
Di I-KEEP terlihat John yang sudah bergabung dan duduk bersama dengan Sam, Marco, Agnes dan asisten pribadinya.
Saat pertama kali John datang, mata John langsung tertuju pada asisten pribadi Agnes. Ia terus menatap asisten itu dengan tajam dan sangat ingin membunuh di tempat itu.
Agnes dan Sam pun mulai menjelaskan tujuannya mengundang John datang ke I-KEEP. Karena mereka berdua telah mengetahui bahwa John juga sangat ingin membunuh Tom untuk membalaskan kematian mendiang kekasihnya.
“Menurut kalian, ada kemungkinan membunuh Tom, tapi peluangku untuk selamat sangatlah sedikit. Baiklah. Aku akan melakukannya.”
Seketika John pun langsung menyanggupi permintaan Agnes dan Sam untuk memburu Tom.
Semua orang yang berada di ruangan itu pun terkejut mendengar jawaban dari John. Mereka masih tak menyangka John mau melakukan itu untuk mereka.
“Aku akan membunuh Tom untukmu, tapi aku mempunyai satu syarat.”
“Syarat? Silahkan. Katakan saja, John,” ucap Agnes.
“Pertama, berikan aku kepala wanita itu.”
John menunjuk asisten Agnes yang duduk di sebelah Agnes dan menatapnya dengan tajam yang membuat asisten Agnes sangat ketakutan.
“Jika kau memberikanku kepala wanita itu untukku, maka aku akan membawakan kepala Tom untukmu.”
John pun semakin yakin dengan ucapannya sendiri, jika ia meminta nyawa asisten pribadi Agnes yang telah berani mengganggu Anna dan dirinya saat berada di studio.
Agnes yang mendengarnya pun cukup terkejut dengan permintaan John.
“Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau setuju dengan ucapannya?” tanya Agnes pada asisten pribadinya.
“Aku bersedia, Nyonya. Akan kuberikan kepalaku kepadamu, tapi kau harus membawa kepala Tom terlebih dahulu.”
Asisten Agnes pun akhirnya setuju dengan hal itu asal John dapat membawa kepala Tom terlebih dahulu kepada Agnes.
“Kau dengar sendiri, John?” tanya Agnes.
“Tentu. Mari kita lakukan itu. Syarat yang kedua, berjanjilah kau padaku untuk tak mengganggu Anna lagi.”
“Sebagai gantinya, aku akan membujuk Anna untuk tak menghalangi jalanmu lagi.”
“Baiklah. Akan kulakukan itu. Aku berjanji padamu.”
Agnes pun akhirnya setuju dengan kedua syarat yang telah diberi oleh John padanya.
“Baguslah. Rupanya kau juga setuju,” ucap John.
Asisten pribadi Agnes pun semakin ketakutan dengan ucapan yang ia katakan dengan sendirinya, jika ia akan menyerahkan nyawanya, saat John berhasil membunuh Tom.
“Oh, aku lupa. Hei, Pak Tua! Berikan pasukanmu juga. Aku butuh orang lain yang harus menarik pelatuknya untukku.”
__ADS_1
John meminta pada Marco untuk membantu mengirimkan seluruh pasukan PASGA dan pasukan militer lainnya yang dimiliki Marco.
“Astaga. Tentu saja. Apa ada lagi?”
“Tidak. Baiklah. Aku pergi sekarang.”
John pun berdiri dan akan segera menyiapkan segalanya untuk berperang.
“Akan tetapi, alangkah lebih baiknya jika kau menyerahkan akun yang berisi surel itu kepada kami. Ayolah, sudah waktunya, bukan?”
Marco malah meminta dan mengungkit kembali surel yang masih tersimpan di akun email John.
“Dasar, Pria Tua bodoh!”
John pun hanya tersenyum dan malah mengolok Marco di depan semua orang yang berada di sana.
“Tidak perlu. Aku sudah tak membutuhkan itu. Jika John tak selamat, maka kita semua akan tetap tamat. Bukan begitu?” ucap Agnes.
“Baiklah, kalian boleh pergi.”
Saat semua orang beranjak pergi dari ruangan itu, Agnes pun memanggil John.
“John! Tunggu sebentar.”
John pun memutar badannya dan menghentikan langkahnya sebelum ia keluar dari pintu.
Agnes menatap John dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh harapan.
“John. Jika situasinya terlalu berbahaya, kau bisa mundur dan tak perlu melakukannya.”
Sepertinya Agnes mempunyai empati yang sangat tinggi kepada John dan terlihat sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada John.
“Ada apa denganmu? Kau tak bersikap seperti biasanya. Apa kau sedang melantur?” ucap John.
“Memangnya, seperti apa aku biasanya?” tanya Agnes.
“Sudahlah. Kau tak perlu khawatir. Aku sudah lama menghapus surel itu.”
Agnes pun menggelengkan kepalanya dan bergumam di dalam hatinya,
“Ini bukan masalah surel itu lagi, tapi aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku hanya ingin kau tetap hidup dan selamat.”
Mata Agnes pun mulai berkaca-kaca saat ia bergumam di dalam hatinya, karena ia tak ingin John mengetahui rasa empati yang dimiliki Agnes untuknya.
“Aku sangat percaya bahwa kau adalah orang yang akan menepati janji. Aku bersungguh-sungguh dengan hal itu.”
John pun pergi meninggalkan Agnes sendirian.
__ADS_1
Agnes yang masih berada di I-KEEP pun menangis saat John sudah keluar dari ruangan itu.
Sepertinya Agnes memang menyayangi John, tapi ia sungkan untuk mengatakannya pada John.
***
Malam harinya, terlihat semua pasukan PASGA dari pengawal biasa hingga pengawal VIP sedang berkumpul di parkiran mobil dan siap berangkat menuju tujuan.
Mereka dibagi menjadi dua tim, salah satunya mengenakan setelan jas dan dasi seperti setiap harinya, tim lainnya menggunakan ala tentara dengan atribut lengkap yang di pakai.
John dan Jack berjalan paling depan memimpin semua pasukan untuk berjalan menuju ke mobil.
Disaat orang lain berpakaian rapi menggunakan jas kemeja putih dan dasi, John hanya menggunakan kaos polos berwarna hitam dan sarung tangan yang berada di tangannya.
Ia terlihat yang paling berbeda sendiri dari yang lainnya.
Semua pasukan telah dibekali senjata api dengan pistol di setiap ikat pinggangnya dan mengerahkan beberapa sniper untuk mengawasi keadaan dari jarak jauh.
Setibanya mereka di parkiran mobil, Jack pun mulai memeriksa semua kelengkapan anggotanya satu persatu sebelum menaiki mobil yang akan mereka gunakan.
Sedangkan John hanya berdiri di pojok parkiran dan menyalakan rokok sembari menunggu Jack yang sedang memeriksa anggotanya.
Setelah memeriksa kelengkapan semua anggotanya, Jack mendapatkan telepon dari asisten pribadi Agnes.
“Ada apa, Kepala Sekertaris?” tanya Jack melalui ponselnya.
“Kau punya misi tambahan sekarang,” ucap asisten Agnes.
“Misi tambahan?” tanya Jack yang kebingungan.
“Kau harus membunuh John bersama Tom sekaligus.”
“Apa?”
Jack pun sangat terkejut saat asisten pribadi Agnes menyuruhnya untuk membunuh John.
Sepertinya asisten pribadi Agnes memang sangat ketakutan jika John berhasil membunuh Tom, karena nyawanya akan terancam saat John berhasil melakukan itu.
“Jika kau dan anggotamu gagal membunuh Tom, kau harus membunuh John, apapun yang terjadi. Bawakan juga ponselnya padaku. Apa kau paham?” ucap asisten Agnes.
“Ya.”
Jack masih terlihat bingung dan masih bertanya-tanya, mengapa asisten Agnes. Ia juga tak tahu harus berbuat apa, apakah ia akan menuruti perintah atau mengabaikan perintah itu.
Jack pun mematikan sambungan telepon dan melihat kearah John yang sedang berdiri dan menikmati rokoknya di pojok parkiran.
Setelah semua pasukan berada di dalam mobilnya masing-masing, Jack memberi satu komando untuk pemberangkatan.
__ADS_1