JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 041 - IBU TIRINYA SENDIRI!


__ADS_3

Entah apa yang dipikirkan Anna. Ia terlihat sangat kesepian karena tak bisa berinteraksi dengan orang baru, dan menganggap kucing itu sendiri sebagai temannya.


Sepertinya, Anna juga mengingat masa kecilnya yang menyedihkan, saat ia diasingkan oleh ibu tirinya sendiri, ketika ibu kandungnya telah meninggal.


Tangisan Anna semakin keras terdengar dari atas genting. Ia terus menangis terisak-isak.


John yang melihatnya tak tahu harus melakukan apa saat itu. Ia hanya diam dan tetap melihat Anna dari kejauhan.


John memutuskan untuk duduk diatas genting di balik genting Anna berada.


Ia sengaja duduk disana untuk menemani Anna, agar tak melakukan hal yang diinginkan.


Setelah Anna berhenti menangis dan kembali ke kamar melalui jendela kamarnya yang terbuka, John melompat dari genting dan melewati pembatas pagar untuk kembali ke ruang kerjanya.


***


Keesokan harinya, terlihat John yang sudah pergi dari kediaman Anna untuk mengawasi Tom.


Dengan teropongnya, John melihat Tom bersama anak buahnya yang sedang berolahraga dengan para anggota dewan dan pejabat tinggi lainnya.


Setelah selesai berolahraga, Tom memberikan sebuah kardus yang berisi segepok uang untuk menyuap para anggota dewan dan pejabat tinggi lainnya.

__ADS_1


John yang tak mendapat kabar yang menguntungkan baginya pun langsung kembali ke perusahaan untuk menemui Sam.


Sesampainya John di perusahaan, ia melihat Sam yang akan meninggalkan perusahaan.


John segera menghampirinya untuk menyampaikan sesuatu.


“Ketua Sam! Kau mau kemana? Aku mau berbicara padamu.”


“Ikutlah denganku, John. Mari berbicara di dalam mobil.”


Sam malah mengajak John untuk ikut bersamanya menuju suatu tempat.


“Apa? Tunggu, kau mau kemana?”


Mereka berdua menaiki mobil Sam dengan John lah yang akhirnya mau menyetir mobil dan Sam yang duduk disampingnya.


John pun bercerita bahwa ia baru saja mengikuti dan melihat Tom bersama anak buahnya yang sedang menyuap para pejabat dan anggota dewan lainnya.


“Lalu, kau dapat informasi penting lainnya?” tanya Sam.


“Tidak. Aku hanya melihat ia sedang menyuap para anggota dewan lainnya. Hanya itu saja,” jawab John.

__ADS_1


“Hhhh. Jangan buang-buang energi, John. Bersabarlah dan tunggu saja. Butuh waktu yang cukup lama untuk balas dendam.”


“Ini. Pakailah.”


Sam mengeluarkan dasi berwarna hitam dari saku jasnya, lalu memberikannya pada John, yang tak pernah memakai dasi seperti pengawal lainnya yang menjaga keluarga Deny.


“Ini dasi? Astaga, Letnan. Bukankah kau tahu, aku sangat tak suka menggunakan hal seperti ini.”


John mengambil dasi itu dan meletakkannya di dashboard mobil.


“Kau harus memakainya, John. Aku akan mengajakmu ke pemakaman salah satu keluarga Nyonya Besar. Kau butuh tata krama dan etika saat menghadiri pemakaman.”


Pada hari itu juga telah diadakan sebuah pemakaman untuk salah satu keluarga Agnes, yaitu mendiang bibinya.


Sam sengaja mengajak John menghadiri pemakaman itu untuk ikut menjaga, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.


Akhirnya, John menuruti perintah Sam untuk memakai dasi sebelum ia sampai ke tempat pemakaman dan penghormatan terakhir untuk keluarga mendiang.


Setibanya mobil Sam di depan gerbang kuil, Jack bersama tim VIP dari pasukan PASGA lainnya telah berada di gerbang itu dan menyambut Sam yang baru datang.


Sam yang melihat semua pasukan PASGA berada di luar pun langsung turun dari mobilnya dan bertanya pada mereka,

__ADS_1


“Kenapa kalian semua disini? Masuklah!” ucap Sam.


__ADS_2