itu lagi, karena Deny tahu bahwa ruangan medis itu terdapat CCTV yang dapat dipantau oleh Agnes melalui RUGAL.
“Anna. Kau terus membayangkan hal itu, karena kau mengalami kejadian yang sangat buruk saat kecil dan mengalami trauma saat kau beranjak remaja.”
“Tidak, Ayah. Aku yakin jika….”
“ANNA!!! Sudah, Nak. Hentikan”
Deny memotong ucapan Anna yang terus membicarkan tentang kematian ibunya saat ia masih kecil.
“Kau sungguh ingin melihat ayahmu dalam masalah? Jika kau mengatakan hal seperti itu lagi, aku tak bisa menemuimu lagi, Anna. Kau mau itu terjadi?”
“Ayah!!!”
Mata Anna berkaca-kaca dan terlihat seperti akan menangis karena ucapan Deny.
__ADS_1
“Baiklah, kau gadis yang baik. Begitulah seharusnya.”
Deny memeluk Anna untuk menenangkannya, karena ia terlihat seperti akan menangis.
“Maafkan Ayahmu, Anna. Tunggulah sebentar lagi. Aku akan menyelamatkanmu dari wanita iblis itu,” gumam Deny di dalam hatinya.
“Ayah, ada yang ingin kutanyakan padamu.”
“Apa itu?” tanya Deny.
“Apa kau mencintai ibu dengan tulus?’
Anna melepas tangan Deny yang memeluknya dan, tiba-tiba bertanya hal itu.
“Apa benar ibu juga memanfaatkanku untuk memerasmu?”
Anna terus bertanya pada Deny tentang ucapan Agnes, saat ia bertemu dengannya hari itu juga.
“Dasar, Agnes Iblis sialan!” gumam Deny dalam hati.
Deny sudah mengetahui bahwa itu adalah ucapan Agnes yang hanya ditujukan untuk memprovokasi, agar mental Anna lebih tak terkendalikan lagi.
__ADS_1
“Apa…..apa itu sebabnya kau meninggalkanku dan Ibu, Ayah?”
Akhirnya Anna pun menangis karena Deny masih diam dan tak menjawab pertanyaannya.
“Anna. Itu urusan orang dewasa, Nak.”
“Bukankah aku sudah dewasa? Aku sudah berumur 25 tahun, Ayah. Aku juga ingin mengetahui hal itu yang sebenarnya.”
“Anna. Semua itu sudah tak penting untuk saat ini.”
“Kenapa? Kau bilang kau mencintai Ibu dengan tulus. Saat ibu meninggal, dan aku dipindah ke luar negri, kau pun sama sekali tak pernah mengunjungiku, Ayah, jadi, kenapa itu tidak penting?”
Deny mengusap air mata Anna yang sudah menetes di pipinya.
“Anna. Bukankah kau tahu, Ayahmu adalah orang yang cukup berpengaruh untuk menangani hal besar di negara ini? Dan saat kau menangani hal besar, hal kecil harus dilupakan.”
Deny malah menganggap Anna dan Ibu kandungnya tak lebih dari hal kecil dari pada urusannya di dunia politik, yang membuat Anna semakin yakin bahwa apa yang dikatakan Agnes benar.
“Jadi, itu benar. Semua yang dikatakan Agnes padaku benar adanya, aku dan ibu hanyalah sebagian kecil dari masa lalumu yang tak begitu berharga.”
Anna menangis dan kembali berbaring di kasurnya, lalu menutup dirinya menggunakan selimut.
__ADS_1
“Baiklah, Anna. Kau pasti sangat lelah hari ini. Sebaiknya kau tidur dan beristirahat dan singkirkan semua pikiran tak berguna itu dari pikiranmu. Semoga kau cepat sembuh dan pulih kembali.”