JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 052 - GARA-GARA STROBERI.


__ADS_3

Anna terus bercerita sesekali menatap John yang berada di sebelahnya, yang juga menyimak cerita Anna dengan seksama.


“Ya. Aku tahu itu. Kau pasti sangat senang.”


John tersenyum dan melihat balik Anna.


“Uhuk!!! Tapi aku tak bisa pamer, karena aku tak bisa memberi tahu orang lain siapa ayahku sebenarnya. Uhuk!!!”


Tiba-tiba Anna batuk dan nafasnya agak tersengal, saat ia berbicara, tapi John belum menyadarinya, karena ia sedang menatap kearah depan.


“Ibuku….Ibuku selalu bilang… Bahwa ayahku adalah orang penting yang sangat sibuk. Dan jika orang jahat tahu bahwa aku adalah anaknya, maka orang jahat akan mengusik ayahku.”


Ucapan Anna terpotong-potong dan seperti merasakan sesak di dadanya.


“Anna! Ada apa denganmu? Apa kau merasa sakit? Anna, kau tak apa? Jangan membuatku takut.”


John mulai tersadar saat melihat wajah Anna yang sudah pucat dengan nafasnya yang tak beraturan.


“Anna! Anna! Sadarlah!”


Anna pingsan dan bersandar pada John yang langsung menopang tubuhnya.


John membaringkan tubuh Anna ke bangku taman, lalu mengeluarkan HT dari sakunya, untuk memberi tahu pada pengawal lainnya dan segera memanggil ambulans.


“Ini John! Panggil mobil ambulans! Cepat!!”

__ADS_1


John berteriak dan memberitahu semua orang yang terhubung dengan HT.


“Apa?” tanya Jack yang juga terhubung dengan HT.


“Apa kau tuli? Kubilang panggil ambulans!!! Anna sedang tak sadarkan diri.”


John berteriak dengan keras yang membuat semua orang yang berada di taman melihatnya.


“Dasar bodoh! Apa kau memberi stroberi padanya? Itu karena kau memberinya stroberi, Brengsek! Nona muda sangat alergi pada stroberi!”


“Stroberi?”


John terkejut dan merasa sangat bersalah, karena ia telah memberi Anna es krim stroberi dan mengatakan bahwa ayahnya lah yang mengutusnya untuk memberikan es krim itu.


*DUK DUK DUK!!!!


John merasa sangat kesal pada dirinya sendiri dan memukuli rumput tanah yang berada di taman.


“Tunggu! Kami akan segera datang. Apa nadinya masih berdenyut?” tanya Jack melalui HT yang masih saling terhubung.


“Ya. Nadinya masih ada, tapi ini sangat lemah.”


“Sial! Dasar bodoh! Dia pasti kesulitan bernapas! Kau harus berhati-hati saat memberinya makanan. Biarkan saluran nafasnya terbuka dan tunggu sampai ambulans datang!”


“Lakukan apapun untuk membuatnya bernapas! Jika tidak, dia akan mati!”

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, John membuka mulut Anna dan memberikan nafas buatan untuknya sembari menunggu mobil ambulans.


Jack bersama anak buahnya pun telah datang di tempat John dan Anna berada.


“Hei, sedang apa kalian? Dimana mobil ambulan nya?”


John berdiri dan malah memaki Jack dan anak buahnya dengan ulah yang ia buat sendiri.


“Dasar Brengsek! Kau sendiri yang membuatnya menjadi seperti ini! Ini membuatku gila, sialan!”


Jack menendang rumput tinggi karena ikut panik, saat melihat Anna yang tak sadarkan diri.


*NGIKKKKK!!!!!!


Suara rem mobil yang sedang berhenti pun terdengar sampai ke dalam taman.


Itu adalah mobil Sam bersama salah satu pasukan PASGA yang sedang menyetir mobil itu.


“Masukkan dia ke mobil, cepat!!!!”


Sam turun dari mobil dan berteriak pada John yang sedang berusaha menyadarkan Anna.


Karena mobil ambulan tak kunjung datang, John pun menggendong Anna dan memasukkannya ke dalam mobil Sam di kursi mobil bagian belakang dengan Sam yang akan menjaganya.


Setelah memasukkan Anna ke dalam mobil, John menyuruh keluar salah satu pasukan PASGA yang berada di kursi sopir, lalu mengambil alih mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2