
Saat semua mahasiswa telah berkumpul di dalam satu aula, Deny naik ke atas panggung untuk memulai seminar.
Begitu pula seluruh pasukan khusus PASGA yang berdiri di setiap sudut aula.
Begitupun dengan John yang berdiri dan mencari segerombolan yang telah ia lihat saat berada di lorong.
John terus berjalan melewati tempat duduk yang berbentuk tribun dengan tatapan tajam.
John mengeluarkan HT, lalu memberi kabar pada semua pasukan PASGA yang juga terhubung dengan HT, saat ia melihat orang yang mencurigakan duduk diantara mahasiswa lain.
“Ini John. Ada enam orang mencurigakan di barisan depan.”
Pasukan PASGA yang lain pun ikut melihat dan menatap semua orang yang hadir di aula, saat John memberi informasi itu melalui HT.
“Ini ketua Tim. Apa maksudmu, Agen John?” tanya Jack dari HT.
“Arah jam 10, 12, dan 2 dari tengah panggung, ada pria dengan tas mencurigakan. Mereka duduk di barisan ketiga dari depan. Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu di balik jaketnya.”
John sudah sangat yakin bahwa gerombolan itu sangat mencurigakan hanya dengan melihat gerak-geriknya.
__ADS_1
“Ketua Tim disini. Gerombolan itu telah lolos pemeriksaan dari sensor sebelum mereka masuk. Kau tak perlu cemas, Agen John.”
Jack sangat yakin bahwa semua orang yang berada di aula sudah aman, dan tak mempercayai John.
“Sial! Kau masih saja bebal. Jika kau mengabaikanku, kau akan melihat sendiri apa yang akan terjadi.”
John segera keluar dari aula seminar untuk memeriksa keadaan di luar gedung.
Dan benar saja, ia melihat 2 buah mobil yang salah satu mobilnya telah berada beberapa orang mencurigakan lainnya.
Karena Jack dan anak buahnya tak percaya dengan apa yang ia katakan, John menuju belakang panggung, dimana Deny yang masih memberikan seminar kepada para mahasiswa yang hadir.
“John di sini. Aku berada di balik panggung. Dengarkan aku, Ketua Tim. VIP sedang dalam bahaya. Kau harus menghentikan seminar ini.”
John mengeluarkan HT saat ia melihat salah satu orang dari segerombolan orang itu memberi sebuah kode untuk teman-temannya dan akan melakukan sesuatu.
Tatapan Jack menuju pada John yang sedang berdiri di balik tirai belakang panggung.
Ia sedang menunjuk beberapa orang yang mencurigakan dari tempatnya.
__ADS_1
“Berhenti bertingkah bodoh, dan diam saja. Kau bilang mau mengikuti seminar. Kau seharusnya mendengarkan apa yang sedang disampaikan Pejabat Deny.”
Jack pun masih belum percaya dengan John dan tetap kekeh dengan pendiriannya.
Dan benar seperti dugaan Jack. Saat seminar telah berakhir pun tak ada satu orang pun diantaranya yang membuat keributan.
John hanya masih terus berpikir, dan mencari penyebab kenapa tak ada satu orang pun dari segerombolan yang ia lihat akan melakukan sesuatu.
Sepertinya, segerombolan orang itu hanyalah sebuah manipulasi untuk menipu John yang sudah mengetahui keberadaan mereka.
John yang masih curiga pun terus mencari sesuatu dibalik semua yang telah ia lihat.
Setelah Deny keluar dari panggung, ia segera menuju ruang pribadinya untuk mandi dan berganti pakaian.
Deny ditemani Sam dan salah satu anak buah lainnya. Mereka hanya mengantar hingga ke depan pintu ruang.
Karena, Sam tahu bahwa Deny pasti membawa seorang wanita ke dalam ruangan pribadinya.
Deny pasti membutuhkan seorang wanita dimanapun dia menghadiri suatu acara.
__ADS_1