JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 030 - CIRI KHAS JOHN.


__ADS_3

John telah disambut dengan Sam yang saat itu sedang bersama Agnes yang menunggu di mobil.


Sam menyuruh John untuk bergegas menaiki mobilnya untuk kabur, sebelum para anak buah Tom mengejarnya.


Sebenarnya, John tak mau masuk ke dalam mobil saat ia melihat Agnes yang juga ikut Saya untuk menjemputnya.


Akan tetapi, mau tak mau ia harus masuk ke dalam mobil dan pergi, agar anak buah Tom tak lagi mengejarnya.


John pun duduk di kursi belakang mobil di samping Agnes, dan Saya yang menyetir mobilnya.


Saya menginjak pedal gas sedalam-dalamnya dan pergi meninggalkan gedung hotel itu.


“Kau membuat jebakan dengan sensor proksimitas di pintu putar hotel?”


“Sungguh ciri khasmu, John. Itu rencana yang sangat bagus. Tapi sayang sekali, rencanamu harus gagal.”


Sam memulai percakapan di dalam mobil.


“Akan sangat adil, jika aku langsung menyapa bajingan itu dengan sopan,” ucap John dengan nafas yang masih terengal-engal, karena  berlari dari kejaran anak buah Tom.

__ADS_1


“Terimakasih, kau telah memperdulikanku,” ucap John pada Agnes yang duduk di sebelahnya.


“Ini akan menyebabkan kehebohan, karena orang berharga sepertimu melakukan hal yang cukup berbahaya. Kau sudah batalkan pengiriman surelnya?” tanya Agnes.


“Jika aku sudah mengirimnya, kau tak mungkin masih berada di sini. Apa kau bodoh?”


Dengan ketus nya, John menyebut Agnes bodoh, saat orang lain dan anak buah Agnes pun tak berani mengatakan yang sama seperti John.


Agnes hanya tersenyum dan malah menatap wajah John, saat John mengatakan bahwa dirinya bodoh.


Sepertinya Agnes sangat tertarik dengan ketampanan seorang John, tapi ia sangat gengsi untuk mengatakannya.


“Atau, apakah pistol itu yang akan membunuhnya? Atau, mungkinkah jari pelatuk yang membunuhnya?”


John pun masih diam saat tak mengerti maksud ucapan Agnes.


“Kudengar, kau sekarang sudah tak bisa menarik pelatuk, karena PTSD yang kau punya.”


John pun sangat kesal, karena mendengar hal itu dari mulut Agnes. Ia melihat Saya dari kaca mobil, dan sangat yakin, bahwa Sam lah yang memberitahu Agnes tentang gangguan trauma yang dimilikinya.

__ADS_1


Sam yang melihat John menatapnya dari kaca hanya bisa menyuruh John untuk tenang, karena Sam melakukan itu juga untuk kebaikan John.


“Sekarang, aku akan menarik pelatuk untukmu, John,” lanjut Agnes yang berharap John akan mau bergabung dengannya.


“Tidak perlu! Kau tak perlu melakukan itu. Aku akan melakukannya sendiri!” bantah John.


“Tidak! Kau sudah ketahuan, John. Kau tak bisa lagi, mengulangi kejadian seperti apa yang baru saja kau lakukan di gedung hotel itu.”


“Aku yakin kau bisa menghabisi semua pengawal Tom, dan membunuh Tom sekaligus saat kau berada di hotel.”


“Akan tetapi, kau memilih untuk pergi dan kabur meninggalkan hotel begitu saja, saat kau sudah ketahuan.”


“Tom bukanlah tipe yang bisa dibunuh dengan mudah. Dia pasti akan punya banyak pengawal setelah kejadian hari ini.”


John hanya terdiam saat mendengar ucapan Agnes yang ada benarnya.


“Jujur saja, aku tak ingin tahu kenapa alasanmu mengejar Tom, tapi musuh dari musuhmu adalah temanmu, bukan?”


“Izinkanlah kami membantumu John, dan tunggu waktu yang tepat. Jika saatnya sudah tiba, PASGA-lah yang akan menjadi senjatamu.”

__ADS_1


“Kau bisa menjadi peluru yang bagus, dan aku akan menarik pelatuknya untukmu.”


__ADS_2