
Denny pun tak bisa berbuat banyak untuk Anna, ia berdiri dan meninggalkan Anna yang berbaring dengan keadaan menangis.
“Ayah akan pamit pergi dulu. Mulai sekarang, Ayah akan lebih sering datang kemari dan menemuimu.”
Deny keluar dari ruangan, dan melihat John yang sedari tadi berdiri dan mendengar semua percakapan mereka.
Beberapa pengawalnya pun datang dan mengantar Deny kembali ke rumahnya.
John yang masih berdiri di depan pintu ikut bersedih karena melihat Anna yang menangis terisak-isak di tempat tidurnya.
John akan menenangkannya, tapi ia tak tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Anna.
Akhirnya, ia pun kembali ke apartemennya untuk beristirahat.
***
Keesokan harinya, terlihat Bibi dan Jane yang sedang tertidur di ruangan Anna berada.
Mereka berdua menjaga Anna semalaman dan akhirnya tertidur karena kelelahan.
Terlihat juga John yang baru datang ke ruangan Anna. John pun membangunkan Bibi yang sedang tertidur.
“Bibi, bangunlah.”
“Oh, ya!”
__ADS_1
Setelah Bibi bangun dari tidurnya, John berjalan menuju kursi tempat Jane tertidur.
*BRAKKKK!!!!”
John menendang kursi tempat Jane yang sedang tertidur hingga terkejut dan berdiri seketika.
“Bibi, kau bisa pulang ke rumah.”
“Tidak. Bagaimana aku bisa pulang, aku harus menjaga Nona Muda.”
“Tak apa, Bibi. Dia akan pulang siang hari ini. Kau bisa bersiap-siap dahulu, lalu kembali ke rumah. Aku akan mengurus semuanya. Lagi pula, disini juga banyak pengawal yang akan membantuku.”
“Baiklah kalau begitu. Aku akan pulang dan membereskan rumah. Aku menitipkan Nona Muda padamu, Tuan John.”
Bibi pun menarik tangan Jane dan mengajaknya kembali ke rumah.
Saat Bibi dan Jane telah pergi dari ruangan medis, John berjalan mendekati Anna yang sedang duduk dikursi dan melihat ke luar jendela.
“Kau sudah bisa pulang ke rumah persembunyian mulai siang hari ini. Jadi, kau bisa beritahu aku jika membutuhkan sesuatu.”
“Tak ada? Baiklah, tak masalah.”
John pergi dari sana saat Anna diam dan merespon apapun perkataan John.
“Kenapa kau membawa Ayahku kemari?”
__ADS_1
John menghentikan langkahnya dan kembali menuju Anna yang menanyakan hal itu padanya.
“Untuk mencegah mu agar kau tak mati dengan melakukan bunuh diri,” jawab John yang menatap mata Anna.
“Kenapa kau memperdulikan hidup dan matiku?” tanya Anna.
“Kau tahu berapa banyak orang yang tertekan karenamu?”
John memutar kursi Anna agar ia juga melihat John yang sedang berbicara serius kepadanya.
“Tertekan? Kau benar. Maafkan aku, karena membuat orang jahat sepertimu tertekan.”
Anna yang tak tahu apapun malah menganggap John orang jahat yang berkomplotan dengan Agnes dan Deny.
“Baiklah. Anggap saja aku orang jahat yang juga ikut mengurungmu. Tapi kuharap kau juga tahu bahwa aku juga berusaha untuk melindungimu! Kau tak sadar itu?”
John berkata dengan nada tinggi karena juga emosi pada Anna yang malah menganggapnya orang jahat.
“Kau membuatkanku ramen dan memberiku sebuah es krim. Kau meniru apa yang dilakukan oleh ayahku, apa itu melindungi? Aku tak butuh semua itu, keluarlah dari sini!”
Anna terus membantah John yang berniat baik untuknya.
“Baiklah, kurasa aku salah, telah menjanjikan hal bodoh kepada ayahmu untuk selalu melindungimu.”
John yang kesal pun pergi meninggalkan Anna karena terus menganggapnya orang jahat.
__ADS_1
“Janji?” gumam Anna saat John telah pergi dari ruangannya.
Anna memikirkan sesuatu dengan maksud ucapan John sebelum ia pergi meninggalkannya.