JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 085 - CIUMAN MESRA.


__ADS_3

John pun langsung curiga dan mengetahui bahwa semua ini adalah ulah asisten Agnes yang menyuruh segerombolan orang itu untuk mencelakai Anna.


Sepertinya asisten Agnes melakukan semua hal itu itu tanpa sepengetahuan Agnes.


“Hentikan orang-orang yang mendobrak masuk itu sekarang juga!”


“Untuk apa aku menurutimu? Aku tak seperti Nyonya Besar, yang terlalu bersimpati kepadamu, aku sangat tak menyukai kehadiranmu, dan aku tak peduli dengan ayah Anna.”


“Fakta bahwa Nyonya Besar menjadi tidak tegas adalah kesalahanmu yang masuk ke dalam keluarga besar kami. Semuanya sangat teratur dan terkendali sebelum kedatanganmu.”


“Sekarang, saatnya menempatkan Nyonya Besar dan Anna dalam posisinya masing-masing. Yang satu hidup, dan satu lainnya harus mati.”


Asisten pribadi Agnes pun sepertinya sangat membenci John karena ia melihat Agnes yang mulai luntur dengan kehadiran John yang memang tak ada siapapun yang bisa menjinakkan nya.


“Tertawalah sepuasmu, dan tunggu aku sendiri yang akan menemuimu.”


John pun mematikan telepon dan bersiap untuk menghadapi segerombolan orang itu.


John melepas jas yang ia pakai, lalu menggunakannya sebagai penutup hidung dan mulut, agar tak menghirup banyak gas beracun.


Saat John akan keluar dari ruangan, ia melihat beberapa orang yang akan masuk ke dalam ruangan itu.


John pun mengurungkan niatnya untuk keluar dan bersembunyi di balik pintu lemari kaca yang cukup besar.


Saat sekitar lima orang telah memasuki ruangan, John keluar dari balik pintu lalu melumpuhkan orang itu satu persatu.


Dan sudah pasti mereka belum sebanding dengan kemampuan bertarung yang dimiliki oleh John.


Di saat orang lain memakai topeng khusus yang melindungi muka dan hidung, John hanya menggunakan jasnya sebagai pelindung dan bertarung melawan lima orang sekaligus dalam satu ruangan itu.


Satu persatu dari segerombolan yang berada di ruangan itu pun mulai tumbang. John mengambil semua topeng dari segerombolan orang yang telah tumbang berjatuhan.


Saat topeng itu diambil, semua orang pun mulai batuk-batuk karena gas beracun yang mereka sebarkan sendiri. Sepertinya, segerombolan orang itu akan mati karena menghirup gas yang mereka bawa sendiri.


John pun mengenakan salah satu topeng yang diambilnya, lalu keluar mencari kelompok penyerang yang tersisa.


Di lantai satu, John kembali  melihat 3 orang yang berjalan bersama. Dari belakang John berlari dengan kencang lalu melayangkan tendangan yang langsung membuat salah satu orang tumbang.


Menyisakan dua orang lainnya, John pun memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menghadapi kedua orang itu dengan pisau di tangannya.


Kedua orang itu pun menyerang John secara bersamaan dengan mengayunkan pisau yang ditangannya.


Saat John berusaha menghindari pisau itu, salah satu orang pun berhasil mengambil topeng milik John yang berhasil ia ambil.


Kini, John pun harus menghadapi mereka tanpa menggunakan topeng di kondisi ruangan yang penuh asap beracun.


Sampai akhirnya, John pun berhasil mengambil salah satu pisau milik kedua orang yang tersisa itu, lalu mencabik-cabik tangan, lengan dan kaki mereka hingga berdarah dan berjatuhan.


Dengan nafas yang terengal-engal, karena menahan nafas dari asap beracun, John berjalan menuju ke ruangan rias untuk menyusul Anna.


Sebelum John sampai ke ruangan rias, John pun terjatuh karena menahan nafas dan telah menghirup gas beracun saat ia bertarung.


Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Anna pun kembali turun dari plafon dan melihat John yang sudah jatuh tak sadarkan diri.


“John!!!! Bangunlah! Kumohon bangunlah, John!!!”


Anna pun menangis karena melihat John yang tak sadarkan diri.


Anna mengambil topeng milik 2 orang yang telah tumbang dan memakainya untuk dirinya dan untuk John satu lagi.


“John! Bangunlah, John! John! Kumohon!!”


Anna terus merengek dan menangis terisak-isak karena John juga belum sadar.


Beberapa saat kemudian, datanglah Jane dan pengawal laki-laki yang menjaga di rumah rahasia Anna.


Setidaknya mereka datang dan dapat membantu dan menolong Anna dan John yang sudah tak sadarkan diri.


“SIAL!!!!”


Jane dan partnernya pun langsung menolong Anna dan menggendong John yang masih tak sadarkan diri sepenuhnya.


***


Setelah dibawa ke ruang steril, John pun langsung tersadar dan melihat semua orang telah berada di sekitarnya.


Ia melihat Roy, Anna, Jane dan partnernya serta semua anak buah Roy yang baru tiba di gedung itu.


“Brengsek!”


*BRAKKK!!!!!


John menendang kaki meja di ruangan itu hingga patah, karena kesal tak ada satu orang pun yang membantunya saat itu.


Semua orang pun hanya terdiam dan takut saat John yang tersadar dan marah secara tiba-tiba.


“Jane!”


“Ya, Tuan John.”

__ADS_1


“Mari kita kembali ke rumah persembunyian. Kurasa itu adalah tempat yang paling aman untuk Anna saat ini. Kau tahu ini ulah siapa?”


“Ini semua adalah ulah asisten Agnes. Jika Anna berada di rumah persembunyian, maka ia tak bisa lagi untuk menyerang, karena tak mungkin baginya untuk menyerang PASGA,” ucap John.


“Baiklah. Mari kita lakukan itu. Aku juga akan mengirimkan beberapa pengawal dari tim keamananku untuk menjaga di rumah itu,” sahut Roy yang juga setuju dengan usul John.


“Baiklah. Kalian bisa pergi dahulu. Bawalah Anna bersamamu, Jane.”


“Baik, Tuan.”


Jane pun membawa Anna yang sedang terduduk di sofa dan terlihat sangat lemas dan lesu, karena ia juga menghirup gas beracun walau tak banyak.


Setelah semuanya pergi, John pun menelpon Sam untuk memberitahu kejadian yang baru saja ia alami.


John juga mengatakan bahwa segerombolan orang yang menyerangnya itu merupakan suruhan asisten pribadi Agnes, dan John sangat yakin dia melakukan semua ini tanpa sepengetahuan Agnes dan tanpa izin darinya.


***


Di perusahaan PASGA, terlihat para petinggi PASGA yang berjalan bersama menuju I-KEEP.


Terlihat Sam, Marco, Agnes dan asisten pribadinya yang selalu mengikutinya kemanapun berjalan bersama dan menuju ke ruang rahasia.


Para petinggi PASGA akan berkumpul di I-KEEP untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting yang berkaitan dengan Deny.


Sebenarnya, di hari itu juga Deny dapat dibebaskan dari kejaksaan karena tak terbukti bersalah dengan tuduhan yang dilaporkan.


Akan tetapi, Tom sengaja menyogok Kepala Jaksa agar menahan Deny lebih lama lagi hingga pemilu tiba, dengan memberatkan semua tuduhan yang ada.


Gara-gara masalah itulah, sekarang semua petinggi PASGA berkumpul bersama di I-KEEP untuk membicarakannya.


Di I-KEEP mereka duduk di kursi yang memutari meja bulat yang berada di ruangan itu.


Agnes sebagai pemilik ruangan itu duduk di tengah dan mulai membicarakan masalahnya.


“Kira-kira, apa kartu as yang dimiliki oleh Tom?” ucap Agnes.


“Aku tak yakin dengan kabar ini, tapi aku tahu dia tidak sedang mendekati atau menekan Kepala Sekretariat Presiden. Sebaliknya, aku yakin jika dia langsung mendekati dan menekan Presiden,” ucap Marco.


“Presiden?” tanya Agnes yang terlihat kebingungan.


“Jika surat perintah penangkapan dikeluarkan, mereka pasti akan mengulur sidang sampai hari pemilihan.”


“Bahkan jika kita menang di persidangan, kita tetap akan kehilangan kursi di kepresidenan bagi Pejabat Deny.”


Semua orang pun terus mendengarkan perkataan Marco yang cukup masuk akal.


“Nyonya, kita hanya mempunyai satu metode yang harus dilakukan saat ini. Kita harus membunuh Tom secepatnya bagaimana pun caranya, membunuhnya malam ini, itu adalah opsi dan pilihan yang sangat baik.”


“Apa itu mungkin? Aku yakin dia sudah mempunyai pengawal khusus terbaik sekarang, saat dia mengetahui John telah bergabung bersama kita,” ucap Agnes.


“Kau tak perlu cemaskan hal itu, Nyonya. Bukankah kita juga memiliki PASGA dengan jumlah pasukan yang sangat banyak, ditambah dengan kehadiran John. Aku yakin kita sudah cukup kuat untuk mengalahkan Tom.”


Semua orang pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan usul Marco.


“Sebaiknya, kita harus membuat serangan kilat untuk mereka saat mereka lengah,” ucap Sam yang juga memberi saran.


“Akan tetapi, anak buah Tom juga tak bodoh dan mungkin mereka menunggu kita malam ini dengan perangkap yang telah mereka siapkan.”


“Bahkan, pria tangguh seperti John akan kesulitan jika harus menghadapinya sendiri. Aku pun tak yakin dengan pasukan PASGA yang belum mampu mengikuti John secara pergerakan dan kemampuan yang dimilikinya saat ini.”


“Ada kemungkinan untuk membunuh Tom malam ini, tapi…..”


“Tapi apa, Kepala Sam?” tanya Marco.


“Tapi peluang John untuk selamat sangatlah sedikit, jika kita hanya mengandalkan kemampuannya,” ucap Sam.


“Apa maksudmu, Kepala Sam? Jika ada kemungkinan, kita harus melakukannya tanpa harus memandang peluang baginya untuk selamat!”


“Jika kita tak bergerak malam ini, PASGA akan tamat dan hancur!”


Marco dengan egoisnya mengatakan hal itu di depan semua orang yang berada di I-KEEP.


“John, Dimana dia sekarang?” tanya Agness.


Asistennya pun hanya diam dan terlihat takut karena ia belum mendapat kabar terbaru dari orang suruhannya yang telah gagal memburu Anna dan John.


“Dia kembali ke rumah persembunyian bersama Nona Muda.”


Sam pun menjawab dan masih mengasihani asistennya, atas apa yang telah ia lakukan pada John tanpa sepengetahuan Agnes.


Karena, jika Agnes mengetahui hal itu, Agnes pasti akan membunuh asistennya sendiri dan lebih memilih untuk mempertahankan John yang mempunyai bakat dan kemampuan yang luar biasa.


***


Di rumah persembunyian Anna, terlihat Anna yang baru datang dengan mobilnya.


John keluar dari kursi sopir dan membukakan pintu untuk Anna.


Di halaman rumah persembunyian, terlihat banyak sekali anak buah Roy yang juga ikut menjaga rumah dan berdiri di setiap sudut rumah.

__ADS_1


“Ayo, Anna. Keluarlah!”


“Kurasa aku tak bisa. Aku terlalu takut untuk keluar saat ini. Aku takut dengan semua orang yang sedang menjaga di rumah ini, apalagi jika orang lain menatapku.”


Anna masih syok dengan apa yang terjadi padanya di gedung studio hingga membuat serangan panik nya kambuh secara tiba-tiba.


John menghela nafasnya dan memikirkan cara agar Anna mau keluar tanpa rasa takut sedikitpun.


John melepas jas hitam yang sedang ia pakai, lalu menarik tangan Anna agar ia keluar dari pintu mobil.


John mengenakan jasnya untuk menutupi Anna agar orang lain tak bisa melihatnya, lalu berjalan masuk rumah agar Anna mengikuti langkahnya.


“Baiklah. Ayo jalan.”


Mereka berdua pun mulai berjalan perlahan karena John terus memegangi jas yang menutupi mereka berdua.


“Kau harus berjalan dengan hati-hati karena sulit melihat apa yang ada di depanmu. Apa kau paham?”


“Ya. Baiklah.”


Anna pun hanya menuruti perintah John dan berjalan perlahan menuju ke dalam rumah.


“Apa kau masih merasa takut?” tanya John.


“Ya. Sedikit. Kurasa itu karena aku masih sangat syok dengan kejadian tadi.”


“Baiklah. Kurasa kita hampir sampai pintu. Tetaplah berjalan dan berhati-hati.”


Anna pun hanya menganggukkan kepalanya dan terus menatap John dari dalam jasnya.


Mereka berdua lebih terlihat seperti pemuda pemudi yang sedang berpacaran dan kehujanan saat melihat tingkah mereka berdua seperti itu.


“Baiklah. Kurasa kita sudah sampai di dalam rumah,” ucap John.


“Benarkah?”


“Ya. Benar.”


“Bagaimana perasaanmu? Apa masih takut?”


John pun menatap Anna dengan jarak yang cukup dekat dari dalam jas yang menutupi mereka berdua.


“Ya. Kurasa masih. Aku masih sangat takut.”


Anna pun balas menatap John.


Saat John tak tahu lagi harus berbuat apa agar Anna tak takut, ia pun langsung mencium bibir Anna di dalam jas yang menutupinya.


Begitupun Anna yang hanya menikmati ciuman dari John dan membalasnya dengan ciuman yang mesra.


*KRIIINGGG!!!!


.Ponsel John pun tiba-tiba berdering yang membuat ciuman itu harus terhentikan.


Sepertinya itu adalah telepon dari Agnes yang menyuruh John untuk segera datang ke I-KEEP dan membicarakan sesuatu bersama para petinggi PASGA lainnya.


John pun mengangkat panggilan itu dan,


“Baiklah. Aku akan pergi kesana sekarang juga. Dengan satu syarat, kau harus menjamin bahwa rumah ini aman dari siapapun. Jika kau menyetujuinya, aku akan berangkat sekarang juga.”


John pun langsung menutup teleponnya pertanda bahwa Agnes setuju untuk menjamin keamanan di rumah persembunyian Anna.


Anna yang mengetahui John akan pergi pun menunjukkan ketakutan dan terlihat sangat khawatir.


“Apa kau mau pergi lagi? Mau kemana kau kali ini?” tanya Anna.


“Aku akan segera kembali Anna.”


“Tidak. Tidak boleh. Jangan pergi.”


Anna pun menggelengkan kepalanya dan tak memperbolehkan John untuk pergi dari rumah itu.


Anna sudah merasa sangat nyaman dan menyayangi John yang selama ini telah menjaganya kapanpun dan dimanapun.


“Kau tak perlu cemas Anna. Aku akan segera kembali.”


“Kubilang tidak. Jangan pergi!”


Anna pun langsung memeluk John dengan erat karena tak mau ditinggalkan lagi olehnya.


Anna sepertinya sangat trauma dengan kejadian yang menimpa John saat berada di gedung studio.


Ia sangat syok berat karena pertama kalinya ia mengalami dan melihat kejadian yang sangat menakutkan baginya.


Dengan ditambah ia melihat John yang tak sadarkan diri karena gas beracun.


Anna terus memeluk John dengan erat dan tak mau kejadian yang buruk kembali menimpa John.


Sungguh indah sekali kisah cinta mereka berdua, ketika John seorang mantan tentara bayaran yang pernah menjadi pembunuh berdarah dingin, harus dipertemukan dengan Anna, wanita yang baru mengenal dunia saat ia sudah beranjak dewasa.

__ADS_1


John pun hanya bisa meyakinkan Anna dengan memeluk dan mengelus rambut Anna dengan perlahan.


Setelah John berhasil meyakinkan Anna untuk itu, John pun bergegas pergi ke I-KEEP untuk berkumpul bersama para petinggi PASGA lainnya.


__ADS_2