JOHN SI TENTARA BAYARAN

JOHN SI TENTARA BAYARAN
BAB 088 - SAMPAI JUMPA, TUAN TENTARA BAYARAN


__ADS_3

John pun memberikan ponselnya kepada Tom.


“Astaga. Halo, Nyonya Besar. Hahahaha. Kau mengagetkanku saja! Kukira aku akan mati disini.”


Tom malah tertawa saat posisinya sudah terpojok.


“Astaga, Pejabat Tom. Kau mau bertaruh denganku sekarang?” ucap Agnes.


“Astaga. Bukan begitu, Nyonya Besar. Baiklah. Aku sudah mengaku kalah sekarang, jadi, tolong biarkan aku hidup dan aku akan membebaskan Pejabat Deny sekarang juga dari kejaksaan.”


“Tidak. Aku merasa masih rugi. Sekarang kesatriaku telah menangkap raja musuhku,” ucap Agnes.


“Akan tetapi, jika kau membunuhku sekarang, Pejabat Deny tak kan  bisa dibebaskan. Beri aku satu kesempatan lagi.”


Tom memohon agar Agnes mau memberinya satu kesempatan lagi.


“Kalau tidak, bagaimana jika aku mengizinkan Pejabat Deny untuk bergabung dengan partai ku? Aku akan mengumumkannya sekarang juga. Bagaimana? Apa kau setuju, Nyonya?”


“Entahlah. Aku hanya ingin kau mundur saja dari pemilu. Bagaimana? Kau bersedia?” ucap Agnes.


“Astaga, Nyonya Besar. Hahahahahaha. Bunuh saja aku. Baiklah. BUnuh saja aku.”


Tom pun malah menginginkan untuk dibunuh daripada harus mundur dari kursi presiden.


“Hahahaha. Kurasa kau akan menjawab begitu. Ku Beri kau waktu 10 menit, aku akan menunggu jawaban darimu.”


“Baiklah. Berikan ponselnya kepada kesatriaku Aku mau berbicara dengannya.”

__ADS_1


Tom pun mengembalikan ponselnya kembali kepada John.


“Ya, Nyonya,” ucap John.


“Kembalilah kemari hidup-hidup, John. Apapun yang terjadi, kau harus kembali dengan selamat.”


“Baiklah.”


John pun menyuruh semua pasukan PASGA yang berada di rumah Tom untuk mundur. John menghubungi mereka semua menggunakan walkie talkie yang ia bawa.


Setelah mematikan teleponnya, Tom berdiri dan membuka sebuah brankas yang berada di dalam rungan itu.


Ia mengambil tas dan memasukkan segepok uang berjumlah jutaan dolar ke dalam tas.


“Ini untukmu. Inni sejumlah 2 juta dolar. Kau bisa menggunakannya semaumu.”


“Baiklah. Kau bisa menghubungiku lain kali jika ingin mempekerjakan ku.”


“Baiklah. Aku akan mempekerjakanmu lebih dulu nantinya.” ucap Tom.


Saat mereka berdua keluar dari ruangan itu, semua anak buah Tom langsung menodongkan pistol kepada John.


“Tangkap dia!!!”


“Tidak. Tidak perlu. Kalian tak perlu melakukan itu.”


Tom pun mencegah pasukannya agar tak menembak John.

__ADS_1


“Kesatria ini adalah tamuku. Kalian harus bersikap baik padanya.”


“Sampai jumpa, Tuan Tentara Bayaran.”


Tom menjabat tangan John dan John membalasnya dengan tangannya.


John pun turun ke bawah dan menemui Sam yang sudah menunggu di mobil.


John tersenyum dan pada Jack dan melempar uang yang berisikan tas itu kepadanya.


“Bagaimana keadaanmu?” tanya John.


Jack pun hanya membalas dengan senyuman dan menepuk dada John.


Jack pun sudah tak berpikir lagi untuk menuruti kemauan asisten Agnes untuk membunuh John.


Ia lebih memilih mengabaikan perintahnya, karena ia juga sangat yakin  bahwa Agnes akan memilih John daripada asistennya sendiri.


Setelah mengganti pakaiannya, jOhn pun kembali ke rumah persembunyian dan menemui Anna yang mungkin sedang menunggunya sejak lama.


Dan di malam itu juga, Deny pun langsung dibebaskan dari kantor kejaksaan atas perintah Tom yang mempunyai kekuasaan penuh di politik.


***


Keesokan harinya, masalah yang lebih besar pun terjadi, semua pihak saat ini sedang memburu sebuah memori dan flash disk yang berisi fail data penting.


Jika salah seorang bisa menemukan dan mempunyai barang itu, maka orang itu bisa menghancurkan satu negara Amerika hanya dengan mengaksesnya ke publik.

__ADS_1


__ADS_2