
Jack mengambil kertas itu dari tangan pengawal dan langsung merobeknya di tempat yang membuat pengawal dari tim lain semakin merasa direndahkan olehnya.
“Astaga, sepertinya kertasnya telah sobek.”
Dengan santainya Jack malah menantang semua pengawal baru suruhan Roy itu.
“Hei! Apa kau bisa membaca isi kertas itu?” tanya Jack pada salah satu anggotanya.
“Tidak, Pak!” jawab salah satu anggota Jack.
“Cepat pergi dari sini!”
Pengawal dari tim keamanan lain itu pun terus berteriak dan menyuruh pasukan PASGA untuk pergi dari sana.
“Baiklah kalau begitu, jika kalian masih saja ingin kami pergi, maka, terpaksa aku harus menghabisi kalian disini.”
“Serang!!!!”
Jack menyuruh semua anggotanya untuk menyerang dan menghabisi pengawal dari tim keamanan lain itu.
Mereka saling adu jotos di lobi perusahaan yang membuat orang lain pun langsung berlari saat melihat kerusuhan yang terjadi.
Dan jelas saja, pasukan PASGA lebih unggul daripada pengawal dari tim keamanan lain itu.
Setelah menghabisi semua musuhnya, John bersama anggotanya pun melanjutkan tindakannya untuk mencari keberadaan Anna yang dibawa oleh Roy.
***
Kembali pada John yang sudah berada di dalam mobil, ia sedang menaiki mobilnya dan mencari mobil yang sedang dipakai oleh Roy, sembari menunggu kabar lainya dari pasukan PASGA yang bertugas mengawasi CCTV.
__ADS_1
“Aku menemukannya, Tuan!”
HT John pun berbunyi, sepertinya salah satu pasukan PASGA telah berhasil menemukan mobil Roy yang membawa Anna dan mengabari semua agen PASGA
“Kirimkan lokasinya kepadaku, cepat!”
Setelah mendapatkan lokasinya, John memutar mobilnya dan menginjak pedal gas sedalam-dalamnya menuju ke lokasi.
Di lokasi, terdapat sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan. John pun segera turun dari mobilnya dan menghampiri mobil yang berhenti di pinggir jalan itu.
*PYARRRR!!!!
John memecahkan kaca mobil itu dengan tinjunya. Ia melihat seseorang yang berada di kursi sopir dan menyuruhnya untuk keluar.
“Keluar kau, bajingan!”
Pria itu pun akhirnya keluar membuka pintu mobil karena takut John akan menghabisinya.
“Dimana bosmu?”
“Presdir hanya ingin aku memberimu ini.”
Pria itu memberikan John sebuah ponsel dan memutar rekaman suara Roy.
“Akan kukirimkan lokasinya sekarang, pastikan kau datang sendiri. Jika tidak, Anna akan berada dalam bahaya.”
“SIALLLL!!!”
*PRAKKKK!!!!
__ADS_1
John membanting ponsel itu, lalu menarik lengan anak buah Roy menjauh dari mobil.
Ia membuka tangki bensin mobil, lalu memasukkan korek api yang menyala ke dalamnya.
BAB 082 -
John bergegas kembali ke dalam mobil untuk segera pergi menuju ke lokasi yang telah diterimanya.
*DUAAARRR!!!!!!!
Beberapa saat setelah John pergi dari sana, mobil Roy pun membuat ledakan yang cukup keras dan membuat mobil itu terbakar tak tersisa.
Mobil yang dikendarai John pun berhenti tepat di depan villa yang cukup luas.
Villa itu berada di tepi pantai dan memiliki pemandangan yang sangat indah.
John keluar dari mobil dan melihat keadaan sekitar villa itu.
“Oi, John!!!”
Roy keluar dari balkon villa di lantai dua dan memanggil John yang sedang melihat keadaan sekitar.
“Kemarilah, John. Anna berada di dalam. Sudah kubilang, bukan. Aku akan mengajak Anna kesini untuk makan siang bersama denganku.”
Roy terus tersenyum dan sepertinya John berhasil tertipu oleh Roy.
Sepertinya, Roy hanya ingin membuat John dan Agnes serta semua agen PASGA panik mendengar kabar dengan membawa Anna menuju villanya.
“Masuklah! Siapa lagi yang kau tunggu?”
__ADS_1