JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 090 – NYAWA PERUSAHAAN.


__ADS_3

Sam telah tiba di gedung kantor PASGA, para perawat langsung membawa John masuk menggunakan ranjang pasien.


Agnes yang telah menunggu kedatangan John langsung panik ketika melihat keadaan John.


Ia berkata pada kepala tim medis PASGA


“Dokter, mulai sekarang kamu adalah anggota resmi I-KEEP, bawalah John kesana dan rawat ia di sana. Sembuhkan dia apapun caranya. Tolong selamatkan dia. Kuserahkan nyawa perusahaan ini padamu. Lakukanlah yang terbaik” ucap Agnes kepada dokter klinik PASGA


“Baik nyonya, aku akan melakukan yang terbaik untuk anda” ucap dokter


“Apa saja yang kau butuhkan, katakanlah padaku, aku akan menyiapkannya” ucap Agnes


“Kita harus segera melakukan operasi, Nyonya. Aku butuh seluruh alat-alat operasi dan beberapa tim medis untuk melangsungkan operasi ini” ucap dokter


“Baiklah, akan aku siapkan semuanya. Segera lakukanlah yang terbaik untuk John” ucap Agnes khawatir


“Baik Nyonya”


Agnes menyuruh Sam untuk bergegas menyiapkan semuanya.


Dokter bersama tim medis membawa John menuju ruang I-KEEP. Setelah semuanya siap, mereka melakukan operasi untuk John.


1 jam berlalu, operasi telah selesai, mereka berhasil mengeluarkan peluru yang ada di dalam tubuh John. Namun saat ini kondisi John masih kritis tak sadarkan diri.


***


Tom yang mendengar kekacauan yang terjadi di kantor PASGA merasa sangat senang. Tentunya hal ini dijadikan kesempatan untuknya menghancurkan Agnes dan Deny.


Tom langsung bergegas menelepon Roy dan mengajaknya kerjasama untuk menghancurkan Agnes dan Deny.


“Roy, apakah kamu sibuk ? Jika tidak, datanglah ke kantorku. Aku memiliki project besar untuk didiskusikan bersama” ucap Tom kepada Roy melalui telepon


“Sebentar sebentar, sepertinya aku sudah bisa menduga apa yang sedang kau pikirkan” tebak Roy dengan nada senyum licik


“Hahahaha, tentu saja, cobalah tebak” ucap Tom


“Apakah kita akan mengadakan kerja sama untuk menghancurkan kakak kandung kesayanganku ?” tebak Roy tepat sasaran


“Hahahha, kau sangat cerdas Roy” jawab Tom penuh tawa


“Tentu saja, jika aku tak cerdas, tak mungkin aku berani melawan kakakku sendiri” ucap Roy dengan bangga


“Baiklah aku tunggu kau di kantorku” ucap Tom


Tak lama kemudian Roy telah tiba di kantor Tom. Ia langsung masuk menuju ruangan Tom untuk menemuinya.


Tok.. tok.. tokk.. Suara ketukan pintu dari ruangan Tom.


“Masuklah Roy” ucap Tom


“Apa rencanamu kali ini Tom ?” ucap Roy sambil duduk di kursi yang ada di hadapan Tom


“Saat ini pengawal terbaik tim PASGA sedang lemah, maka ini saat yang tepat untuk menyerang Agnes” ucap Tom


“Ya, lalu apa yang akan kita lakukan ?” ucap Roy


“Aku mendengar bahwa John si pengawal tangguh PASGA adalah buronan kepolisian karena terlibat kasus jatuhnya Jason, maka kita gunakan kesempatan ini untuk menyerang kantor PASGA dan memasuki I-KEEP” ucap Tom


“Bagaimana caranya ? kita tidak punya akses untuk ke ruang rahasia itu” ucap Roy


“Tenang, aku sudah memikirkan caranya. Aku akan menyuruh tim kepolisian pusat untuk mengadakan penyelidikan dan penggeledahan keberadaan John. Mereka akan masuk ke kantor PASGA, seluruh ruangan akan dicek, termasuk I-KEEP karena ini perintah dari pusat, mereka tidak mungkin berani menolak” ucap Tom


“Lalu setelah berhasil masuk ke I-KEEP ? apa yang akan mereka lakukan ?” tanya Roy


“Ketika tim kepolisian telah berhasil memasuki I-KEEP, mereka akan memasuki ruang pusat kontrol I-KEEP dan mencuri semua datanya, kemudian kau bisa mencapai keinginanmu untuk menguasai I-KEEP dan aku akan menang karena kekuatan Agnes dan Denny telah lenyap” ucap Tom


“SEMPURNA. Ide yang sangat cerdas. Luar biasa Tom. Kapan kita akan memulainya ? tanya Roy


“Jika bisa sekarang ? Mengapa tidak ?” ucap Tom dengan senyuman liciknya


“Aku akan segera menelpon kepala pusat kepolisian dan menyuruhnya untuk menyerbu kantor PASGA sekarang juga” ucap Tom


“Halo, Pak Kepala. Bukankah di dalam kantor PASGA ada seorang buronan ? Mengapa kau tidak menyelidikinya ?”


Tom menelepon Kepala Pusat Kepolisian, ia bermaksud untuk menyuruh mereka menyerang kantor PASGA dan menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan PASGA


“Ya, aku sedang menyusun tim untuk segera kesana, kau tenang saja, aku sudah paham apa yang harus aku lakukan untukmu”


Kepala kepolisian seakan telah mengetahui maksud Tom yang menelepon dirinya.


Ya, apalagi yang diinginkan Tom selain data rahasia yang dimiliki I-KEEP. Maka ia dan pasukannya sudah tahu harus melakukan apa.


Tanpa basa-basi ia langsung melakukan apa yang Tom suruh.


“Baiklah, kau memang yang terbaik Pak Kepala. Kabari aku jika sudah mendapatkan hasilnya”


Tom mengakhiri pembicaraannya bersama Pak kepala di telepon.


***

__ADS_1


“Anna, kau jangan lari. Tunggu aku”


John yang berlari mengejar Anna. Ia tampak sangat lelah dan lemah.


“Ayolah, John cepat, wahananya akan segera tutup jika kamu lambat”


Anna berlari menuju wahana bianglala yang akan segera tutup karena hari semakin sore. Ia begitu semangat karena ini adalah impiannya sejak kecil. Menaiki bianglala bersama orang yang paling mencintai dirinya.


Tiba-tiba John terjatuh saat berlari mengejar Anna


Bruuukkk..


John ambruk di tengah taman. Anna yang mendengar itu menoleh ke belakang dan mendapati John yang terduduk lemas di rumput taman


“Joooohnn” teriak Anna panik dan langsung berlari menghampiri John


“John kamu kenapa ? Kenapa kamu tiba-tiba jatuh seperti ini, John ?”


Anna yang berusaha menopang tubuh John. Ia membawanya untuk bersandar di pangkuannya.


John yang diam saja tak menjawab Anna, ia tiba-tiba langsung pingsan di pangkuan Anna.


“John bangun. Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini ? John ini tidak lucu, bangunlah. Kamu katanya mau menemaniku naik wahana bermain favorit aku, kenapa kamu malah pingsan John. Bangun. John jangan tinggalin akuuuu”


Anna berteriak sambil bangun dari mimpinya.


Jane yang mendengar teriakan dari kamar Anna langsung bergegas melihatnya.


“Apa yang terjadi Nona ? Mengapa kamu berteriak saat tidur ?” tanya Jane memasuki kamar Anna


“Jane, antarkan aku ke kantor PASGA, aku ingin menemui John, please Jane bantu aku”


Anna memohon pada Jane, ia sangat khawatir kepada keadaan John dan ia sangat ingin menemuinya.


“Tapi Nona, nanti kita akan kena marah Nyonya Besar Agnes, jika dia tahu, aku bisa dipecat karena membawa Nona ke kantor pusat PASGA”


Jane takut membawa Anna ke kantor pusat PASGA karena Agnes telah berpesan padanya agar menyuruh Anna tidak usah datang ke kantor pusat PASGA.


“Tidak, aku yang akan menjelaskannya, kau tidak perlu takut, kau hanya perlu menemaniku saja”


Anna tetap pada pendiriannya, ia sangat ingin menemui John. Apalagi setelah mimpi buruknya dengan John semakin menambah kekhawatiran Anna.


“Baiklah Nona, aku akan mengantarkanmu ke kantor PASGA, namun setibanya di sana, aku tidak janji bila kita bisa menemui Tuan John”


Jane yang pasrah nantinya akan seperti apa bila bertemu Agnes di kantor. Ia tidak tega melihat Anna yang sangat sedih ingin bertemu dengan John. Laki-laki yang sangat berharga untuk Anna.


“Aku akan berusaha mencari cara untuk menemuinya Jane” ucap Anna


Jane berdiri meninggalkan kamar Anna


Setelah Anna sarapan, Jane mengantarnya menuju kantor PASGA. Sesampainya di kantor PASGA, Anna langsung berlari masuk mencari John


“Nona Muda, kau jangan lari, hati-hati” ucap Jane


“Jane, di mana letak ruangan I-KEEP ? Aku ingin kesana Jane”


Anna yang sudah tidak sabar untuk menuju ruang I-KEEP untuk menemui John


“Aku sudah bilang, kita tidak bisa menemuinya nona, aku bukan anggota I-KEEP, jadi aku tidak bisa membawamu ke sana”


Jane yang terus menjelaskan berulang kali bahwa mereka tidak akan bisa menuju I-KEEP.


“Tidak, aku pasti bisa kesana, ada di lantai berapa ruang I-KEEP, ayo kita naik lift ke sana”


Anna kemudian berjalan mendekati lift dan memasukinya.


“Sepertinya I-KEEP ada di lantai 11, namun percuma Nona, lift tidak akan berjalan menuju lantai itu” ucap Jane


“Baiklah, kalau begitu kita lewat tangga darurat saja”


Anna tetap bersikeras untuk menuju I-KEEP, ia keluar dari lift dan hendak menuju tangga darurat.


Saat Anna hendak keluar dari lift, tiba-tiba ia berpapasan dengan Agnes.


“Jane ! Mengapa kau membawa Anna kesini ?” ucap Agnes marah pada Jane


“Ma..maaf  Nyonya, saya tidak bermaksud membuat Nyonya marah, Nona Muda yang memaksa kesini, ia ingin bertemu dengan Tuan John”


Hal yang Jane takutkan akhirnya terjadi. Agnes sangat marah padanya, tentu saja ini membuat Jane sangat ketakutan.


“Kau ini tidak becus mengurus Anna, apa kau mau aku pecat Jane ?”


Agnes yang tidak segan-segan langsung mengatakan ingin memecat Jane karena telah membawa Anna ke kantor pusat PASGA


“Nyonya, kamu jangan marah kepada Jane, aku yang memaksanya untuk mengantarku kesini. Aku mohon Anda jangan marah padanya” ucap Anna menjelaskan pada Agnes


“Kalian pulanglah, sebelum aku tambah marah lagi !” ucap Agnes keras kepada Anna dan Jane


“Nona muda, ayo pulang saja, nanti Nyonya Besar akan semakin marah” ucap Jane membujuk Anna agar mereka pulang

__ADS_1


“Tidak. Aku tidak akan pulang sebelum bertemu dengan John. Tolonglah Nyonya, izinkan aku bertemu dengan John” ucap Anna memohon pada Agnes


“Jangan harap kamu bisa bertemu John. John sedang kritis, ia tidak boleh bertemu siapapun, termasuk kamu Anna” ucap Agnes


“Tolong izinkan aku bertemu John sebentar saja, Nyonya. Aku ingin melihat kondisinya sebentar saja” ucap Anna memohon pada Agnes


Agnes berjalan melewati Anna dan meninggalkannya tanpa mendengar perkataan Anna. Ia langsung berjalan hendak menuju ke I-KEEP


Tiba-tiba Anna memeluk Agnes dari belakang sambil berkata


“Tolong izinkan aku bertemu dengannya sebentar saja, Ibu” ucap Anna lirih sambil memeluk Agnes


Agnes yang kaget dengan perlakuan Anna, ia terdiam. Di hati kecilnya ia sangat bahagia merasakan pelukan ini, ditambah perkataan Anna yang memanggilnya ibu dengan tulus. Hal yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.


Agnes yang tersentuh dengan perlakuan Anna, kemudian ia luluh. Namun Agnes tidak mau terlihat luluh dengan mudahnya. Ia mengajukan syarat pada Anna


“Baiklah, kau bisa menemuinya sebentar saja. Namun aku ada syarat untukmu”


Dibalik sifat kejam dan arogannya Agnes, namun ia tetap merasa iba kepada Anna, anak tirinya.


Ia mengizinkan Anna untuk naik ke I-KEEP namun tentunya dengan syarat.


“Baiklah, Nyonya. Apa syarat itu ? Aku akan menurutimu” ucap Anna


“Setelah kau melihat John, bersiaplah untuk pergi. Suatu saat nanti, setelah keadaan kembali normal, aku akan mengirimmu untuk pergi dari New York. Aku akan mengirimmu ke London dan kau bisa hidup tenang di sana”


Agnes menyuruh Anna untuk pergi keluar negeri. Ini juga demi kebaikan Anna, karena kondisi John yang saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk bisa menjaga Anna.


“Baiklah Nyonya, aku akan menuruti perkataanmu” ucap Anna dengan berat hati


“Ikutlah naik bersamaku, maka kau akan melihat John di sana”


Agnes dan Anna memasuki lift. mereka menuju ke ruang I-KEEP.


“Sesampainya di sana, kau harus hati-hati. John masih sangat lemah. Lukanya pasca operasi masih belum sembuh. Berhati- hatilah”


Agnes mengingatkan kepada Anna.


Anna melihat John yang sedang berada di sebuah ruangan dipenuhi alat medis. John tampak lemah tak berdaya. Ia langsung berlari menghampirinya.


“John, bangunlah, aku menunggumu, jangan tinggalkan aku sendirian. Aku masih ingin bersamamu” ucap Anna menangis sambil mencium tangan John yang masih tak sadarkan diri


“Apakah kau sangat kesakitan John ? Aku sungguh tidak tega melihatmu seperti ini. Bangunlah John, bicaralah padaku”


Anna yang tetap mengajak ngobrol John meskipun tak ada respon dari John. Ia tampak sangat sedih.


***


Tim pusat kepolisian telah tiba di depan kantor PASGA


Kepala pusat kepolisian langsung menemui Marco untuk memberitahu bahwa ia datang bersama timnya untuk menggeledah seluruh tempat di kantor PASGA


“Kami membawa surat perintah untuk pemeriksaan di seluruh kantor Anda” ucap Frank


“Ya, mari silahkan lakukanlah Pak kepala” jawab Marco


“Seluruh tim silahkan berpencar sesuai arahan yang sudah kita diskusikan”


Kepala kepolisian menyuruh anak buahnya untuk segera memasuki kantor PASGA dan menjalankan tugasnya.


“Siap Pak” ucap seluruh tim


Mereka langsung memasuki seluruh tempat dan menggeledah semuanya.


“Dimana letak I-KEEP ? Kami juga harus menggeledahnya”


Kepala kepolisian menanyakan letak ruang I-KEEP kepada Marco, karena mereka juga harus mengeceknya tanpa terkecuali


“Ya, mari aku antar, karena kalian tidak akan bisa kesana jika tanpa aku” jawab Marco


Akhirnya Marco, Kepala kepolisian, dan beberapa timnya bersiap untuk memasuki I-KEEP. Marco menekan lantai 11 pada liftnya dan sampailah mereka di lantai 11.


“Silahkan kalian cek semuanya, aku akan tunggu di lobby lantai 11” ucap Marco pada Kepala kepolisian dan timnya


Marco berjalan menuju sofa yang tak jauh berada di depan lift lantai 11, ia menunggu mereka di sana.


“Cepat kalian lakukan tugas yang telah aku suruh tadi. Curi semua data yang ada di server utama I-KEEP. Jangan sampai kalian gagal. Cepat !”


Kepala kepolisian menyuruh anak buahnya untuk segera mencuri seluruh data yang ada di server utama I-KEEP. Menjalankan suruhan dari Tom.


“Baik, Pak” jawab anak buahnya serempak


Mereka langsung memasuki ruang database pusat PASGA, mereka langsung mengcopy seluruh datanya sesuai perintah dari atasannya.


30 menit berlalu, mereka telah berhasil mengcopy semua datanya. Tim yang lain juga telah selesai menggeledah seluruh tempat. Namun nihil, mereka tak berhasil menemukan John.


Namun sebenarnya itu bukan masalah untuk mereka, karena tujuan utama mereka datang ke kantor pusat PASGA bukan untuk mencari John melainkan mencuri data server utama kantor pusat PASGA.


Setelah mereka selesai melakukan tugasnya. Mereka pamit dan meninggalkan kantor pusat PASGA.

__ADS_1


Marco yang melihat kepergian mereka, menatapnya dengan sebuah senyum kemenangan.


__ADS_2