
Anna sudah berada di bandara. Jane mengantar kepergiannya.
“Jangan lupa untuk mengabariku jika nona sudah sampai sana” ucap Jane
“Baiklah. Terimakasih Jane, terimakasih kamu telah menemaniku, melindungiku dan selalu ada untukku. Aku tidak akan pernah melupakanmu”
Anna memeluk Jane sambil menahan tangisnya. Sebenarnya ia sangat sedih meninggalkan New York. Ia sedih meninggalkan John dan juga Jane.
Anna melepas pelukan perpisahannya pada Jane. Jane yang sudah tak bisa menahan air matanya akhirnya pecah.
“Hati-hati di sana Nona. Jaga dirimu baik-baik. Karena aku sudah tak bisa bersamamu lagi”
Jane melambaikan tangannya pada Anna. Anna memasuki gate keberangkatannya.
Setelah melalui pemeriksaan paspor dan data diri lainnya, Anna memasuki pesawat yang hendak menuju ke London. Ia duduk di kursinya yang ada di sebelah jendela.
Keberangkatan masih 15 menit lagi. Anna menatap ke arah jendela. Pikirannya melayang memikirkan keadaan John.
“John, aku pamit. Maafkan aku yang tak bisa langsung pamit di hadapanmu. Ku harap kau sudah sadar dan segera pulih. Aku berharap kau menyusulku di London” ucap Anna bergumam pada dirinya sendiri.
Tak terasa air matanya mulai menetes. Ia sangat sedih, ia merindukan John. Berharap John ada di sampingnya dan mereka bisa pergi berdua.
Menjalani kehidupan baru berdua di negara yang berbeda. Jauh dari orang-orang yang berusaha mencelakai mereka.
Anna memasang earphone di telinganya. Ia menyetel musik agar sedihnya berkurang dan hatinya tenang.
Tepat 5 menit sebelum pesawat lepas landas. Ada seseorang menepuk pundak Anna.
Anna yang merasa ada yang menyentuh pundaknya menoleh ke belakang. Ia melepaskan earphone-nya agar mendengar apa yang dikatakan orang tersebut.
“Ikutlah denganku nona” ajak orang tersebut
“Kau siapa ?”
Anna mengernyitkan dahi, ia bingung, Anna merasa tidak mengenal orang itu.
“Ikutlah denganku, maka kau akan tahu siapa aku” jawab orang misterius itu
“Mengapa aku harus ikut denganmu ? Aku hendak pergi ke London. Pergilah, kau mungkin salah orang” tolak Anna
“Tidakkah kau ingin bertemu dengan kekasihmu ? John sudah sadarkan diri, kini ia sedang dalam bahaya. Tak maukah kau membantu kekasihmu ?”
Anna yang mendengar nama John disebut langsung panik. Ia tak berfikir panjang lagi, ia langsung berdiri dari kursinya dan mengikuti orang itu.
Mereka keluar dari pesawat. Berjalan menuju mobil orang misterius itu.
“Di mana John ? Apa yang terjadi padanya ?”
Anna yang duduk di belakang kemudi terus menanyakan apa yang terjadi pada John.
Namun orang yang ada di depannya itu hanya diam saja, sama sekali tak memberikan jawaban
__ADS_1
Anna tiba di sebuah gedung tua. Pria misterius itu menyuruh Anna keluar dari mobilnya.
“Tempat apa ini ? Mengapa kau bawa aku kesini ?”
Pria itu hanya diam dan membawa Anna ke sebuah ruangan gelap dan sepi
“Mengapa tidak ada orang disini ? Kau sedang apa ? Apa yang kau lakukan padaku ?”
Anna yang terus berontak karena orang itu mencoba mengikat Anna di sebuah kursi
“Diamlah Nona, kau lebih cantik jika mulutmu itu diam”
Laki-laki itu membungkam mulut Anna menggunakan kain. Anna tak bisa apa-apa.
Tubuhnya telah diikat dan mulutnya dibungkam kain. Anna hanya pasrah menunggu apa yang terjadi selanjutnya.
***
John memasuki mobil yang telah disiapkan Agnes untuknya.
Di dalam mobil ada Sam dan juga Deny. John meminta kepada Sam untuk mengantarkannya ke tempat kejadian saat dirinya ditembak.
Mereka tiba di sana, John turun dari mobil . Dengan cepat ia berlari menuju tempat ia menyimpan flashdisk itu.
Untungnya benda itu masih aman, tidak ada yang berhasil menemukannya. Dengan segera ia mengambilnya, menaruhnya ke dalam sakunya.
Ia kembali menuju mobilnya. Sam bertanya kepada John
“Ya. Dan benda itu ada dalam genggamanku sekarang”
“Apa yang akan kau lakukan pada benda itu ?” tanya Deny pada John
“Tentu saja aku akan menggunakan benda ini untuk menghancurkan Tom”
“Apakah kau akan mengekspos semua data yang ada di dalamnya ? Bukankah hal itu akan membuat image IP Group juga buruk ?” tanya Deny
“Aku tidak peduli. Aku hanya butuh untuk menghancurkan Tom, membalaskan dendamku padanya dan juga membersihkan nama ibunya Anna”
Tiba-tiba handphone John berdering. Ada 1 pesan masuk.
Pesan itu mengirimkan sebuah foto. Anna yang tampak sedang disekap dalam foto itu. Kemudian ada pesan lanjutan untuk John.
‘Serahkan benda itu atau kekasihmu akan mati’
John mendapat ancaman dari Tom. Ia menggunakan Anna untuk menaklukkan John.
“SIAL !” ucap John setelah membaca pesan itu
“Mengapa ? Ada apa John ?” tanya Sam
“Di mana Anna sekarang ? Bukankah Nyonya Agnes mengatakan jika Anna akan berangkat ke London ?” tanya John
__ADS_1
“Ya. Nyonya besar memang mengirimnya ke London. Dan setahuku, dia baru saja berangkat. Jane baru saja mengantarnya. Penerbangannya sudah berangkat 1 jam yang lalu” ucap Sam menjelaskan pada John
“Ada apa John ? Mengapa kau bertanya tentang Anna ? Apakah sesuatu terjadi padanya ?” tanya Deny
Deny tampak mengkhawatirkan putrinya.
John menyodorkan handphone-nya kepada Deny. Ia menunjukkan isi pesan yang baru saja dikirimkan oleh Tom.
Deny sangat terkejut melihat putrinya yang sedang disekap di dalam foto itu.
“Bagaimana bisa Anna diculik ? Bukankah ia sudah berangkat ke London ?” tanya Deny tak percaya
“Aku akan menelepon Jane”
John yang segera menghubungi Jane dan menanyakan keberadaan Anna untuk memastikan
“Ya, ada apa Tuan John ? Apakah anda sudah pulih ?” tanya Jane dari telepon genggamnya
“Ya, aku sudah sadar. Di manakah Anna ? Apakah ia bersamamu ?”
“Nona Anna sudah berangkat ke London. Aku baru saja mengantarkannya ke bandara” jawab Jane
“Apakah kau yakin Anna sudah berangkat ?”
“Ya, aku melihatnya ia memasuki pesawat” jawab Jane
“Coba kau hubungi pihak bandara dan pastikan lagi keberadaan Anna. Hubungi aku jika kau sudah mendapat kabar”
John memutus teleponnya. Jane yang mendengar suruhan John langsung menghubungi pihak bandara.
Pihak bandara mengatakan bahwa 5 menit sebelum pesawat lepas landas, Anna keluar bersama seorang laki-laki.
Jane yang panik mendengar penjelasan pihak bandara langsung mengabarkan pada John bahwa Anna sedang diculik.
John yang geram langsung menelepon Tom.
“Jika kau berani menyentuhnya, aku tak segan-segan membunuhmu” ucap John pada Tom
“Hahaha kau tenang saja. Aku tidak akan menyakitinya. Marilah kita bertemu di I-KEEP. Mari kita diskusikan semuanya di sana” jawab Tom.
John langsung menghubungi Agnes
“Nyonya, Anna sedang dijadikan sandera oleh Tom. Ia sedang membawa Anna ke PASGA, siapkan pasukan terbaik untuk menyelamatkan Anna sebelum aku sampai di sana” ucap John lewat telepon
“Ya, aku akan mengaturnya”
Agnes menyuruh Rugal untuk menelepon asistennya.
“Siapkan pasukan PASGA, tunggu di lobby, saat pasukan Tom datang, selamatkan Anna” ucap Agnes pada asisten pribadinya
“Baik Nyonya”
__ADS_1