JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 054 - AGNES & ANNA


__ADS_3

Walau John adalah seorang mantan tentara bayaran yang terkenal dengan keganasannya, ia masih tetap mempunyai hati yang baik pada orang yang tak melakukan kesalahan.


“Lagi pula, saat kau memberinya stroberi dan dia mau memakannya, itu pasti kesempatan yang dinantikan oleh keluarganya sendiri, dan berharap ia akan segera mati.”


“Bahkan ayahnya sendiri pun tak bisa mengatakan hal apapun tentang ini.”


Sam menurunkan kakinya dari meja, lalu berdiri dan menatap John.


“Apapun yang kau lakukan, keadaan Anna tidak akan berubah. Yang bisa kau lakukan hanyalah melindunginya, agar ia selamat dan identitas aslinya tak terungkap!”


“Jika kau membawanya ke rumah sakit lain, beberapa saat lalu, kita pasti sudah mati. Termasuk Jane, Bibi pembantu rumah, dokter medis, dan semua orang yang telah mengetahui identitas asli Anna.”


“Mereka semua akan mati. Kau akan menjadi pengecualian, karena kau merupakan anggota dari I-KEEP. Kau tak memikirkan nasib mereka?”


Sam kembali duduk di kursinya, saat John mulai memikirkan keadaan orang-orang yang tak tahu apapun, jika mereka akan menanggung akibatnya.


“Apa kau sudah lupa, kenapa pasangan paruh baya yang berada di kebun itu hampir mati karenamu?”


“Aku tahu kau mampu mengalahkan pasukan PASGA walau kau seorang diri, tapi apa kau yakin, kau akan tetap hidup setelah membunuh mereka semua?”


“Mereka pasti akan mengirimkan seluruh pembunuh bayaran di dunia yang akan mengejarmu.”


“Kalau kau ingin melindungi Anna, maka bersikaplah sewajarnya.”

__ADS_1


“Enyahlah dari ruanganku, John. Aku mau beristirahat.”


Sam mengangkat kakinya ke atas meja dan kembali memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.


“Sial!”


Dengan nafas yang masih tak beraturan karena amarahnya, John pun pergi dari ruangan Sam.


***


Malam hari di gedung PASGA, terlihat Agnes dan asisten pribadinya, beserta para pengawalnya mendatangi gedung itu.


Sepertinya, Agnes ingin melihat keadaan Anna, karena telah mendengar bahwa Anna telah kabur dan berhasil ditangkap, lalu dibawa ke rumah sakit PASGA.


“Selamat malam, Nyonya? Kau mau menjenguk anak itu?” tanya Marco yang mengikuti Agnes yang terus berjalan.


“Bagaimana keadaan anak itu?”


“Dia berada di klinik PASGA. Sepertinya, dia sudah siuman, Nyonya.”


“Sungguh? Jadi, dia berhasil diselamatkan saat menuju kemari.”


“Aku minta maaf, Nyonya. Anak buahku gagal menjaganya.”

__ADS_1


Marco merasa bersalah dan meminta maaf pada Agnes.


“Tak apa. Kau tak perlu meminta maaf. Itu sudah menjadi takdirnya. Tunggu!”


“Sekertaris! Kau pergi saja ke I-KEEP lebih dulu, aku akan menemui gadis itu.”


“Baik, Nyonya,” jawab asistennya.


“Dimana ruang medisnya?” tanya Agnes pada Marco.


“Mari, Nyonya. Aku akan menunjukkannya padamu.”


Marco bersama 2 pengawal rumah Agnes lainnya menuju ke ruang medis untuk melihat keadaan Anna.


Setibanya mereka di ruang medis, terlihat Jane, Bibi pembantu rumah dan dokter yang telah menyambutnya di depan ruangan Anna dirawat.


Mereka membungkukkan badannya saat Agnes mendatangi ruang medis.


“Bagaimana kabarnya? Apa dia bisa bicara?” tanya Agnes.


“Ya, Nyonya. Kondisinya sudah cukup membaik, tapi kurasa dia perlu datang ke psikiater, karena mempunyai hasrat untuk bunuh diri,” jawab dokter.


“Ke klinik Psikiater? Tak mungkin aku melakukan itu. Apa kau gila? Sebaiknya kalian awasi dia dengan baik agar dia tak melakukan hal bodoh.”

__ADS_1


Agnes melihat dan memperingatkan Jane dan Bibi pembantu rumah yang masih terdiam dan tak bisa berkata apa pun.


__ADS_2