
Saat akan menyelamatkan anak kecil yang akan melewati pintu gedung hotel, John dihadang oleh salah satu pengawal, yang menegur anak kecil itu.
“Tunggu sebentar, Pak!”
Saat John akan pergi, lagi-lagi pengawal itu menghadang John.
“Permisi! Tunggu!”
Pengawal itu menahan pundak John agar tak mengikuti anak itu dan Tom yang sedang berjalan keluar.
John pun bergegas pergi dari sana, karena rencananya sudah gagal total.
Anak itu telah pergi keluar bersama Tom dan para pengawalnya, yang tak mungkin bagi John untuk menekan tombol remot untuk meledakkan bom itu.
Sebelum John pergi jauh meninggalkan tempat itu, pengawal yang sempat menghadang John pun memanggilnya kembali. Sepertinya, pengawal itu telah curiga pada tingkah laku John yang terlihat aneh.
“Permisi, Pak!”
John berhenti dari langkahnya dan membalikkan badannya.
“Aku mau memeriksa dirimu. Kuharap kau bisa bekerja sama.”
Pengawal itu mengeluarkan sebuah tanda pengenal dari sakunya, lalu menunjukkannya pada John.
Kartu pengenal itu tertulis bahwa dia adalah seorang polisi.
__ADS_1
Akan tetapi, John sudah mengetahui bahwa itu hanyalah tanda pengenal palsu yang sengaja digunakannya.
Saat mata John melihat tangan pengawal itu, ia melihat bekas luka yang ditutup dengan tato.
Tato milik pengawal itu sama persis dengan orang yang dilawan John saat ia akan menyelamatkan wanita paruh baya, di gedung Deny.
Tidak salah lagi, pria yang menyamar menjadi polisi itu adalah salah satu anak buah Tom yang berkelahi dengan John, saat John berada di gedung Deny tempo hari.
Walau John sudah mengetahuinya, John belum menunjukkan reaksi apapun kepada orang itu yang sepertinya juga tak mengingat John dengan baik.
“Tolong tunjukan KTP mu, Pak!”
Pengawal itu malah meminta identitas John, karena sudah mulai curiga.
“KTP? Kau mau lihat KTP?”
Saat John mengeluarkan tangan dari saku jas,
*BUKKKK!!!
John melayangkan tinjunya dan mendarat tepat mengenai rahang pengawal Tom, yang membuatnya jatuh tersungkur.
Pengawal itu pun segera bangkit dan mulai melawan John.
Mereka berdua saling bergelut di lobi hotel, dan melayangkan pukulan satu sama lain.
__ADS_1
Saat pukulan John ditahan oleh pengawal Tom, pengawal Tom langsung menyadari bahwa John adalah orang yang sama, saat ia melawannya di gedung Deny.
“Jadi, itu kau?” tanya si pengawal.
“Ya. Senang bertemu lagi denganmu. Aku tak sabar ingin merontokkan gigimu yang sangat kotor itu.”
John menarik kembali tangannya, memutar tubuhnya dan melayangkan tendangannya yang tepat mengenai tulang rusuk si pengawal.
Saat pengawal itu kesakitan, John menarik dasinya, lalu membantingnya di lobi lantai.
John pun bergegas kabur menuju atap gedung, sebelum para pengawal Tom lainya ikut bermunculan.
“Kode biru! Kode biru!”
“Semuanya menuju lobi. Tutup semua pintu keluar!”
“Seorang pria yang kita kejar, memakai jas hitam berusia 30 tahunan!”
Pengawal itu mengeluarkan HT-nya dan menghubungi semua pengawal Tom yang masih berada di dalam hotel.
Beberapa pengawal Tom yang tersisa pun mulai mengejar John yang berlari menaiki tangga, menuju ke atap gedung.
Setibanya John di atap gedung, ia langsung mengambil tali dan peralatan panjat tebing yang telah ia siapkan sebelum memulai rencananya.
John mengaitkan peralatan seadanya dan tali di pinggangnya, lalu melompat dari atap gedung.
__ADS_1
John pun berhasil kabur dari kejaran para anak buah Tom dan mendarat dengan selamat.